Scroll untuk baca artikel
Manajemen

3 Tipe Pengendalian Dasar Dalam Manajemen

×

3 Tipe Pengendalian Dasar Dalam Manajemen

Sebarkan artikel ini
3 Tipe Pengendalian Dasar Dalam Manajemen

Pengendalian merupakan salah satu fungsi penting dalam manajemen. Pengendalian bertujuan untuk memastikan bahwa kegiatan organisasi sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya. Tanpa adanya pengendalian, organisasi akan kesulitan mencapai tujuannya.

Terdapat tiga tipe pengendalian dasar yang biasa digunakan dalam manajemen, yaitu:

  1. Pengendalian Preventif
  2. Pengendalian Detektif
  3. Pengendalian Korektif

Ketiga jenis pengendalian ini memiliki peran masing-masing dalam memastikan organisasi berjalan sesuai rencana. Mari kita bahas satu per satu.

Pengendalian Preventif

Pengendalian preventif merupakan tipe pengendalian yang dilakukan sebelum kegiatan dimulai. Tujuan dari pengendalian ini adalah untuk mencegah terjadinya penyimpangan atau kesalahan.

Pengendalian Preventif

Beberapa contoh kegiatan pengendalian preventif antara lain:

  • Penetapan standar kerja
  • Penyusunan anggaran
  • Rekrutmen karyawan yang kompeten
  • Pelatihan karyawan
  • Pembuatan kebijakan dan prosedur

Dengan menerapkan pengendalian preventif, manajemen berusaha memastikan bahwa semua sumber daya dan kegiatan organisasi telah disiapkan sedemikian rupa sehingga tujuan organisasi dapat tercapai tanpa banyak kendala.

Manfaat Pengendalian Preventif

Beberapa manfaat yang diperoleh organisasi dengan menerapkan pengendalian preventif adalah:

  • Mengurangi potensi kesalahan
  • Meningkatkan efisiensi
  • Meminimalkan pemborosan sumber daya
  • Menciptakan lingkungan kerja yang terstruktur

Contoh penerapan pengendalian preventif misalnya dengan membuat standar operasional prosedur (SOP) sebelum memulai suatu kegiatan baru. SOP ini nantinya menjadi pedoman bagi karyawan dalam bekerja.

Pengendalian Detektif

Berbeda dengan pengendalian preventif yang dilakukan sebelum kegiatan, pengendalian detektif justru dilakukan selama kegiatan organisasi sedang berlangsung. Tujuannya adalah untuk mendeteksi penyimpangan-penyimpangan yang mungkin terjadi.

Beberapa contoh kegiatan pengendalian detektif:

  • Pemeriksaan rutin
  • Audit internal
  • Pengawasan melekat
  • Analisis varians
  • Pemantauan kinerja
Baca Juga!  Strategi Keunggulan Biaya dan Diferensiasi dalam Manajemen Strategik

Dengan pengendalian detektif, manajemen berusaha mengidentifikasi masalah sedini mungkin sehingga tindakan perbaikan dapat segera dilakukan.

Manfaat Pengendalian Detektif

Adapun manfaat pengendalian detektif antara lain:

  • Mendeteksi penyimpangan dengan cepat
  • Memperbaiki proses agar lebih efisien
  • Mencegah masalah yang lebih besar di kemudian hari

Sebagai contoh, dengan melakukan audit internal secara berkala, organisasi dapat mengidentifikasi kelemahan pengendalian internal serta merumuskan rekomendasi perbaikan.

Pengendalian Korektif

Jika pengendalian preventif dan detektif tidak berhasil mencegah penyimpangan, maka diperlukan tindakan korektif. Pengendalian korektif dilakukan setelah kegiatan organisasi selesai untuk memperbaiki penyimpangan yang terlanjur terjadi.

Beberapa contoh kegiatan pengendalian korektif:

  • Revisi standar
  • Tindakan disipliner
  • Penyempurnaan rencana
  • Pelatihan ulang

Tujuan utama pengendalian korektif adalah agar kesalahan yang sama tidak terulang lagi di masa mendatang.

Manfaat Pengendalian Korektif

Adapun manfaat pengendalian korektif antara lain:

  • Memperbaiki kinerja di masa mendatang
  • Menjaga agar standar tetap terpenuhi
  • Meningkatkan akuntabilitas

Sebagai contoh, jika audit menemukan kelemahan pengendalian pada suatu bagian, manajemen dapat memberikan pelatihan ulang agar kelemahan tersebut tidak terulang.

Perbandingan Ketiga Tipe Pengendalian

Ketiga tipe pengendalian di atas sebaiknya digunakan secara terpadu dalam manajemen, karena masing-masing memiliki keunggulan tertentu:

PreventifDetektifKorektif
TujuanMencegah PenyimpanganMendeteksi PenyimpanganMemperbaiki Penyimpangan
WaktuSebelum KegiatanSelama KegiatanSetelah Kegiatan
ContohPenyusunan Anggaran, RekrutmenAudit Internal, Analisis VariansTindakan Disiplin, Revisi Rencana

Dari tabel di atas terlihat bahwa ketiga jenis pengendalian saling melengkapi dalam memastikan pencapaian tujuan organisasi.

Pengendalian preventif penting untuk mencegah masalah. Namun jika pengendalian preventif gagal, maka diperlukan pengendalian detektif untuk mengidentifikasi masalahnya. Selanjutnya pengendalian korektif diperlukan untuk memperbaiki akar masalah agar tidak terulang.

Baca Juga!  2 Jenis Pemeriksaan Keuangan: Audit Keuangan dan Audit Kinerja

Dengan menggabungkan ketiga jenis pengendalian ini, organisasi dapat memaksimalkan pencapaian tujuannya.

Penutup

Itulah penjelasan mengenai tiga tipe pengendalian dasar dalam manajemen, yaitu preventif, detektif, dan korektif. Masing-masing jenis pengendalian memiliki peran penting dalam memastikan organisasi berjalan sesuai rencana.

Agar efektif, ketiga jenis pengendalian perlu diterapkan secara terintegrasi, mengingat masing-masing memiliki keunggulan tertentu dalam menjaga organisasi tetap on track dalam mencapai tujuannya.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk menambah pemahaman tentang konsep dasar pengendalian dalam manajemen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *