Read More
Perbedaan Sunni dan Syiah: Sejarah, Akidah, dan Ibadah yang Perlu Dipahami
Budaya

Perbedaan Sunni dan Syiah: Sejarah, Akidah, dan Ibadah yang Perlu Dipahami

Apa sebenarnya perbedaan Sunni dan Syiah? Artikel ini membahas secara objektif sejarah perpecahan, perbedaan akidah, fikih, dan ibadah kedua mazhab terbesar dalam Islam — tanpa menghakimi, hanya untuk menambah wawasan.

TS
Tari Santika
5 Mar 2026 7 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
Perbedaan Sunni dan Syiah: Sejarah, Akidah, dan Ibadah yang Perlu Dipahami

Isi artikel

Iklan

Perbedaan Sunni dan Syiah adalah salah satu topik yang paling sering ditanyakan ketika membahas aliran dalam Islam. Secara singkat, perbedaan mendasar keduanya bermula dari perselisihan tentang siapa yang berhak menggantikan Nabi Muhammad SAW sebagai pemimpin umat setelah beliau wafat pada 632 M. Dari satu perbedaan politik ini, kemudian berkembang perbedaan dalam aspek teologi, hukum, dan praktik ibadah.

Namun penting untuk dicatat bahwa meskipun berbeda, kedua aliran ini tetap satu dalam syahadat, Al-Quran, lima rukun Islam, dan enam rukun iman. Artikel ini akan membahas perbedaan Sunni dan Syiah secara objektif — bukan untuk mempertajam perpecahan, tetapi untuk menambah pemahaman.

Sekilas Sejarah: Mengapa Sunni dan Syiah Berpisah?

Semasa hidupnya, Nabi Muhammad SAW tidak secara eksplisit menunjuk seorang pengganti (khalifah) dengan prosedur yang disepakati semua sahabat. Ketika beliau wafat pada tahun 632 M, muncul dua pendapat besar:

  • Kelompok pertama (yang kemudian menjadi Sunni) berpendapat bahwa pemimpin umat harus dipilih melalui musyawarah (syura) di antara sahabat senior. Mereka mendukung Abu Bakar ash-Shiddiq sebagai khalifah pertama, sebagaimana yang disepakati di Saqifah Bani Sa'idah.
  • Kelompok kedua (yang kemudian menjadi Syiah, dari kata Syi'atu Ali, artinya "pengikut Ali") meyakini bahwa kepemimpinan seharusnya jatuh kepada Ali bin Abi Thalib, menantu dan sepupu Nabi, karena dianggap telah ditunjuk secara langsung melalui peristiwa Ghadir Khum.

Dilansir dari Council on Foreign Relations (CFR), perpecahan ini pada awalnya bersifat politis, bukan teologis. Baru pada abad ke-9 Masehi, setelah kodifikasi hadits dan berakhirnya garis imam Syiah, kedua aliran mulai mengambil bentuk yang lebih jelas seperti yang kita kenal hari ini.

Fakta penting: Menurut data Pew Research Center, Muslim Sunni mencakup sekitar 85-90% populasi Muslim dunia, sementara Syiah sekitar 10-13%. Syiah menjadi mayoritas di Iran, Irak, Bahrain, Azerbaijan, dan Lebanon.

Tabel Ringkasan Perbedaan Sunni dan Syiah

Sebelum membahas secara detail, berikut tabel ringkasan perbedaan utama antara Sunni dan Syiah:

Aspek Sunni Syiah
Suksesi Nabi Abu Bakar (dipilih musyawarah) Ali bin Abi Thalib (ditunjuk langsung)
Kepemimpinan Khalifah (dipilih umat) Imam (keturunan Nabi, maksum)
Jumlah Imam Tidak ada konsep imam khusus 12 Imam (Itsna Asyariyah)
Sumber Hadits Kutub as-Sittah (6 kitab) Al-Kutub al-Arba'ah (4 kitab)
Posisi Sahabat Semua sahabat dihormati Selektif; beberapa dikritik
Shalat 5 waktu terpisah 3 waktu (jamak Zuhur-Ashar, Maghrib-Isya)
Mazhab Fikih Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hanbali Ja'fari (utama), Zaidi, Ismaili
Al-Quran dan tasbih sebagai simbol kesamaan dasar antara Sunni dan Syiah

Perbedaan dari Segi Akidah (Keyakinan)

1. Konsep Kepemimpinan (Imamah vs Khilafah)

Ini adalah perbedaan paling fundamental antara Sunni dan Syiah:

  • Sunni: Kepemimpinan umat Islam (khilafah) bersifat politis dan pemimpin dipilih berdasarkan musyawarah, kompetensi, dan persetujuan umat. Khalifah adalah manusia biasa yang bisa salah.
  • Syiah: Kepemimpinan (imamah) bersifat teologis dan diwariskan melalui keturunan Nabi Muhammad SAW, dimulai dari Ali bin Abi Thalib. Imam diyakini maksum (terjaga dari dosa dan kesalahan) serta memiliki otoritas spiritual dan temporal.

2. Posisi terhadap Sahabat Nabi

  • Sunni: Menghormati seluruh sahabat Nabi tanpa terkecuali. Sahabat dianggap sebagai generasi terbaik yang menerima dan meneruskan ajaran Islam.
  • Syiah: Bersikap selektif terhadap sahabat. Beberapa sahabat — terutama Abu Bakar, Umar, dan Utsman — dikritik karena dianggap telah "merampas" hak kepemimpinan Ali. Namun, sahabat seperti Salman al-Farisi, Abu Dzar, dan Miqdad sangat dihormati.

3. Konsep Al-Mahdi

  • Sunni: Mengimani kedatangan Imam Mahdi di akhir zaman, tetapi tokoh ini belum lahir dan identitasnya belum diketahui secara pasti.
  • Syiah Itsna Asyariyah: Meyakini bahwa Imam Mahdi adalah Muhammad al-Mahdi, Imam ke-12 yang lahir pada 869 M dan saat ini dalam keadaan ghaibah (ghaib/tersembunyi) hingga waktunya nanti tampil.

Perbedaan dalam Praktik Ibadah

1. Shalat

Beberapa perbedaan dalam pelaksanaan shalat antara Sunni dan Syiah:

  • Waktu shalat: Sunni melaksanakan shalat 5 waktu terpisah. Syiah juga mengakui 5 waktu shalat, tetapi membolehkan penggabungan (jamak) Zuhur-Ashar dan Maghrib-Isya meski tanpa alasan safar atau sakit, sehingga dalam praktiknya bisa dilakukan dalam 3 waktu.
  • Posisi tangan: Sunni umumnya meletakkan tangan di atas dada atau perut saat berdiri (sedekap). Syiah membiarkan tangan di samping tubuh (irsal).
  • Batu turbah: Syiah menggunakan turbah (lempengan tanah, biasanya dari Karbala) untuk sujud, karena meyakini sujud harus dilakukan di atas benda alami, bukan karpet sintetis.
  • Azan: Azan Syiah menambahkan kalimat "Asyhadu anna Aliyyan waliyyullah" (Aku bersaksi bahwa Ali adalah wali Allah) setelah syahadat.

2. Sumber Hadits

  • Sunni: Mengacu pada Kutub as-Sittah (Enam Kitab Hadits), terutama Shahih Bukhari dan Shahih Muslim sebagai koleksi hadits paling sahih.
  • Syiah: Mengacu pada Al-Kutub al-Arba'ah (Empat Kitab), yaitu Al-Kafi karya al-Kulaini, Man La Yahdhuruhu al-Faqih, Tahdzib al-Ahkam, dan Al-Istibshar. Mereka menolak hadits yang diriwayatkan oleh sahabat yang dianggap tidak adil terhadap Ahlul Bait.

3. Peringatan Asyura

Tanggal 10 Muharram (Asyura) memiliki makna berbeda:

  • Sunni: Asyura diperingati sebagai hari puasa sunnah, mengenang berbagai peristiwa penting (Nabi Musa diselamatkan dari Firaun, dll).
  • Syiah: Asyura adalah hari berkabung besar untuk mengenang tragedi Karbala (680 M), yaitu terbunuhnya Imam Husain bin Ali (cucu Nabi Muhammad) oleh pasukan Yazid bin Muawiyah. Peringatan ini melibatkan prosesi ta'ziyah, pembacaan kisah Karbala, dan ekspresi duka yang mendalam.

4. Mut'ah (Nikah Sementara)

  • Sunni: Melarang nikah mut'ah (nikah sementara dengan jangka waktu tertentu), berdasarkan hadits yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW melarangnya pada Perang Khaibar.
  • Syiah: Membolehkan nikah mut'ah sebagai praktik sah yang tidak pernah dibatalkan oleh Nabi, melainkan oleh Khalifah Umar.

Perbedaan Mazhab Fikih

Mazhab Sunni

Dalam fikih, Sunni mengakui empat mazhab besar yang semuanya dianggap sah dan saling menghormati:

  • Hanafi — Didirikan oleh Imam Abu Hanifah. Mazhab terbesar, dominan di Turki, Asia Tengah, Asia Selatan.
  • Maliki — Didirikan oleh Imam Malik. Dominan di Afrika Utara dan Barat.
  • Syafi'i — Didirikan oleh Imam asy-Syafi'i. Paling populer di Indonesia, Malaysia, dan Afrika Timur.
  • Hanbali — Didirikan oleh Imam Ahmad bin Hanbal. Dominan di Saudi Arabia.

Mazhab Syiah

Syiah memiliki beberapa sub-aliran, dengan yang terbesar:

  • Ja'fari (Itsna Asyariyah / Syiah Dua Belas) — Aliran terbesar, dominan di Iran dan Irak. Berpegang pada fikih Imam Ja'far ash-Shadiq.
  • Zaidi — Paling dekat dengan Sunni dari segi fikih. Dominan di Yaman.
  • Ismaili — Memiliki struktur kepemimpinan tersendiri (Aga Khan). Tersebar di Asia Selatan dan Afrika Timur.

Konteks di Indonesia: Sunni Mayoritas, Hidup Berdampingan

Indonesia adalah negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, dan mayoritas besar menganut Sunni Mazhab Syafi'i. Dua organisasi Islam terbesar — Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah — keduanya berhaluan Sunni.

Komunitas Syiah di Indonesia memang ada, meskipun jumlahnya relatif kecil. Hubungan Sunni-Syiah di Indonesia umumnya damai, meskipun pernah terjadi beberapa insiden yang disayangkan, seperti kasus intoleransi di beberapa daerah.

Penting untuk diingat bahwa semangat Bhinneka Tunggal Ika dan nilai-nilai Pancasila mengajarkan kita untuk menghormati perbedaan — termasuk perbedaan mazhab dalam internal umat Islam itu sendiri.

Yang Sama Lebih Banyak dari yang Berbeda

Menurut CREST (Centre for Research and Evidence on Security Threats), dalam hal keyakinan dan praktik keagamaan, persamaan antara Sunni dan Syiah jauh lebih banyak daripada perbedaannya. Beberapa kesamaan fundamental meliputi:

  • Percaya kepada Allah SWT sebagai Tuhan yang Esa
  • Mengakui Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir
  • Menggunakan Al-Quran yang sama sebagai kitab suci
  • Melaksanakan lima rukun Islam: syahadat, shalat, zakat, puasa Ramadhan, dan haji
  • Mengimani enam rukun iman
  • Mengarahkan kiblat ke Ka'bah di Mekah

Dalam konteks sejarah dan budaya Islam di Nusantara, kedua aliran ini pun sama-sama berkontribusi pada penyebaran Islam yang damai di kepulauan Indonesia.

Kesimpulan

Perbedaan antara Sunni dan Syiah bermula dari persoalan suksesi politik pasca-wafatnya Nabi Muhammad SAW, kemudian berkembang menjadi perbedaan dalam aspek akidah, fikih, dan beberapa praktik ibadah. Meskipun demikian, keduanya berbagi fondasi yang sama: tauhid, Al-Quran, dan kenabian Muhammad SAW.

Memahami perbedaan ini — tanpa menghakimi — adalah langkah penting untuk membangun toleransi dan dialog yang lebih baik antar sesama umat Islam. Sebagaimana kata M. Quraish Shihab, salah satu ulama terkemuka Indonesia: "Kita bersaudara, tidak perlu tegang satu sama lain. Surga terlalu luas untuk dimonopoli hanya untuk diri kita sendiri."

Semoga artikel ini bermanfaat untuk menambah wawasan, bukan mempertajam perselisihan. 🕊️

Iklan
TS

Tari Santika

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!