Scroll untuk baca artikel
Hewan

Tahap Perkembangan Hewan: Fase Embrionik Hingga Faktor yang Mempengaruhi

Avatar
×

Tahap Perkembangan Hewan: Fase Embrionik Hingga Faktor yang Mempengaruhi

Sebarkan artikel ini
Tahap Perkembangan Hewan

Perkembangan hewan merupakan proses yang sangat menarik untuk dipelajari. Setiap spesies hewan memiliki tahap perkembangan yang unik, meskipun secara garis besar terdapat kesamaan di antara berbagai spesies.

Secara umum, tahap perkembangan hewan dapat dibagi menjadi dua fase utama, yaitu fase embrionik dan fase pasca embrionik. Dalam artikel ini kita akan membahas lebih detail mengenai masing-masing fase beserta contoh-contoh spesifik pada berbagai spesies hewan.

Fase Embrionik

Fase embrionik dimulai dari terbentuknya zigot, yaitu hasil pembuahan antara sel telur (ovum) dan sel sperma. Zigot kemudian akan mengalami pembelahan mitosis secara berulang-ulang sehingga jumlah selnya bertambah banyak.

Fase Embrionik

Beberapa tahap penting dalam fase embrionik antara lain:

Tahap Morula

Pada tahap ini, zigot yang semula hanya terdiri dari 1 sel telah membelah diri menjadi 16-32 sel. Bentuk embrio pada tahap ini menyerupai buah anggur, sehingga disebut morula.

Contoh hewan yang mengalami tahap morula antara lain pada embrio sapi. Embrio sapi akan mencapai tahap morula pada hari ke-4 setelah pembuahan.

Tahap Blastula

Selanjutnya embrio akan terus membelah diri hingga terbentuk rongga di dalam gumpalan sel. Tahap ini disebut blastula. Embrio ayam misalnya akan mencapai tahap blastula pada hari ke-2 setelah penetasan.

Rongga pada tahap blastula disebut blastosol. Blastosol ini nantinya akan berkembang menjadi rongga tubuh hewan.

Tahap Gastrula

Pada tahap gastrula, terjadi perpindahan sel-sel dari satu sisi ke sisi lain sehingga membentuk 3 lapisan utama pada tubuh embrio, yaitu:

Baca Juga!  Dinosaurus Pemotong Rumput Mesozoikum: Fakta dan Unik
  • Ektoderm: lapisan terluar yang akan berkembang menjadi sistem saraf & kulit
  • Mesoderm: lapisan tengah yang akan berkembang menjadi otot, tulang rawan, pembuluh darah, ginjal, jantung
  • Endoderm: lapisan dalam yang akan berkembang menjadi organ seperti paru-paru, hati, lambung

Contoh hewan yang sedang menjalani masa gastrula misalnya pada embrio katak dan [embrio ayam.

Organogenesis

Tahap selanjutnya adalah organogenesis, yaitu pembentukan berbagai organ dan sistem tubuh hewan dari ketiga lapisan embrio tersebut. Beberapa contoh organ yang terbentuk pada tahap ini antara lain otak, paru-paru, jantung, tulang, otot, mata, dan lainnya.

Fase Pasca Embrionik

Fase Pasca Embrionik

Fase pasca embrionik dimulai ketika hewan lahir atau menetas ke dunia luar. Beberapa peristiwa penting yang terjadi pada fase ini di antaranya:

Regenerasi Jaringan

Regenerasi merupakan kemampuan tubuh untuk memperbaiki atau mengganti jaringan tubuh yang rusak. Beberapa hewan memiliki kemampuan regenerasi yang menakjubkan.

Contohnya cacing tanah yang mampu tumbuh kembali walaupun tubuhnya terpotong. Ubur-ubur dan bintang laut juga dikenal memiliki kemampuan regenerasi tinggi.

Metamorfosis

Metamorfosis merupakan perubahan bentuk tubuh dari fase anakan menjadi dewasa. Perubahan yang terjadi biasanya sangat drastis. Contoh klasik metamorfosis terjadi pada kupu-kupu.

Kupu-kupu mengalami 4 tahap metamorfosis, yaitu telur -> ulat -> kepompong -> kupu-kupu. Katak juga mengalami metamorfosis dari berudu -> berkaki -> katak dewasa.

Masa Pubertas

Masa pubertas merupakan fase ketika alat reproduksi hewan mulai berkembang hingga siap digunakan untuk berkembangbiak. Pada unggas, pubertas ditandai dengan bertelurnya ayam betina dan ayam jantan mulai kokok.

Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Hewan

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan hewan antara lain:

Nutrisi

Nutrisi atau makanan sangat penting bagi pertumbuhan hewan. Kekurangan gizi akan menghambat pertumbuhan. Hewan muda seperti anakan memerlukan nutrisi lebih banyak untuk proses pertumbuhan.

Baca Juga!  Kenali 10 Sifat Ular

Air

Air diperlukan untuk metabolisme sel dan berbagai proses biologis dalam tubuh. Kekurangan air akan mengganggu fungsi organ tubuh.

Oksigen

Oksigen diperlukan untuk respirasi sel tubuh. Tanpa oksigen, sel-sel tubuh tidak dapat berfungsi dan bahkan bisa mati.

Cahaya Matahari

Cahaya matahari khususnya sinar UV diperlukan tubuh untuk memproduksi vitamin D. Kekurangan vitamin D akan menghambat pertumbuhan tulang.

Suhu Tubuh

Suhu tubuh yang stabil penting untuk metabolism sel. Perubahan suhu ekstrim dapat membahayakan fungsi organ tubuh.

Lingkungan

Kondisi lingkungan tempat tinggal hewan turut mempengaruhi pertumbuhan. Misalnya kotoran, polusi udara, atau iklim ekstrim.

Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan

Meski sering dipakai bergantian, sebenarnya pertumbuhan dan perkembangan memiliki perbedaan mendasar:

  • Pertumbuhan merujuk pada peningkatan ukuran fisik dan massa tubuh akibat pembelahan dan pembesaran sel. Contoh: bertambahnya berat badan, panjang tubuh.
  • Perkembangan merujuk pada perubahan bentuk dan fungsi organ akibat diferensiasi & spesialisasi sel. Contoh: perkembangan sistem saraf, pencernaan, pernapasan.

Jadi pertumbuhan bersifat kuantitatif (meningkatnya ukuran), sementara perkembangan bersifat kualitatif (meningkatnya kompleksitas). Keduanya saling berkaitan dalam siklus kehidupan hewan.

Penutup

Itulah pembahasan panjang lebar mengenai tahap perkembangan hewan beserta contoh spesifik pada berbagai spesies. Secara garis besar, tahap perkembangan hewan terbagi menjadi fase embrionik (sebelum lahir) dan fase pasca embrionik (setelah lahir/menetas).

Fase embrionik meliputi tahap morula, blastula, gastrula hingga organogenesis (pembentukan organ). Fase pasca embrionik ditandai regenerasi jaringan, metamorfosis, dan pubertas. Harapannya artikel ini bisa menambah wawasan para pembaca mengenai proses menakjubkan di balik perkembangan hewan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *