Scroll untuk baca artikel
Rupa

Mungkinkah Anak Anda Menderita Tinea Capitis?

×

Mungkinkah Anak Anda Menderita Tinea Capitis?

Sebarkan artikel ini
Tinea Capitis

Tinea capitis, lebih dikenal sebagai kurap pada kulit kepala, adalah infeksi jamur yang mempengaruhi kulit kepala. Jamur yang menyebabkan infeksi ini disebut Trichophyton Tonsurans. Ini dapat menyebabkan bercak bersisik di kulit kepala, yang dapat menyebabkan kerontokan rambut. Tinea capitis adalah kondisi yang relatif jarang, tetapi bisa sangat serius jika tidak ditangani dengan benar.

Pendahuluan: Apa itu Tinea Capitis?

Tinea capitis adalah infeksi jamur pada kulit kepala. Ini disebabkan oleh jamur yang disebut Trichophyton Tonsurans, yang tumbuh subur di lingkungan kulit kepala yang hangat dan lembab. Infeksi dapat menyebabkan rambut rontok dan kerak pada kulit kepala. Tinea capitis paling sering terjadi pada anak-anak, tetapi dapat terjadi pada usia berapa pun.

Diagnosis tinea capitis biasanya dibuat dengan memeriksa sampel rambut di bawah mikroskop untuk tanda-tanda infeksi jamur. Perawatan biasanya termasuk obat antijamur, baik sebagai pil atau sebagai sampo atau krim yang dioleskan ke kulit kepala.

Gejala Tinea Capitis

Tinea capitis adalah infeksi jamur pada kulit kepala. Ini disebabkan oleh dermatofita, sejenis jamur yang dapat menyerang batang rambut dan kulit. Kulit kepala adalah tempat infeksi yang paling umum, tetapi tinea capitis juga dapat terjadi pada janggut, kumis, dan alis. Tinea capitis paling sering terlihat pada anak-anak dan dewasa muda, tetapi dapat terjadi pada usia berapa pun.

Gejala tinea capitis bervariasi tergantung pada tingkat keparahan infeksi. Dalam kasus ringan, mungkin tidak ada gejala sama sekali. Dalam kasus yang lebih parah, mungkin ada penskalaan, kemerahan, dan gatal-gatal di kulit kepala. Rambut juga bisa patah atau rontok. Jika infeksi menyebar ke bagian lain dari tubuh, mungkin ada kemerahan dan sisik pada wajah, leher, dada, atau lengan.

Baca Juga!  Perbedaan Alat dan Bahan: Esensial dalam Kreativitas Manusia

Penyebab Tinea Capitis

Tinea capitis, juga dikenal sebagai kurap kulit kepala, adalah infeksi jamur pada kulit kepala. Hal ini paling sering disebabkan oleh jenis jamur yang disebut dermatofit. Penyebab lain tinea capitis termasuk ragi dan jenis jamur lainnya. Jamur dapat menyerang batang rambut dan menyebabkan rambut patah atau rontok. Infeksi juga dapat menyebar ke bagian tubuh lain, seperti wajah, lengan, atau kaki.

Tinea capitis paling sering terjadi pada anak-anak, tetapi dapat terjadi pada usia berapa pun. Faktor risiko tinea kapitis termasuk paparan hewan atau orang yang terinfeksi, tinggal di iklim hangat dan lembab, dan memiliki sistem kekebalan yang lemah.

Gejala tinea capitis termasuk kulit kepala gatal, bercak botak di kepala, kemerahan dan bersisik di kulit kepala, dan rambut rontok.

Pengobatan Tinea Capitis

Tinea capitis adalah infeksi jamur pada kulit kepala. Biasanya disebabkan oleh sejenis jamur yang disebut dermatofita, yang juga menyebabkan kaki atlet dan gatal di selangkangan. Tinea capitis dapat menyebabkan rambut rontok, bersisik, dan kemerahan pada kulit kepala.

Pengobatan yang paling umum untuk tinea capitis adalah obat antijamur yang diminum, seperti terbinafine (Lamisil), itraconazole (Sporanox), atau fluconazole (Diflucan). Obat-obatan ini efektif dalam banyak kasus, tetapi beberapa orang mungkin perlu meminumnya selama beberapa minggu atau bulan. Dalam beberapa kasus, griseofulvin ( Fulvicin) dapat diresepkan sebagai pengganti obat antijamur oral.

Pencegahan Tinea Capitis

Tinea capitis, infeksi jamur pada kulit kepala, adalah masalah umum pada anak-anak. Jamur yang menyebabkan tinea capitis disebut Trichophyton tonsurans. Ini dapat menyebar melalui kontak dengan orang atau hewan yang terinfeksi, atau dengan berbagi barang-barang pribadi seperti topi, sisir, dan sikat rambut.

Baca Juga!  Sisi-sisi Sampul Buku dan Fungsinya

Cara terbaik untuk mencegah tinea capitis adalah menjaga kepala anak Anda tetap bersih dan kering. Hindari berbagi barang-barang pribadi, dan ajari anak Anda untuk melakukan hal yang sama. Jika anak Anda telah didiagnosis dengan tinea capitis, pastikan untuk mengikuti instruksi dokter Anda untuk pengobatan.

Kesimpulan

Dokter anak harus mengetahui pilihan pengobatan terbaru untuk tinea capitis, yang meliputi agen antijamur oral baru dan kortikosteroid topikal. Sebagian besar kasus tinea capitis dapat diobati secara efektif dengan agen ini.

Sebuah studi baru-baru ini yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics menemukan bahwa agen antijamur oral baru, efinaconazole, lebih efektif daripada ketoconazole dalam mengobati tinea capitis. Penelitian ini melibatkan anak-anak berusia 2-12 tahun yang telah didiagnosis menderita tinea capitis. Penulis penelitian menemukan bahwa efinaconazole lebih efektif daripada ketoconazole dalam membasmi jamur dari kulit kepala dan mengurangi gejala.

Para penulis juga menemukan bahwa efinaconazole dapat ditoleransi dengan baik dan tidak menyebabkan efek samping yang serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *