Wilayah Yang Belum Dikuasai Oleh Khalifah Umar Bin Khattab

Akbar Fauziah

Wilayah Yang Belum Dikuasai Oleh Khalifah Umar Bin Khattab

Khalifah Umar bin Khattab adalah salah satu pemimpin Muslim paling berpengaruh dalam sejarah Islam. Ia memimpin ekspansi wilayah kekhalifahan Islam yang sangat pesat hanya dalam waktu 10 tahun masa kepemimpinannya.

Namun, ada satu wilayah utama yang gagal ditaklukkan oleh Umar bin Khattab, yaitu pusat pemerintahan Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium) di Konstantinopel (sekarang Istanbul).

Dalam artikel ini, kita akan membahas mengenai:

  • Wilayah-wilayah yang berhasil ditaklukkan Khalifah Umar
  • Upaya penaklukkan Konstantinopel pada masa Umar bin Khattab
  • Mengapa Konstantinopel sulit ditaklukkan
  • Siapa yang akhirnya berhasil menguasai Konstantinopel

Wilayah yang Berhasil Ditaklukkan Khalifah Umar

Dalam waktu 10 tahun masa kepemimpinannya (634-644 M), Khalifah Umar berhasil menaklukkan wilayah-wilayah penting berikut:

  • Suriah
  • Mesir
  • Iraq
  • Persia (Iran)

Keempat wilayah ini sebelumnya berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium) dan Kekaisaran Persia (Sassanid).

Dengan demikian, dalam waktu yang singkat Umar bin Khattab telah memperluas wilayah kekhalifahan Islam hingga 3 kali lipat dari masa Khalifah Abu Bakar. Ia berhasil merebut wilayah-wilayah penting di Timur Tengah yang kaya akan sumber daya dan penduduk.

Berikut adalah timeline singkat penaklukan wilayah-wilayah tersebut pada masa pemerintahan Khalifah Umar:

TahunWilayah yang Ditaklukkan
635 MSuriah
639 MMesir
637 MIraq
642 MPersia (Iran)

Upaya Penaklukkan Konstantinopel

Meskipun berhasil menaklukkan wilayah-wilayah besar di Timur Tengah, Khalifah Umar gagal merebut ibu kota Kekaisaran Romawi Timur di Konstantinopel.

Baca Juga!  Mengapa Lingkungan Sosial Primer Berpengaruh pada Pembentukan Opini Publik

Pada tahun 638 M, pasukan Muslim di bawah pimpinan Khalid bin Walid berhasil merebut kota Damaskus di Suriah. Kemenangan ini membuat Khalifah Umar bertekad untuk menaklukkan ibu kota Bizantium di Konstantinopel.

Pada tahun 640 M, Umar mengirim pasukan gabungan laut dan darat di bawah pimpinan Muawiyah bin Abu Sufyan untuk menyerang Konstantinopel. Namun upaya ini gagal karena pasukan Muslim belum memiliki armada dan peralatan pengepungan yang memadai.

Beberapa tahun kemudian pada 647-648 M, Umar kembali melancarkan serangan terhadap Konstantinopel dengan melibatkan armada dan pasukan darat dalam jumlah besar. Namun upaya kedua ini juga gagal setelah Umar wafat dan digantikan oleh Khalifah Utsman bin Affan.

Dengan demikian, Konstantinopel tetap menjadi satu-satunya wilayah utama di Timur Tengah yang gagal ditaklukkan oleh Khalifah Umar bin Khattab.

Mengapa Konstantinopel Sulit Ditaklukkan?

Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan ibu kota Bizantium di Konstantinopel sangat sulit ditaklukkan, di antaranya:

1. Letak Geografis

Kota Konstantinopel terletak di semenanjung yang dikelilingi oleh perairan, sehingga posisinya sangat strategis dan mudah dipertahankan dari serangan. Selain itu, armada Bizantium yang kuat mampu mencegah pengepungan dari laut.

2. Benteng Pertahanan yang Kokoh

Konstantinopel dilindungi oleh tembok kota Theodosius yang sangat tebal dan kokoh, dengan tinggi 12 meter dan lebar 5 meter. Selain itu terdapat parit dan menara pengawas di sepanjang tembok.

3. Jumlah Pasukan Bizantium Lebih Banyak

Jumlah pasukan Bizantium diperkirakan mencapai 150.000 prajurit, jauh lebih besar dibandingkan pasukan Muslim kala itu. Selain itu mereka memiliki persenjataan yang lebih baik.

4. Belum Memiliki Armada dan Alat Pengepungan yang Memadai

Pada masa itu, pasukan Muslim belum memiliki kapal perang dan alat pengepungan jarak jauh yang cukup untuk menyerang kota yang diperkuat seperti Konstantinopel.

Baca Juga!  Penuhi Kehidupanmu dengan Gaya Modern: Warna Biru Dongker Navy, Tren Terbaru yang Harus Kamu Coba!

Faktor-faktor inilah yang menyebabkan upaya penaklukkan Konstantinopel pada masa Khalifah Umar bin Khattab menemui kegagalan.

Sultan Muhammad Al-Fatih Berhasil Menaklukkan Konstantinopel

Konstantinopel akhirnya berhasil ditaklukkan oleh Kesultanan Utsmaniyah di bawah pimpinan Sultan Muhammad Al-Fatih pada tahun 1453 Masehi, sekitar 800 tahun setelah masa kepemimpinan Khalifah Umar bin Khattab.

Dalam pengepungan selama 55 hari, Al-Fatih berhasil merebut kota Konstantinopel dengan memanfaatkan artileri dan meriam Raksasa yang mampu menembus tembok kota. Ia juga menerapkan blokade laut sehingga pasukan Bizantium kewalahan.

Setelah berhasil menembus pertahanan Bizantium, pasukan Utsmaniyah menjarah kota selama tiga hari tiga malam. Konstantinopel pun direbut dan Sultan Muhammad Al-Fatih menjadikannya ibu kota Kesultanan Utsmaniyah dengan nama baru Istanbul.

Dengan jatuhnya Konstantinopel, berakhirlah riwayat Kekaisaran Romawi Timur Bizantium yang telah berdiri lebih dari 1000 tahun. Kesultanan Utsmaniyah kemudian menguasai wilayah Balkan, Anatolia, dan Timur Tengah selama berabad-abad hingga runtuh setelah Perang Dunia 1.

Kesimpulan

Itulah ulasan mengenai wilayah yang gagal ditaklukkan oleh Khalifah Umar Bin Khattab, yaitu pusat pemerintahan Kekaisaran Romawi Timur di Konstantinopel.

Meskipun gagal menaklukkan kota ini, Umar telah berjasa besar dalam memperluas wilayah kekhalifahan Islam meliputi Suriah, Mesir, Iraq dan Persia hanya dalam waktu 10 tahun masa kepemimpinannya.

Konstantinopel sendiri baru berhasil direbut oleh Kesultanan Utsmaniyah di bawah Sultan Muhammad Al-Fatih pada abad ke-15 Masehi, sekitar 800 tahun setelah masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab.

Demikian ulasan singkat mengenai wilayah yang gagal ditaklukkan oleh salah satu khalifah terbesar dalam sejarah Islam ini. Semoga artikel ini bermanfaat!

Also Read

Bagikan:

Akbar Fauziah

Akbar Fauziah adalah seorang penulis lulusan sarjana komunikasi yang suka ngeblog dan menulis novel. Dia dikenal sebagai admin yang baik hati dan penulis kreatif. Akbar mampu menghasilkan tulisan-tulisan menarik dan berkualitas, serta memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan pembaca secara positif. Profilnya sebagai penulis yang berhati baik dan kreatif menjadikannya sosok yang dihormati dalam dunia tulis-menulis.

Tags

Tinggalkan komentar