Scroll untuk baca artikel
Rupa

Kupas Tuntas Tujuan Klasifikasi Perpustakaan

×

Kupas Tuntas Tujuan Klasifikasi Perpustakaan

Sebarkan artikel ini
Tujuan Klasifikasi Perpustakaan

Klasifikasi merupakan kegiatan pengelompokan bahan pustaka ke dalam kelas-kelas tertentu berdasarkan isi dan subjeknya. Kegiatan ini sangat penting dilakukan di perpustakaan agar koleksi tersusun rapi dan mudah untuk ditemukan serta diakses oleh pemustaka.

Sebelum adanya sistem klasifikasi yang baku seperti DDC atau UDC, pengelompokan koleksi perpustakaan biasanya hanya berdasarkan bentuk fisiknya saja, misalnya buku, majalah, peta, manuskrip, dan lain-lain. Baru kemudian koleksi dikelompokkan berdasarkan isi subjeknya. Inilah yang menjadi cikal bakal munculnya sistem klasifikasi perpustakaan yang terstandarisasi.

Jadi apa sebenarnya tujuan dilakukannya klasifikasi koleksi di perpustakaan? Dalam artikel ini kita akan membahas lebih rinci mengenai hal tersebut.

Tujuan Umum Klasifikasi Perpustakaan

Secara umum, klasifikasi perpustakaan bertujuan untuk:

Mengelompokkan koleksi berdasarkan subjek

Klasifikasi memungkinkan bahan pustaka yang berkaitan subjeknya untuk dikelompokkan menjadi satu dan dipisahkan dari koleksi dengan subjek lain. Misalnya semua buku tentang ekonomi akan ditempatkan pada rak yang sama dan terpisah dari buku-buku kedokteran.

Koleksi perpustakaan

Menyusun koleksi secara sistematis

Klasifikasi juga membantu menyusun tata letak koleksi perpustakaan secara logis dan sistematis, bukan sembarangan. Dengan demikian, pemustaka bisa dengan mudah menemukan bahan bacaan yang dicari.

Memudahkan penemuan kembali informasi

Tujuan paling utama klasifikasi adalah memfasilitasi kegiatan temu kembali informasi di perpustakaan, baik oleh pemustaka maupun pustakawan. Koleksi yang tertata rapi berdasarkan subjeknya tentu sangat memudahkan dalam pencarian informasi.

Baca Juga!  Apa itu AirPay Shopee? Semua yang Perlu Kamu Ketahui

Rincian Tujuan Klasifikasi Perpustakaan

Selain tujuan umum di atas, klasifikasi perpustakaan juga memiliki beberapa tujuan khusus, antara lain:

1. Menghasilkan susunan koleksi yang bermanfaat

Klasifikasi bertujuan menghasilkan susunan koleksi perpustakaan yang paling bermanfaat dan efisien bagi pemustaka dan pustakawan.

Misalnya, buku-buku tentang satu subjek ditempatkan berdekatan di rak yang sama. Sementara koleksi dengan subjek yang tidak berkaitan dipisahkan agar tidak campur aduk.

2. Menentukan lokasi koleksi baru

Sistem klasifikasi yang baik harus bisa mengakomodasi penambahan koleksi baru dengan lancar. Koleksi baru harus bisa ditempatkan pada subjek yang telah ada atau dibuatkan kelas baru jika diperlukan.

3. Mengetahui cakupan subjek koleksi perpustakaan

Klasifikasi membantu pustakawan untuk mengetahui cakupan subjek apa saja yang tersedia di perpustakaan dan subjek mana yang koleksinya kurang. Dengan demikian, pengembangan koleksi bisa dilakukan secara terarah.

4. Membantu penyiangan koleksi

Data hasil klasifikasi juga dimanfaatkan dalam proses penyiangan atau pengadaan koleksi perpustakaan. Koleksi yang usang, rusak, atau kurang diminati pemustaka bisa diidentifikasi lebih mudah dengan bantuan data klasifikasi.

5. Menciptakan standar penamaan subjek

Klasifikasi baku seperti DDC juga berperan dalam menciptakan standar penamaan subjek yang konsisten antar perpustakaan. Dengan demikian, pertukaran data antar perpustakaan bisa dilakukan lebih mudah.

Berikut adalah contoh penerapan klasifikasi DDC pada susunan koleksi perpustakaan:

No. KlasifikasiSubjekContoh Judul Buku
300Ilmu SosialSosiologi Masyarakat Modern
500Ilmu Pengetahuan AlamKimia Organik
600Ilmu TerapanRekayasa Perangkat Lunak

Kesimpulan

Klasifikasi perpustakaan pada dasarnya bertujuan untuk mengelola koleksi agar lebih tertata, teratur, dan mudah diakses oleh pemustaka. Selain itu, klasifikasi juga membantu pustakawan dalam berbagai kegiatan pengelolaan perpustakaan seperti pengembangan koleksi dan penyiangan.

Baca Juga!  E-Court: Mengadili dari Rumah di Masa Pandemi

Dengan menerapkan klasifikasi yang baku seperti DDC atau UDC, maka sistem pengelolaan perpustakaan bisa lebih efisien. Karena itu, setiap perpustakaan sebaiknya menerapkan standar klasifikasi internasional agar sesuai dengan perpustakaan modern saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *