Scroll untuk baca artikel
Biologi

Sel Hemosit Yang Berperan Dalam Sistem Imun Pada Serangga

Avatar
×

Sel Hemosit Yang Berperan Dalam Sistem Imun Pada Serangga

Sebarkan artikel ini
Sel Hemosit Yang Berperan Dalam Sistem Imun Pada Serangga

Sistem imun pada serangga sangat bergantung pada sel darah atau yang disebut hemosit. Hemosit merupakan komponen utama pertahanan tubuh serangga terhadap patogen dan benda asing yang masuk. Hemosit memiliki banyak fungsi vital bagi tubuh serangga seperti perbaikan luka, fagositosis, pembentukan nodul, enkapsulasi, degranulasi, dan produksi senyawa antimikroba.

Jenis-Jenis Hemosit pada Serangga

Terdapat beragam jenis hemosit pada tubuh serangga, antara lain:

Plasmatosit

Merupakan hemosit terbanyak dengan bentuk bulat atau oval. Berfungsi dalam fagositosis, enkapsulasi nodul, dan sintesis senyawa antimikroba. Memiliki banyak lisosom sebagai senjata melawan patogen.

Granulosit

Bentuknya bulat dengan banyak granula di dalam sitoplasma. Berfungsi dalam fagositosis dan degranulasi untuk melepaskan senyawa antimikroba. Granula mengandung enzim, peptide, dan protein pencegah mikroba.

Oenositoid

Berbentuk lonjong dengan inti besar. Berperan dalam fagositosis dan transport lipid serta hemoglobin. Banyak mengandung vesikel dan retikulum endoplasma.

Prohemosit

Merupakan hemosit muda yang belum berdiferensiasi. Berfungsi mengganti hemosit mati akibat melawan infeksi. Dapat berkembang menjadi jenis hemosit lain.

Spherule

Berbentuk bulat kecil dan padat. Mengandung banyak lipid dan berperan menyembuhkan luka dengan menutup robekan pada integumen.

Faktor yang Memengaruhi Hemosit

Beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah dan jenis hemosit pada serangga:

  • Siklus hidup serangga

Misal saat metamorfosis, jumlah hemosit meningkat untuk regenerasi jaringan

  • Aktivitas dan mobilitas

Serangga aktif memiliki hemosit lebih banyak daripada yang dorman

  • Paparan insektisida

Insektisida menekan jumlah hemosit dan melemahkan sistem imun serangga

Baca Juga!  Bagaimana Keanekaragaman Ekosistem Terbentuk
  • Infeksi patogen

Jumlah hemosit meningkat saat terjadi infeksi patogen untuk melawan penyakit

Mekanisme Pertahanan Hemosit

Hemosit memiliki beberapa mekanisme pertahanan tubuh serangga sebagai berikut:

Fagositosis

Fagositosis adalah proses granulosit dan plasmatosit memakan patogen hidup untuk dihancurkan di dalam tubuhnya.

Enkapsulasi Nodul

Hemosit membentuk kapsul padat untuk mengurung patogen besar yang tidak bisa difagosit.

Koagulasi Hemolimf

Hemosit menggumpal untuk menyumbat aliran hemolimf sehingga mencegah penyebaran patogen.

Degranulasi

Pelepasan senyawa antimikroba dari granula granulosit ke hemolimf untuk membunuh patogen.

Produksi Senyawa Humoral

Hemosit mensintesis senyawa seperti fenoloksidase, aglutinin, dan peptida antimikroba untuk melawan mikroba.

Kesimpulan

Hemosit memiliki peran sentral dalam sistem pertahanan alami serangga terhadap patogen dan benda asing. Beragam jenis hemosit saling mendukung satu sama lain dalam berbagai mekanisme eliminasi ancaman bagi tubuh serangga. Pemahaman menyeluruh tentang hemosit sangat penting untuk pengendalian hama serangga secara biologis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *