Read More
Jangka Sorong Itu untuk Apa? Ini Fungsi, Cara Membaca, dan Contoh Soalnya
Fisika

Jangka Sorong Itu untuk Apa? Ini Fungsi, Cara Membaca, dan Contoh Soalnya

Jangka sorong adalah alat ukur panjang, diameter, dan kedalaman. Pelajari fungsi, bagian, cara membaca skala utama dan nonius, rumus, serta contoh soal.

RH
Riko Herlambang
9 Jun 2026 Diperbarui 27 Jun 2026 4 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
Jangka Sorong Itu untuk Apa? Ini Fungsi, Cara Membaca, dan Contoh Soalnya

Isi artikel

Iklan

Jangka sorong adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur panjang, ketebalan, diameter luar, diameter dalam, dan kedalaman benda dengan ketelitian lebih tinggi daripada penggaris biasa. Dalam pelajaran fisika, alat ini sering dipakai saat membahas pengukuran dan besaran.

Hasil pengukuran jangka sorong dibaca dari dua bagian, yaitu skala utama dan skala nonius. Rumus sederhananya adalah hasil ukur = skala utama + skala nonius.

Fungsi Jangka Sorong

Fungsi jangka sorong adalah membantu mengukur benda kecil atau bagian benda yang sulit diukur dengan penggaris. Alat ini bisa digunakan untuk:

  • mengukur panjang benda kecil;
  • mengukur ketebalan benda;
  • mengukur diameter luar, seperti kelereng, pipa, atau batang logam;
  • mengukur diameter dalam, seperti lubang pipa atau cincin;
  • mengukur kedalaman lubang, tabung, atau celah kecil.

Dalam praktik laboratorium, jangka sorong termasuk alat ukur penting. Untuk mengenal alat praktikum lain, Anda bisa membaca daftar alat laboratorium IPA dan fungsinya.

Bagian-Bagian Jangka Sorong dan Fungsinya

BagianFungsi
Rahang luarMengukur diameter luar, panjang, atau ketebalan benda
Rahang dalamMengukur diameter bagian dalam benda
Batang kedalamanMengukur kedalaman lubang atau tabung
Skala utamaMenunjukkan angka utama dalam cm atau mm
Skala noniusMenunjukkan angka tambahan agar hasil lebih teliti
Sekrup pengunciMengunci posisi rahang agar hasil mudah dibaca

Jangka Sorong Digunakan untuk Mengukur Apa?

Jangka sorong digunakan untuk mengukur benda yang membutuhkan ketelitian lebih tinggi. Contohnya diameter kelereng, diameter luar pipa, diameter dalam cincin, tebal pelat, panjang benda kecil, dan kedalaman lubang.

Jika hanya mengukur panjang benda besar secara kasar, penggaris biasa sudah cukup. Namun, jika perlu hasil yang lebih teliti, jangka sorong lebih tepat digunakan.

Cara Membaca Jangka Sorong

  1. Jepit benda dengan rahang jangka sorong secara hati-hati.
  2. Lihat skala utama yang berada tepat sebelum angka nol pada skala nonius.
  3. Cari garis skala nonius yang paling sejajar dengan garis pada skala utama.
  4. Kalikan angka nonius yang sejajar dengan ketelitian alat.
  5. Jumlahkan skala utama dan hasil skala nonius.

Rumusnya:

Hasil ukur = skala utama + (angka nonius sejajar × ketelitian alat)

Ketelitian jangka sorong bisa berbeda-beda, misalnya 0,1 mm, 0,05 mm, atau 0,01 cm. Karena itu, selalu perhatikan skala pada alat yang digunakan.

Contoh Cara Membaca Jangka Sorong

Misalnya skala utama menunjukkan 2,3 cm. Garis nonius yang sejajar adalah angka 6. Ketelitian alat adalah 0,01 cm.

Skala nonius = 6 × 0,01 cm = 0,06 cm

Hasil ukur = 2,3 cm + 0,06 cm = 2,36 cm

Jadi, panjang benda tersebut adalah 2,36 cm.

Contoh Soal Jangka Sorong

Contoh 1

Skala utama jangka sorong menunjukkan 4,1 cm. Skala nonius yang sejajar adalah angka 7. Jika ketelitian alat 0,01 cm, berapa hasil pengukurannya?

Pembahasan:

Skala nonius = 7 × 0,01 cm = 0,07 cm

Hasil ukur = 4,1 cm + 0,07 cm = 4,17 cm

Jawaban: 4,17 cm.

Contoh 2

Skala utama menunjukkan 15 mm. Skala nonius yang sejajar adalah angka 4. Ketelitian alat 0,1 mm. Berapa hasil ukur?

Pembahasan:

Skala nonius = 4 × 0,1 mm = 0,4 mm

Hasil ukur = 15 mm + 0,4 mm = 15,4 mm

Jawaban: 15,4 mm.

Contoh 3

Sebuah kelereng diukur dengan jangka sorong. Skala utama terbaca 1,8 cm dan skala nonius terbaca 0,05 cm. Berapa diameternya?

Pembahasan:

Hasil ukur = 1,8 cm + 0,05 cm = 1,85 cm

Jawaban: diameter kelereng adalah 1,85 cm.

Perbedaan Skala Utama dan Skala Nonius

Skala utama adalah skala tetap yang menunjukkan angka besar hasil pengukuran. Skala nonius adalah skala geser yang menunjukkan angka tambahan agar hasil pengukuran lebih teliti.

Kesalahan yang sering terjadi adalah membaca angka skala utama setelah nol nonius. Padahal, yang dipakai adalah angka skala utama tepat sebelum nol nonius.

Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Salah membaca skala utama.
  • Tidak mencari garis nonius yang benar-benar sejajar.
  • Lupa mengalikan angka nonius dengan ketelitian alat.
  • Menekan rahang terlalu kuat hingga benda bergeser.
  • Tidak memperhatikan satuan cm atau mm.

Tips Menggunakan Jangka Sorong

  • Pastikan rahang jangka sorong bersih sebelum digunakan.
  • Rapatkan rahang untuk mengecek apakah titik nol sudah tepat.
  • Jepit benda secukupnya, jangan terlalu keras.
  • Baca skala dari arah tegak lurus agar tidak salah lihat.
  • Tulis hasil lengkap dengan satuannya.

Untuk memahami dasar pengukuran dalam fisika, baca juga perbedaan besaran pokok dan besaran turunan. Jika sedang berlatih soal gaya dan gerak, Anda juga bisa melihat contoh soal Hukum Newton.

Kesimpulan

Jangka sorong adalah alat ukur teliti untuk mengukur panjang, ketebalan, diameter luar, diameter dalam, dan kedalaman benda. Cara membacanya adalah menjumlahkan skala utama dengan skala nonius.

Agar hasil pengukuran tepat, perhatikan angka skala utama sebelum nol nonius, cari garis nonius yang sejajar, lalu sesuaikan dengan ketelitian alat.

FAQ

Jangka sorong digunakan untuk mengukur apa?

Jangka sorong digunakan untuk mengukur panjang, ketebalan, diameter luar, diameter dalam, dan kedalaman benda.

Apa fungsi jangka sorong?

Fungsinya adalah melakukan pengukuran yang lebih teliti daripada penggaris, terutama untuk diameter dan kedalaman.

Apa rumus membaca jangka sorong?

Rumusnya adalah hasil ukur = skala utama + (angka nonius sejajar × ketelitian alat).

Apa itu skala nonius?

Skala nonius adalah skala geser pada jangka sorong yang digunakan untuk membaca angka tambahan agar hasil lebih teliti.

Apa satuan jangka sorong?

Satuan jangka sorong biasanya cm atau mm, tergantung skala yang digunakan pada alat.

Iklan
RH

Riko Herlambang

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!