Scroll untuk baca artikel
Bisnis

Strategi Adopsi Sistem ERP Bagi Perusahaan Skala Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia

×

Strategi Adopsi Sistem ERP Bagi Perusahaan Skala Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia

Sebarkan artikel ini

Halo sobat! Hari ini kita akan membahas tentang Enterprise Resource Planning (ERP) dan bagaimana sistem ini bisa membantu UMKM di Indonesia untuk mengintegrasikan proses bisnis mereka. Yuk kita bahas dulu apa itu ERP.

Apa Itu ERP

ERP adalah sistem perangkat lunak yang dirancang untuk mengintegrasikan berbagai area fungsional dalam sebuah perusahaan seperti keuangan, sumber daya manusia, pengadaan, distribusi, dan lain-lain. Dengan ERP, proses bisnis bisa di-standarisasi, disederhanakan, dan diintegrasikan sehingga lebih efisien.

Nah, selama ini pemanfaatan ERP identik dengan perusahaan besar karena fiturnya kompleks dan harganya mahal. Tapi sebenarnya UMKM juga bisa memanfaatkan ERP lho! Kenapa? Karena dengan mengotomatisasi proses bisnis, UMKM bisa lebih efisien dan efektif dalam mengelola usahanya.

Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UMKM di Indonesia ada sekitar 64 juta unit usaha. Nah, dengan mengadopsi ERP, UMKM bisa mendapatkan keunggulan kompetitif untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pangsa pasar. Apalagi di era digital seperti sekarang, UMKM harus bisa mengikuti perkembangan teknologi agar tidak tertinggal.

“Semakin ketatnya kompetisi antara UKM dan perusahaan besar, UKM harus mencari keunggulan kompetitif yang dapat membantu mereka dalam meminimalkan biaya dan memaksimalkan keuntungan.” – [Penelitian tentang ERP untuk UMKM][4]

Tantangan Adopsi ERP bagi UMKM

Nah, meskipun ERP bisa memberikan banyak manfaat bagi UMKM, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam proses adopsinya. Tantangan utamanya adalah masalah biaya dan keterbatasan sumber daya IT.

Seperti yang kita tahu, sistem ERP yang lengkap dan terintegrasi itu harganya cukup mahal. Belum lagi biaya implementasi, pelatihan karyawan, dan maintenance yang harus dikeluarkan. Nah, ini jadi kendala besar bagi UMKM yang umumnya memiliki modal terbatas.

Selain itu, kebanyakan UMKM juga kekurangan sumber daya IT yang memadai untuk mengoperasikan dan memelihara sistem ERP. Padahal, tanpa dukungan IT yang baik, implementasi ERP bisa jadi kacau balau.

Tapi tenang aja, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan UMKM untuk mengadopsi ERP dengan biaya yang terjangkau dan sesuai dengan keterbatasan sumber daya mereka. Yuk kita bahas satu per satu!

Strategi Adopsi ERP untuk UMKM

1. Memanfaatkan ERP Berbasis Cloud/SaaS

Salah satu strategi yang bisa dipertimbangkan UMKM adalah memanfaatkan ERP berbasis cloud atau model SaaS (Software as a Service). Dengan model ini, UMKM tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk membeli lisensi software dan infrastruktur IT yang mahal. Mereka cukup membayar biaya berlangganan bulanan atau tahunan yang lebih murah.

Keuntungan lain dari ERP cloud adalah UMKM tidak perlu menyediakan sumber daya IT khusus untuk mengoperasikan dan memelihara sistemnya. Semuanya dikelola oleh penyedia layanan cloud.

Contoh solusi ERP cloud yang bisa dimanfaatkan UMKM antara lain Konektifa, Jurnal.id, dan Acepedia.

2. Memilih ERP Open Source

Alternatif lain yang bisa dipertimbangkan UMKM adalah menggunakan ERP open source yang gratis. Meskipun gratis, sistem ini tetap menawarkan fitur-fitur yang cukup lengkap untuk kebutuhan UMKM.

Biaya yang dikeluarkan hanya untuk implementasi, kustomisasi, dan dukungan teknis saja. Tentunya biayanya jauh lebih murah dibandingkan membeli lisensi ERP komersial.

Beberapa contoh ERP open source yang populer dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan UMKM antara lain:

  • Odoo
  • ERPNext
  • Adempiere
  • Apache OFBiz

Dari hasil [penelitian][4] yang membandingkan 10 sistem ERP open source, Adempiere dan Apache OFBiz dinilai paling sesuai dengan kebutuhan proses bisnis UMKM Indonesia.

3. Menggunakan ERP untuk UKM Khusus

Strategi lain adalah dengan menggunakan ERP yang dikhususkan untuk UMKM. Beberapa vendor menawarkan solusi ERP untuk UKM dengan fitur yang lebih sederhana dan harga yang lebih terjangkau dibandingkan ERP untuk perusahaan besar.

Contohnya ada Accurate Online yang menyediakan paket khusus ERP untuk UKM mulai dari Rp200 ribuan per bulan. Solusi ini sering kali lebih terjangkau karena hanya memiliki fitur yang relevan dengan industri UMKM.

4. Memulai dengan Modul Inti Dulu

Kalau memang masih kesulitan dengan biaya, UMKM bisa memulai dengan mengimplementasikan modul-modul inti ERP terlebih dahulu seperti akuntansi, inventori, dan penjualan. Setelah itu, modul lain bisa ditambahkan secara bertahap sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial perusahaan.

Dengan cara ini, UMKM tidak perlu mengeluarkan biaya besar sekaligus untuk mengimplementasikan sistem ERP yang lengkap. Prosesnya bisa dilakukan secara bertahap sesuai prioritas dan anggaran yang ada.

5. Memanfaatkan Bantuan Pemerintah

Beberapa negara menyediakan program bantuan atau insentif bagi UMKM yang ingin mengadopsi teknologi seperti ERP. Contohnya di Indonesia ada program P3-TERU dari Kementerian Koperasi dan UKM.

UMKM bisa memanfaatkan program-program tersebut untuk mendanai sebagian atau seluruh biaya implementasi ERP. Tentunya ini bisa sangat membantu UMKM yang memiliki keterbatasan finansial.

6. Mengoptimalkan Sumber Daya Internal

Terakhir, UMKM juga bisa mengoptimalkan sumber daya internal yang ada dengan memberikan pelatihan kepada karyawan untuk mengoperasikan dan memelihara sistem ERP. Ini bisa mengurangi biaya untuk mempekerjakan konsultan atau staf IT eksternal.

Meskipun memang dibutuhkan investasi waktu dan biaya untuk pelatihan, tapi dalam jangka panjang cara ini bisa lebih menghemat pengeluaran UMKM.

Kesimpulan

Nah, itulah beberapa strategi yang bisa diterapkan UMKM di Indonesia untuk mengadopsi sistem ERP sesuai dengan keterbatasan sumber daya dan finansial mereka. Dengan memanfaatkan teknologi ERP, UMKM bisa mengintegrasikan proses bisnis, meningkatkan efisiensi, dan mendukung pertumbuhan usaha ke depannya.

Meskipun ada tantangan biaya dan sumber daya IT, tapi jangan patah semangat dulu! Cobalah terapkan strategi-strategi di atas sesuai dengan kondisi UMKM kamu. Semoga berhasil ya!

Sekian dulu ya artikel kali ini. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel selanjutnya! Jangan lupa share jika kamu suka. Terima kasih!

Baca Juga!  New Public Management (NPM): 4 Kelebihan dan Kekurangannya dalam Manajemen Sektor Publik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *