Read More
Cara Menghitung Selamatan Orang Meninggal: Rumus 3, 7, 40, 100, 1000 Hari
Budaya

Cara Menghitung Selamatan Orang Meninggal: Rumus 3, 7, 40, 100, 1000 Hari

Rumus praktis menghitung hari selamatan orang meninggal menurut tradisi Jawa: Nelung Dina (3 hari), Mitung Dina (7 hari), Matang Puluh (40 hari), hingga Nyewu (1000 hari).

TS
Tari Santika
21 Jan 2026 Diperbarui 26 Jun 2026 4 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
Cara Menghitung Selamatan Orang Meninggal: Rumus 3, 7, 40, 100, 1000 Hari

Isi artikel

Tradisi selamatan atau slametan kematian dalam budaya Jawa memiliki hitungan waktu yang sudah baku, mulai dari 3 hari (Nelung Dina), 7 hari (Mitung Dina), 40 hari (Matang Puluh), 100 hari (Nyatus), Pendak 1 (1 tahun), Pendak 2 (2 tahun), hingga 1000 hari (Nyewu).

Yang sering bikin bingung adalah: cara menghitungnya pakai rumus apa? Jawabannya ada di tabel ringkasan berikut. Kalau ingin memahami urutan dan makna budayanya lebih dulu, baca juga selamatan orang meninggal menurut hitungan Jawa.

Tabel Ringkasan Rumus Selamatan Kematian

SelamatanNama JawaRumus HariRumus Pasaran
3 hariNelung DinaHari ke-3 (harinya berubah)Pasaran tetap sama
7 hariMitung DinaHari ke-7 pasPasaran berubah
40 hariMatang PuluhHari ke-5 dari hari meninggalPasaran ke-5
100 hariNyatusHari ke-2 dari hari meninggalPasaran ke-5
1 tahunPendak PisanHari ke-4 dari hari meninggalPasaran ke-4
2 tahunPendak PindoHari sama dengan hari meninggalPasaran ke-3
1000 hariNyewuHari ke-6 dari hari meninggalPasaran ke-5

Catatan penting: Semua hitungan dihitung mulai dari hari kematian (Geblag), bukan hari pemakaman. Jadi kalau seseorang meninggal hari Jumat, maka hari Jumat itulah hari ke-1.

Dihitung dari Hari Kematian atau Hari Pemakaman?

Pertanyaan ini sangat sering muncul. Dalam tradisi Jawa, hitungan dimulai dari hari kematian, bukan hari pemakaman. Jadi kalau seseorang meninggal hari Senin dan dimakamkan hari Selasa, hari ke-3 dihitung dari hari Senin (kematian).

Namun, di beberapa daerah ada sedikit perbedaan versi. Ada yang menghitung hari ke-1 dari hari setelah kematian (jadi hari kematian dihitung hari ke-0). Kalau ragu, sebaiknya konsultasikan dengan sesepuh atau tokoh adat setempat karena bisa ada variasi tergantung daerah.

Contoh Perhitungan: Meninggal Hari Jumat Kliwon

Misalkan seseorang meninggal pada hari Jumat Kliwon. Berikut perhitungan lengkapnya:

SelamatanHari HasilPenjelasan Singkat
3 hari (Nelung Dina)Minggu KliwonHari maju 2 (Jumat → Sabtu → Minggu), pasaran tetap Kliwon
7 hari (Mitung Dina)Kamis WageHari ke-7 pas dari Jumat, pasaran otomatis berubah. Untuk contoh khusus, baca cara menghitung 7 hari orang meninggal.
40 hari (Matang Puluh)Selasa PahingHari ke-5, pasaran ke-5. Untuk rincian khusus, baca cara menghitung 40 hari orang meninggal.
100 hari (Nyatus)Sabtu LegiHari ke-2, pasaran ke-5. Untuk rincian khusus, baca cara menghitung 100 hari orang meninggal.
1 tahun (Pendak 1)Senin PonHari ke-4, pasaran ke-4. Untuk rincian khusus, baca cara menghitung Pendak 1 orang meninggal.
2 tahun (Pendak 2)Jumat PahingHari tetap Jumat, pasaran ke-3
1000 hari (Nyewu)Rabu WageHari ke-6, pasaran ke-5. Untuk rincian khusus, baca cara menghitung 1000 hari orang meninggal.

Rumus Tradisional (Mnemonik Jawa)

Dalam primbon Jawa, rumus-rumus ini dihafalkan dengan mnemonik:

  • 3 hari — JISAR (Ji = siji/satu, Sar = pasaran tetap): hari berubah, pasaran sama
  • 40 hari — MASARMA (Ma = lima, Sar = pasaran lima, Ma = lima): hari ke-5, pasaran ke-5
  • 100 hari — ROSARMO (Ro = loro/dua, Sar = pasaran lima, Mo = lima): hari ke-2, pasaran ke-5
  • 1 tahun — PAT SAR PAT (Pat = papat/empat): hari ke-4, pasaran ke-4
  • 2 tahun — JI SAR LU (Ji = siji/satu, Lu = telu/tiga): hari sama, pasaran ke-3
  • 1000 hari — NEMSARMA (Nem = enam, Sar = pasaran lima, Ma = lima): hari ke-6, pasaran ke-5

Cara membaca pasaran berurutan: Legi → Pahing → Pon → Wage → Kliwon (siklus 5). Kalau meninggal hari Kliwon, pasaran ke-2 adalah Legi, ke-3 Pahing, ke-4 Pon, ke-5 Wage.

FAQ Seputar Hitungan Selamatan Kematian

3 harian orang meninggal dihitung dari hari apa?

Dihitung dari hari kematian. Hari kematian dihitung sebagai hari ke-1. Jadi 3 harian jatuh pada 2 hari setelah kematian (kematian = hari ke-1, besoknya = hari ke-2, lusa = hari ke-3).

7 harian orang meninggal dihitung dari hari apa?

Sama seperti di atas, dihitung dari hari kematian. Jadi kalau meninggal hari Jumat, 7 harinya jatuh pada hari Kamis (6 hari setelahnya).

Cara menghitung Pendak 1 orang meninggal?

Pendak 1 (1 tahun) dihitung dengan rumus PAT SAR PAT: hari ke-4 dari hari meninggal, pasaran ke-4 dari pasaran meninggal. Ini bukan tepat 365 hari, tapi menggunakan hitungan kalender Jawa (kurang lebih 354 hari dalam setahun Hijriah Jawa).

Cara menghitung Pendak 2 orang meninggal?

Pendak 2 (2 tahun) menggunakan rumus JI SAR LU: harinya sama dengan hari meninggal, pasarannya maju 3 urutan dari pasaran meninggal.

Cara menghitung 1000 hari orang meninggal?

1000 hari (Nyewu) menggunakan rumus NEMSARMA: hari ke-6 dari hari meninggal, pasaran ke-5 dari pasaran meninggal.

Ada kalkulator selamatan online?

Ada. Anda bisa memakai kalkulator hari selamatan meninggal untuk membantu mengecek tanggal 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, pendak, dan 1000 hari secara otomatis.

Hitungan Jawa ini berlaku untuk semua daerah?

Tidak selalu. Tradisi selamatan dan cara menghitungnya bisa berbeda antardaerah di Jawa bahkan antardesa. Artikel ini menggunakan versi yang paling umum dikenal. Untuk kepastian, selalu konsultasikan dengan sesepuh atau tokoh adat setempat.

Kesimpulan

Menghitung hari selamatan orang meninggal dalam tradisi Jawa memang perlu ketelitian, terutama dalam menghitung pasaran. Kunci utamanya adalah tahu hari dan pasaran saat kematian, lalu gunakan tabel rumus di atas sebagai panduan.

Kalau Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang tradisi Jawa, artikel tentang primbon Jawa dan tanda-tanda harian atau arah mata angin menurut primbon juga bisa menjadi referensi menarik.

TS

Tari Santika

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!