Read More
Rumus Miopi & Hipermetropi: Kekuatan Lensa Kacamata, Dioptri & Contoh Soal
Fisika

Rumus Miopi & Hipermetropi: Kekuatan Lensa Kacamata, Dioptri & Contoh Soal

RH
Riko Herlambang
3 Apr 2026 Diperbarui 1 Jun 2026 4 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
Rumus Miopi & Hipermetropi: Kekuatan Lensa Kacamata, Dioptri & Contoh Soal

Isi artikel

Iklan

Pernahkah kamu bertanya-tanya, mengapa sih dokter mata selalu menyebutkan angka seperti -2.00 atau +1.50 saat memberikan resep kacamata? Angka-angka itu sebenarnya menunjukkan kekuatan lensa kacamata dalam satuan dioptri, dan nilainya ditentukan oleh jenis kelainan mata yang kamu alami, seperti miopi (rabun jauh) atau hipermetropi (rabun dekat).

Memahami rumus miopi dan hipermetropi bukan hanya penting untuk pelajaran fisika di sekolah, tetapi juga membantu kamu memahami cara kerja kacamata yang kamu pakai sehari-hari. Artikel ini akan membahas secara lengkap rumus-rumus kekuatan lensa untuk berbagai kelainan mata beserta contoh soal yang mudah dipahami.

Peralatan pemeriksaan mata di klinik optometri

Apa Itu Miopi (Rabun Jauh)?

Miopi atau rabun jauh adalah kelainan mata di mana bayangan benda jauh jatuh di depan retina, bukan tepat di retina. Akibatnya, penderita miopi sulit melihat objek yang berada jauh, tetapi masih bisa melihat objek dekat dengan jelas.

Penyebab miopi: Biasanya terjadi karena bola mata terlalu panjang atau lensa mata terlalu cembung, sehingga cahaya dari objek jauh terfokus sebelum mencapai retina.

Perbaikan: Penderita miopi membutuhkan lensa cekung (negatif) untuk menyebarkan cahaya agar bayangan jatuh tepat di retina. Alternatif lainnya adalah prosedur LASIK mata untuk koreksi permanen.

Rumus Miopi

P = -1/s

  • P = kekuatan lensa (dioptri) — selalu negatif untuk miopi
  • s = jarak titik jauh penderita (meter)

Contoh: Seseorang hanya bisa melihat jelas hingga jarak 200 cm (2 meter). Berapa kekuatan lensa kacamata yang dibutuhkan?

  • s = 2 meter
  • P = -1/2 = -0,5 D
  • Jadi dibutuhkan lensa -0,5 dioptri

Apa Itu Hipermetropi (Rabun Dekat)?

Hipermetropi atau rabun dekat adalah kebalikan dari miopi. Bayangan benda jatuh di belakang retina sehingga penderita sulit melihat objek dekat dengan jelas, tetapi bisa melihat objek jauh.

Penyebab hipermetropi: Bola mata terlalu pendek atau lensa mata kurang cembung, sehingga cahaya belum terfokus saat mencapai retina.

Perbaikan: Penderita hipermetropi membutuhkan lensa cembung (positif) untuk mengumpulkan cahaya agar bayangan jatuh tepat di retina.

Rumus Hipermetropi

P = 1/s

  • P = kekuatan lensa (dioptri) — selalu positif untuk hipermetropi
  • s = jarak titik dekat penderita (meter)

Contoh: Titik dekat seseorang berada pada jarak 50 cm. Berapa kekuatan lensa yang dibutuhkan agar bisa melihat jelas pada jarak baca normal 25 cm?

  • s = 50 cm = 0,5 meter
  • P = 1/0,5 = +2 D
  • Jadi dibutuhkan lensa +2 dioptri

Rumus Dioptri: Kekuatan Lensa Kacamata

Satuan dioptri (D) digunakan untuk mengukur kekuatan lensa. Semakin besar nilai dioptri, semakin kuat lensa tersebut.

Rumus umum kekuatan lensa:

P = 1/f

  • P = kekuatan lensa dalam dioptri (D)
  • f = jarak fokus dalam meter

Penting: Jarak fokus harus dalam satuan meter. Jika soal memberikan jarak dalam cm, bagi dengan 100 terlebih dahulu.

Rumus Kacamata Miopi dan Hipermetropi

Berikut rumus lengkap untuk menghitung kekuatan lensa kacamata berdasarkan kelainan mata:

  • Miopi: P = -1/s (negatif, lensa cekung)
  • Hipermetropi: P = 1/s (positif, lensa cembung)
  • Presbiopi (mata tua): P = 1/s - 1/d (d = jarak baca yang diinginkan)

Aturan tanda penting:

  • Lensa cekung (miopi) = kekuatan negatif
  • Lensa cembung (hipermetropi) = kekuatan positif

Contoh Soal Lengkap Miopi & Hipermetropi

Soal 1 (Miopi): Seorang siswa hanya mampu melihat benda terjauh pada jarak 100 cm. Berapa kekuatan lensa kacamata yang harus ia gunakan?

Penyelesaian:

  • Diketahui: s = 100 cm = 1 meter
  • Rumus miopi: P = -1/s
  • P = -1/1 = -1 D

Soal 2 (Hipermetropi): Titik dekat seseorang adalah 80 cm. Agar dapat membaca pada jarak 25 cm, berapa kekuatan lensa kacamata yang diperlukan?

Penyelesaian:

  • Diketahui: titik dekat = 80 cm = 0,8 m, jarak baca = 25 cm = 0,25 m
  • P = 1/s - 1/d = 1/0,25 - 1/0,8 = 4 - 1,25 = +2,75 D

Soal 3 (Gabungan): Pak Ahmad memiliki titik jauh 200 cm. Tentukan jenis dan kekuatan lensa kacamata yang dibutuhkan!

Penyelesaian:

  • s = 200 cm = 2 meter
  • P = -1/s = -1/2 = -0,5 D
  • Jenis lensa: Lensa cekung (negatif) karena penderita miopi

Cara Membaca Resep Kacamata

Resep kacamata biasanya ditulis dalam format seperti: SPH -2.00 / CYL -0.50

  • SPH (Sphere): Kekuatan lensa utama untuk miopi/hipermetropi
  • CYL (Cylinder): Kekuatan lensa untuk astigmatisme (silindris)
  • Angka negatif (-): Miopi
  • Angka positif (+): Hipermetropi

Tips Menjaga Kesehatan Mata

  • Sering berkedip saat menatap layar komputer atau HP
  • Terapkan aturan 20-20-20: setiap 20 menit, lihat objek 20 kaki (6 meter) selama 20 detik
  • Pastikan pencahayaan cukup saat membaca
  • Konsumsi makanan kaya vitamin A seperti wortel dan bayam
  • Lakukan pemeriksaan mata rutin setiap 6-12 bulan

Kesimpulan

Rumus miopi (P = -1/s) dan hipermetropi (P = 1/s) adalah rumus dasar fisika yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat berkaitan dengan daya akomodasi lensa mata. Kunci utamanya adalah memahami bahwa miopi membutuhkan lensa cekung (negatif) dan hipermetropi membutuhkan lensa cembung (positif). Jangan lupa selalu konversi jarak ke satuan meter sebelum menghitung kekuatan lensa dalam dioptri. Semoga artikel ini membantu kamu memahami materi optik dan kelainan mata dengan lebih baik!

Iklan
RH

Riko Herlambang

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!