Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim adalah wali pertama dari Walisongo yang menyebarkan Islam di Tanah Jawa. Beliau tiba di Gresik, Jawa Timur, pada abad ke-14 dan meninggalkan sejumlah peninggalan bersejarah yang hingga kini masih dapat dikunjungi.
Berikut adalah 5 peninggalan Sunan Gresik yang paling dikenal:
- Masjid Pesucinan — diklaim sebagai masjid tertua di Jawa (1389), Desa Leran, Manyar, Gresik
- Sumur Pesucinan — sumur bersejarah dalam kompleks Masjid Pesucinan
- Batu Arsenik Raksasa — batu besar di kawasan Masjid Pesucinan yang dikaitkan dengan memori sejarah Sunan Gresik
- Makam Sunan Gresik — di Desa Gapurasukolilo, Gresik, ramai diziarahi terutama malam Jumat Legi
- Pesantren Sunan Gresik — salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Jawa Timur
Siapa Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim)?
Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim adalah pemimpin Walisongo generasi pertama. Beliau wafat pada tahun 1419 M (822 H) dan dimakamkan di Desa Gapurasukolilo, Gresik, Jawa Timur.
Beliau memulai dakwah di Desa Sembalo (sekarang Leran, Kecamatan Manyar), sekitar 9 km di utara kota Gresik. Cara dakwahnya dikenal lembut: mendekati masyarakat melalui pergaulan dan perdagangan, bukan dengan konfrontasi. Karena kebijaksanaannya, beliau dijuluki Kakek Bantal.
Setelah wafat, kepemimpinan Walisongo diteruskan oleh Sunan Ampel.
1. Masjid Pesucinan
Masjid Pesucinan terletak di Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Masjid ini dibangun pada tahun 1389 dan diklaim sebagai masjid tertua di Pulau Jawa.
Arsitekturnya memadukan unsur Hindu-Buddha dengan gaya Islam, menunjukkan pendekatan dakwah Sunan Gresik yang menghormati budaya setempat. Di dalam kompleks masjid terdapat kolam pesucinan yang dahulu digunakan sebagai tempat wudu. Masjid ini kini berfungsi sebagai tempat ibadah sekaligus objek wisata religi.
2. Sumur Pesucinan
Sumur Pesucinan berada dalam kompleks Masjid Pesucinan. Sumur ini dibuat oleh Sunan Gresik untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekitar. Air dari sumur ini oleh sebagian peziarah diyakini membawa keberkahan.
Keberadaan sumur ini mencerminkan perhatian Sunan Gresik terhadap kebutuhan praktis masyarakat sebagai bagian dari pendekatan dakwahnya.
3. Batu Arsenik Raksasa
Batu Arsenik Raksasa terletak di kawasan Masjid Pesucinan. Batu ini dikenal dalam cerita lokal sebagai batu besar yang dikaitkan dengan lingkungan sejarah Masjid Pesucinan dan Sunan Gresik.
Karena detail asal-usul dan kandungan batunya masih perlu dibaca hati-hati, pembahasan lengkapnya dipisahkan dalam artikel khusus: Batu Arsenik Raksasa Sunan Gresik.
4. Makam Sunan Gresik
Makam Sunan Gresik berada di Desa Gapurasukolilo, Gresik, sekitar 200 meter dari Alun-Alun Gresik. Kompleks makam memiliki arsitektur khas akulturasi Jawa dan Arab.
Pada nisan makam terdapat prasasti berbahasa Arab yang menyebut beliau sebagai guru para pangeran dan tongkat sekalian para sultan dan wazir, siraman bagi kaum fakir dan miskin. Beliau wafat pada hari Senin, 12 Rabiul Awwal 822 H.
Setiap malam Jumat Legi, masyarakat ramai berziarah. Untuk detail lokasi, rute, dan adab ziarah, baca artikel khusus: Makam Sunan Gresik.
5. Pesantren Sunan Gresik
Pesantren Sunan Gresik adalah salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Jawa Timur. Pesantren ini mendidik santri dari berbagai daerah dengan menggabungkan nilai-nilai Islam dan budaya lokal.
Selain ilmu agama, pesantren ini juga mengajarkan keterampilan praktis seperti bercocok tanam dan berdagang, sesuai prinsip keseimbangan kehidupan duniawi dan ukhrawi.
Lokasi Peninggalan Sunan Gresik
| Peninggalan | Lokasi | Keterangan |
|---|---|---|
| Masjid Pesucinan | Desa Leran, Manyar, Gresik | Masjid tua yang dikaitkan dengan Sunan Gresik |
| Sumur Pesucinan | Kompleks Masjid Pesucinan | Sumur bersejarah |
| Batu Arsenik Raksasa | Kawasan Masjid Pesucinan | Batu besar yang dikenal dalam tradisi lokal |
| Makam Sunan Gresik | Desa Gapurasukolilo, Gresik | Wafat 1419 M, ramai ziarah Jumat Legi |
| Pesantren | Gresik | Jejak pendidikan Islam awal di Jawa Timur |
FAQ Seputar Peninggalan Sunan Gresik
Apa saja peninggalan Sunan Gresik?
Ada 5 peninggalan utama: Masjid Pesucinan, Sumur Pesucinan, Batu Arsenik Raksasa, Makam Sunan Gresik, dan Pesantren Sunan Gresik. Semua berlokasi di Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Di mana makam Sunan Gresik?
Makam Sunan Gresik berada di Desa Gapurasukolilo, Gresik, Jawa Timur, sekitar 200 meter dari Alun-Alun Gresik. Jalan menuju makam diberi nama Jalan Malik Ibrahim.
Apa itu Batu Arsenik Raksasa?
Batu Arsenik Raksasa adalah batu besar yang dikenal di kawasan Masjid Pesucinan, Leran, Gresik, dan dikaitkan dengan tradisi sejarah Sunan Gresik.
Kapan Sunan Gresik wafat?
Sunan Gresik (Maulana Malik Ibrahim) wafat pada tahun 1419 M (822 H), dimakamkan di Desa Gapurasukolilo, Gresik.
Siapa pengganti Sunan Gresik dalam Walisongo?
Setelah wafatnya Maulana Malik Ibrahim, kepemimpinan Walisongo diteruskan oleh Sunan Ampel.
Nilai-Nilai dari Peninggalan Sunan Gresik
Melalui peninggalannya, Sunan Gresik mengajarkan beberapa nilai yang masih relevan:
- Toleransi: arsitektur masjid yang memadukan unsur Hindu-Buddha menunjukkan penghormatan terhadap kepercayaan masyarakat setempat.
- Pendekatan lembut: dakwah melalui pergaulan dan perdagangan, bukan konfrontasi.
- Keseimbangan: mengajarkan ilmu agama sekaligus keterampilan praktis.
- Kesederhanaan: kepedulian terhadap kaum fakir dan miskin sebagaimana tertulis di prasasti makamnya.