Read More
Lensa Cembung: Pengertian, Sifat Bayangan, Sinar Istimewa & Rumus Lengkap
Fisika

Lensa Cembung: Pengertian, Sifat Bayangan, Sinar Istimewa & Rumus Lengkap

RH
Riko Herlambang
1 Apr 2026 Diperbarui 1 Jun 2026 5 menit
Lensa Cembung: Pengertian, Sifat Bayangan, Sinar Istimewa & Rumus Lengkap

Isi artikel

Sedang belajar fisika optik dan bingung memahami lensa cembung? Kamu tidak sendirian. Banyak siswa SMP dan SMA yang merasa kesulitan membedakan sifat bayangan, menghafal sinar istimewa, dan mengaplikasikan rumus lensa cembung saat mengerjakan soal. Padahal, konsep ini sangat penting karena menjadi dasar pemahaman alat-alat optik yang kita gunakan sehari-hari, seperti kacamata, kamera, dan mikroskop.

Artikel ini akan membahas secara lengkap dan mudah dipahami mulai dari pengertian lensa cembung, sifat-sifat bayangannya, tiga sinar istimewa, hingga rumus-rumus yang wajib kamu kuasai. Simak sampai tuntas ya!

Apa Itu Lensa Cembung?

Lensa cembung (atau disebut juga lensa konveks) adalah lensa tipis yang bagian tengahnya lebih tebal dibandingkan bagian tepinya. Bentuknya menyerupai lengkungan ke luar di kedua sisinya. Lensa cembung termasuk jenis lensa positif karena memiliki titik fokus nyata (titik di mana sinar-sinar cahaya benar-benar bertemu).

Demonstrasi sinar cahaya melewati lensa cembung

Berbeda dengan cermin yang memantulkan cahaya, lensa cembung membiaskan (melenturkan) cahaya yang melewatinya. Sifat inilah yang membuat lensa cembung mampu mengumpulkan sinar-sinar sejajar menjadi satu titik yang disebut titik fokus (F).

Contoh penerapan lensa cembung dalam kehidupan sehari-hari:

Sifat Bayangan pada Lensa Cembung

Sifat bayangan yang dihasilkan lensa cembung bergantung pada posisi benda terhadap titik fokus dan titik pusat kelengkungan. Berikut tabel lengkap sifat bayangan lensa cembung yang wajib dihafal:

1. Benda di antara F dan O (jarak benda < f)

  • Bayangan: Maya, tegak, dan diperbesar
  • Contoh: Kaca pembesar (lup)

2. Benda tepat di titik Fokus (jarak benda = f)

  • Bayangan: Tidak terbentuk (sinar-sinar sejajar)
  • Contoh: Senter, lampu sorot

3. Benda di antara F dan 2F (f < jarak benda < 2f)

  • Bayangan: Nyata, terbalik, dan diperbesar
  • Contoh: Proyektor slide, mikroskop

4. Benda tepat di titik 2F (jarak benda = 2f)

  • Bayangan: Nyata, terbalik, dan sama besar

5. Benda di luar 2F (jarak benda > 2f)

  • Bayangan: Nyata, terbalik, dan diperkecil
  • Contoh: Lensa mata, kamera

Ingat polanya: Semakin jauh benda dari lensa, semakin kecil bayangan yang terbentuk. Sebaliknya, semakin dekat benda ke titik fokus, semakin besar bayangannya.

Tiga Sinar Istimewa Lensa Cembung

Untuk menggambar pembentukan bayangan pada lensa cembung, kita menggunakan 3 sinar istimewa. Setiap sinar memiliki aturan lintasan yang pasti:

Sinar Istimewa 1:
Sinar datang sejajar sumbu utama → dibiaskan menuju titik fokus (F) di belakang lensa.

Sinar Istimewa 2:
Sinar datang melalui titik pusat kelengkungan (O) → diteruskan lurus tanpa pembiasan.

Sinar Istimewa 3:
Sinar datang melalui titik fokus (F) di depan lensa → dibiaskan sejajar sumbu utama di belakang lensa.

Cukup gunakan 2 dari 3 sinar istimewa untuk menentukan posisi bayangan. Titik potong kedua sinar itulah yang menjadi letak bayangan.

Rumus Lensa Cembung Lengkap

Berikut rumus-rumus yang sering digunakan dalam soal lensa cembung:

Rumus Jarak Bayangan (1/f = 1/s + 1/s')

Rumus utama dalam lensa cembung adalah:

1/f = 1/s + 1/s'

  • f = jarak fokus (cm)
  • s = jarak benda dari lensa (cm)
  • s' = jarak bayangan dari lensa (cm)

Konvensi tanda: Jarak fokus (f) lensa cembung selalu positif. Jarak benda (s) selalu positif. Jarak bayangan (s') positif jika bayangan nyata, negatif jika maya.

Rumus Perbesaran Bayangan

M = |s'/s| atau M = tinggi bayangan / tinggi benda

  • M > 1 = bayangan diperbesar
  • M < 1 = bayangan diperkecil
  • M = 1 = bayangan sama besar

Rumus Kekuatan Lensa (Dioptri)

P = 1/f

  • P = kekuatan lensa (dioptri)
  • f = jarak fokus dalam meter

Satuan kekuatan lensa adalah dioptri (D). Penting diingat bahwa jarak fokus harus dikonversi ke satuan meter terlebih dahulu sebelum menghitung kekuatan lensa.

Contoh Soal Lensa Cembung

Soal: Sebuah benda setinggi 5 cm diletakkan 15 cm di depan lensa cembung yang memiliki jarak fokus 10 cm. Tentukan sifat bayangan, jarak bayangan, dan perbesaran bayangan!

Penyelesaian:

  • Diketahui: s = 15 cm, f = 10 cm, h = 5 cm
  • Rumus: 1/f = 1/s + 1/s'
  • 1/10 = 1/15 + 1/s'
  • 1/s' = 1/10 - 1/15 = 3/30 - 2/30 = 1/30
  • s' = 30 cm (positif → bayangan nyata)
  • Perbesaran: M = s'/s = 30/15 = 2 kali (diperbesar)
  • Tinggi bayangan: h' = M × h = 2 × 5 = 10 cm

Jawab: Bayangan bersifat nyata, terbalik, dan diperbesar 2 kali pada jarak 30 cm di belakang lensa.

Perbedaan Lensa Cembung dan Lensa Cekung

Sering kali siswa bingung membedakan kedua jenis lensa ini. Berikut perbandingan mudahnya:

  • Bentuk: Lensa cembung lebih tebal di tengah, lensa cekung lebih tipis di tengah
  • Sifat: Lensa cembung mengumpulkan cahaya (konvergen), lensa cekung menyebarkan cahaya (divergen)
  • Titik fokus: Lensa cembung fokus nyata, lensa cekung fokus maya
  • Tanda fokus: Lensa cembung f positif, lensa cekung f negatif
  • Penerapan: Lensa cembung untuk kacamata miopi, lensa cekung untuk kacamata hipermetropi

Kesimpulan

Lensa cembung adalah komponen optik yang sangat penting dalam fisika dan kehidupan sehari-hari. Dengan memahami sifat bayangan, menguasai 3 sinar istimewa, dan bisa mengaplikasikan rumus 1/f = 1/s + 1/s', kamu akan mampu menyelesaikan berbagai soal optik dengan mudah. Ingat juga rumus kekuatan lensa (dioptri) karena sering muncul dalam soal yang berkaitan dengan kacamata dan kelainan mata.

Pastikan untuk banyak berlatih soal agar semakin terbiasa menentukan sifat bayangan berdasarkan posisi benda. Semoga artikel ini membantu!

RH

Riko Herlambang

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!