Tradisi selamatan atau slametan kematian dalam budaya Jawa memiliki hitungan waktu yang sudah baku, mulai dari 3 hari (Nelung Dina), 7 hari (Mitung Dina), 40 hari (Matang Puluh), 100 hari (Nyatus), Pendak 1 (1 tahun), Pendak 2 (2 tahun), hingga 1000 hari (Nyewu).
Yang sering bikin bingung adalah: cara menghitungnya pakai rumus apa? Jawabannya ada di tabel ringkasan berikut. Kalau ingin memahami urutan dan makna budayanya lebih dulu, baca juga selamatan orang meninggal menurut hitungan Jawa.
Tabel Ringkasan Rumus Selamatan Kematian
| Selamatan | Nama Jawa | Rumus Hari | Rumus Pasaran |
|---|---|---|---|
| 3 hari | Nelung Dina | Hari ke-3 (harinya berubah) | Pasaran tetap sama |
| 7 hari | Mitung Dina | Hari ke-7 pas | Pasaran berubah |
| 40 hari | Matang Puluh | Hari ke-5 dari hari meninggal | Pasaran ke-5 |
| 100 hari | Nyatus | Hari ke-2 dari hari meninggal | Pasaran ke-5 |
| 1 tahun | Pendak Pisan | Hari ke-4 dari hari meninggal | Pasaran ke-4 |
| 2 tahun | Pendak Pindo | Hari sama dengan hari meninggal | Pasaran ke-3 |
| 1000 hari | Nyewu | Hari ke-6 dari hari meninggal | Pasaran ke-5 |
Catatan penting: Semua hitungan dihitung mulai dari hari kematian (Geblag), bukan hari pemakaman. Jadi kalau seseorang meninggal hari Jumat, maka hari Jumat itulah hari ke-1.
Dihitung dari Hari Kematian atau Hari Pemakaman?
Pertanyaan ini sangat sering muncul. Dalam tradisi Jawa, hitungan dimulai dari hari kematian, bukan hari pemakaman. Jadi kalau seseorang meninggal hari Senin dan dimakamkan hari Selasa, hari ke-3 dihitung dari hari Senin (kematian).
Namun, di beberapa daerah ada sedikit perbedaan versi. Ada yang menghitung hari ke-1 dari hari setelah kematian (jadi hari kematian dihitung hari ke-0). Kalau ragu, sebaiknya konsultasikan dengan sesepuh atau tokoh adat setempat karena bisa ada variasi tergantung daerah.
Contoh Perhitungan: Meninggal Hari Jumat Kliwon
Misalkan seseorang meninggal pada hari Jumat Kliwon. Berikut perhitungan lengkapnya:
| Selamatan | Hari Hasil | Penjelasan Singkat |
|---|---|---|
| 3 hari (Nelung Dina) | Minggu Kliwon | Hari maju 2 (Jumat → Sabtu → Minggu), pasaran tetap Kliwon |
| 7 hari (Mitung Dina) | Kamis Wage | Hari ke-7 pas dari Jumat, pasaran otomatis berubah. Untuk contoh khusus, baca cara menghitung 7 hari orang meninggal. |
| 40 hari (Matang Puluh) | Selasa Pahing | Hari ke-5, pasaran ke-5. Untuk rincian khusus, baca cara menghitung 40 hari orang meninggal. |
| 100 hari (Nyatus) | Sabtu Legi | Hari ke-2, pasaran ke-5. Untuk rincian khusus, baca cara menghitung 100 hari orang meninggal. |
| 1 tahun (Pendak 1) | Senin Pon | Hari ke-4, pasaran ke-4. Untuk rincian khusus, baca cara menghitung Pendak 1 orang meninggal. |
| 2 tahun (Pendak 2) | Jumat Pahing | Hari tetap Jumat, pasaran ke-3 |
| 1000 hari (Nyewu) | Rabu Wage | Hari ke-6, pasaran ke-5. Untuk rincian khusus, baca cara menghitung 1000 hari orang meninggal. |
Rumus Tradisional (Mnemonik Jawa)
Dalam primbon Jawa, rumus-rumus ini dihafalkan dengan mnemonik:
- 3 hari — JISAR (Ji = siji/satu, Sar = pasaran tetap): hari berubah, pasaran sama
- 40 hari — MASARMA (Ma = lima, Sar = pasaran lima, Ma = lima): hari ke-5, pasaran ke-5
- 100 hari — ROSARMO (Ro = loro/dua, Sar = pasaran lima, Mo = lima): hari ke-2, pasaran ke-5
- 1 tahun — PAT SAR PAT (Pat = papat/empat): hari ke-4, pasaran ke-4
- 2 tahun — JI SAR LU (Ji = siji/satu, Lu = telu/tiga): hari sama, pasaran ke-3
- 1000 hari — NEMSARMA (Nem = enam, Sar = pasaran lima, Ma = lima): hari ke-6, pasaran ke-5
Cara membaca pasaran berurutan: Legi → Pahing → Pon → Wage → Kliwon (siklus 5). Kalau meninggal hari Kliwon, pasaran ke-2 adalah Legi, ke-3 Pahing, ke-4 Pon, ke-5 Wage.
FAQ Seputar Hitungan Selamatan Kematian
3 harian orang meninggal dihitung dari hari apa?
Dihitung dari hari kematian. Hari kematian dihitung sebagai hari ke-1. Jadi 3 harian jatuh pada 2 hari setelah kematian (kematian = hari ke-1, besoknya = hari ke-2, lusa = hari ke-3).
7 harian orang meninggal dihitung dari hari apa?
Sama seperti di atas, dihitung dari hari kematian. Jadi kalau meninggal hari Jumat, 7 harinya jatuh pada hari Kamis (6 hari setelahnya).
Cara menghitung Pendak 1 orang meninggal?
Pendak 1 (1 tahun) dihitung dengan rumus PAT SAR PAT: hari ke-4 dari hari meninggal, pasaran ke-4 dari pasaran meninggal. Ini bukan tepat 365 hari, tapi menggunakan hitungan kalender Jawa (kurang lebih 354 hari dalam setahun Hijriah Jawa).
Cara menghitung Pendak 2 orang meninggal?
Pendak 2 (2 tahun) menggunakan rumus JI SAR LU: harinya sama dengan hari meninggal, pasarannya maju 3 urutan dari pasaran meninggal.
Cara menghitung 1000 hari orang meninggal?
1000 hari (Nyewu) menggunakan rumus NEMSARMA: hari ke-6 dari hari meninggal, pasaran ke-5 dari pasaran meninggal.
Ada kalkulator selamatan online?
Ada. Anda bisa memakai kalkulator hari selamatan meninggal untuk membantu mengecek tanggal 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, pendak, dan 1000 hari secara otomatis.
Hitungan Jawa ini berlaku untuk semua daerah?
Tidak selalu. Tradisi selamatan dan cara menghitungnya bisa berbeda antardaerah di Jawa bahkan antardesa. Artikel ini menggunakan versi yang paling umum dikenal. Untuk kepastian, selalu konsultasikan dengan sesepuh atau tokoh adat setempat.
Kesimpulan
Menghitung hari selamatan orang meninggal dalam tradisi Jawa memang perlu ketelitian, terutama dalam menghitung pasaran. Kunci utamanya adalah tahu hari dan pasaran saat kematian, lalu gunakan tabel rumus di atas sebagai panduan.
Kalau Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang tradisi Jawa, artikel tentang primbon Jawa dan tanda-tanda harian atau arah mata angin menurut primbon juga bisa menjadi referensi menarik.