Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Sejarah Siklus Ekonomi di Indonesia

Avatar
×

Sejarah Siklus Ekonomi di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Sejarah Siklus Ekonomi di Indonesia

Ekonomi Indonesia telah mengalami pasang surut sepanjang sejarahnya. Kondisi politik, keamanan, dan faktor eksternal seperti krisis global kerap memengaruhi siklus ekonomi Indonesia. Mari kita telusuri perkembangan ekonomi Indonesia dari masa ke masa.

Masa Orde Lama (1945-1965)

Kondisi politik dan keamanan tidak stabil

Pasca kemerdekaan pada 1945, Indonesia masih dilanda konflik dengan Belanda yang ingin menjajah kembali. Selain itu, terjadi pemberontakan DI/TII dan gerakan separatisme di berbagai daerah seperti PRRI di Sumatera dan Permesta di Sulawesi. Kondisi ini sangat tidak kondusif bagi perekonomian.

Infrastruktur ekonomi rusak parah

Infrastruktur perekonomian seperti pelabuhan, jalan, jembatan, dan pabrik banyak yang rusak akibat Perang Dunia II. Hal ini menghambat distribusi dan perdagangan barang.

Stagnasi ekonomi dan inflasi tinggi

Akibat faktor-faktor di atas, perekonomian Indonesia pada 1950an mengalami stagnasi atau tidak berkembang. Bahkan inflasi mencapai 650% pada 1966, sangat tinggi dan merugikan masyarakat. Kondisi ini disebut stagflasi.

Masa Orde Baru (1966-1998)

Rehabilitasi ekonomi (1966-1970)

Pemerintahan Orde Baru di bawah Soeharto berupaya memulihkan stabilitas politik dan keamanan. Mereka juga melakukan rehabilitasi infrastruktur ekonomi yang rusak akibat perang.

Rencana Pembangunan Lima Tahun

Pada 1969, pemerintah mengeluarkan Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita) I dengan fokus pembangunan di sektor pertanian dan industri untuk mencapai swasembada pangan dan sandang. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi rata-rata mencapai 7% pada 1969 hingga 1990.

Baca Juga!  5 Contoh Penggunaan Probabilitas dalam Ilmu Ekonomi
TahunPertumbuhan Ekonomi
19697,8%
19707,9%
19809,9%
19909,0%
Tabel 1. Laju Pertumbuhan Ekonomi pada Masa Orde Baru

Desentralisasi ekonomi

Pada 1980an, pemerintah beralih dari sistem ekonomi sentralistik menjadi desentralistik dengan memberi otonomi yang lebih besar kepada daerah. Namun, krisis ekonomi melanda pada 1997-1998.

Masa Reformasi (1998-sekarang)

Pemulihan ekonomi pasca krisis

Reformasi politik dan ekonomi dilakukan pasca jatuhnya rezim Orde Baru pada 1998. Meski belum sepesat Orde Baru, ekonomi Indonesia mulai pulih dengan pertumbuhan rata-rata 5%. Ketahanan ekonomi juga membaik.

Fluktuasi pertumbuhan ekonomi

Walaupun lebih stabil, perekonomian Indonesia masih mengalami fluktuasi. Misalnya pertumbuhan melambat akibat krisis global 2008 dan resesi pada 2020 karena pandemi Covid-19.

TahunPertumbuhan Ekonomi
20106,2%
20165,0%
2020-2,1%
Tabel 2. Laju Pertumbuhan Ekonomi pada Masa Reformasi

Pola Siklus Ekonomi

Secara umum, perekonomian Indonesia mengikuti pola siklus 7-10 tahunan. Faktor eksternal seperti fluktuasi harga komoditas dan krisis global kerap memicu perlambatan bahkan kontraksi pertumbuhan. Sementara faktor internal seperti kondisi politik dan keamanan juga berpengaruh signifikan terhadap siklus ekonomi.

Misalnya, stagnasi ekonomi dan hiperinflasi pada Orde Lama dipicu oleh ketidakstabilan politik dan keamanan. Sementara pertumbuhan pesat di era Orde Baru didukung oleh stabilitas politik meski akhirnya bobol oleh krisis Asia 1997.

Demikian ulasan singkat mengenai sejarah siklus ekonomi Indonesia. Siklusnya sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal. Semoga artikel ini bermanfaat ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *