Read More
Memperbanyak Tadarus dan Bersedekah Termasuk Amalan Sunnah Ramadhan, Ini Dalilnya!
Budaya

Memperbanyak Tadarus dan Bersedekah Termasuk Amalan Sunnah Ramadhan, Ini Dalilnya!

Ternyata, memperbanyak tadarus dan bersedekah termasuk amalan sunnah yang pahalanya berlipat ganda di bulan Ramadhan. Simak dalil dan penjelasan keutamaan luar biasanya di sini!

TS
Tari Santika
21 Feb 2026 3 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
Memperbanyak Tadarus dan Bersedekah Termasuk Amalan Sunnah Ramadhan, Ini Dalilnya!

Isi artikel

Iklan

Bulan suci Ramadhan bukan semata-mata soal menahan dahaga dan rasa lapar sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Lebih dari itu, Ramadhan adalah madrasah spiritual dan momentum emas bagi umat Muslim di seluruh dunia, khususnya di Indonesia, untuk berlomba-lomba melipatgandakan pahala. Lantas, ibadah apa yang sangat diutamakan? Memperbanyak tadarus dan bersedekah termasuk amalan sunnah utama yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW di bulan penuh rahmat ini.

Sering kali kita merasa bingung menentukan rutinitas ibadah harian selain shalat wajib dan tarawih. Terlebih lagi, godaan bermalas-malasan saat sedang berpuasa kerap menghampiri. Artikel ini akan membedah dalil shahih, pandangan ulama, serta keutamaan menghidupkan malam Ramadhan dengan melantunkan ayat suci Al-Qur'an dan menebar sedekah.

Amalan Sunnah Tadarus Al-Qur'an: Meneladani Rasulullah dan Jibril

Membaca Al-Qur'an (Tadarus) sejatinya merupakan ibadah agung sepanjang tahun. Namun pada bulan Ramadhan, keutamaannya melesat jauh karena bulan ini merupakan Syahrul Qur'an (Bulan Al-Qur'an)—waktu di mana kitab suci ini pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW (Nuzulul Qur'an).

Melansir penjelasan dari NU Online, anjuran untuk memperbanyak tadarus merujuk kuat pada sebuah dalil hadits riwayat mutawatir dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma:

"Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan, namun beliau menjadi lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan saat Malaikat Jibril AS menemui beliau. Jibril menemui beliau di setiap malam pada bulan Ramadhan, kemudian mereka berdua saling bertadarus (membaca dan menyimak) Al-Qur’an..." (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits ini menjadi sandaran kuat (hujah) bagi seluruh lembaga kegamaan dan ulama di Indonesia untuk menggalakkan kegiatan tadarus bersama di surau, masjid, maupun musala seusai pelaksanaan Shalat Tarawih.

Ilustrasi tangan seseorang saling memberikan sedekah dan makanan bagi yang membutuhkan

Baca Juga: Contoh Susunan Acara Sedekah Ruwah di Bulan Syaban

Keajaiban Bersedekah di Bulan Ramadhan

Mempertimbangkan riwayat Ibnu Abbas di atas, dapat kita lihat bahwa Nabi Muhammad tidak hanya meningkatkan intensitas ibadah lisannya (tadarus), melainkan juga melipatgandakan ibadah sosialnya: Bersedekah.

Bersedekah adalah wujud konkret dari empati seseoranh terhadap sesama—sebuah sifat yang secara inheren dipelajari ketika kita merasakan perihnya lapar saat berpuasa. Berbagai lembaga zakat di Indonesia (termasuk BAZNAS) selalu menekankan keutamaan ini berdasar sabda Rasulullah SAW: "Sebaik-baik sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan" (HR. Tirmidzi).

Praktik sedekah di bulan Ramadhan tidak melulu harus berupa sejumlah uang yang besar. Anda bisa mengamalkannya dalam bentuk sederhana, di antaranya:

  • Memberi makan orang yang berbuka puasa (Ifthar): Memberikan sebotol air atau beberapa biji kurma untuk musafir membuahkan ganjaran yang setara dengan pahala puasa dari orang yang kita beri makan tersebut, tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.
  • Infak ke panti asuhan atau fakir miskin: Sangat membantu saudara-saudari kita merayakan Idul Fitri agar tak ada lagi senyum yang tertahan.
  • Berbagi senyum dan membagikan takjil gratis di jalanan selama bulan suci.

Baca Juga: [Kumpulan] 50+ Caption Ramadhan 2026 yang Bagus, Estetik, dan Penuh Makna

Kesimpulan

Secara meyakinkan dapat disimpulkan bahwa memperbanyak tadarus dan bersedekah termasuk amalan sunnah yang tidak boleh dilewatkan di bulan Ramadhan. Dua kombinasi ibadah ini menjaga keseimbangan rohani secara vertikal (kedekatan seorang hamba kepada Allah melalui tilawah kalam-Nya) dan secara horizontal (kedekatan terhadap sesama manusia melalui derma).

Oleh sebab itu, mulailah mengatur target *khatam* Al-Qur'an secara realistis di sela-sela kesibukan kerja Anda, dan sisihkanlah sebagian rezeki meskipun nominalnya terlihat kecil. Nilai sedekah tak sekadar diukur dari banyaknya materi, namun seberapa tulus hati berniat karena Allah. Mari kita resapi bulan ampunan ini dengan karya ibadah yang *kaffah*.

Iklan
TS

Tari Santika

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!