Membranophone adalah alat musik yang menghasilkan bunyi melalui getaran selaput tipis atau membran yang direntangkan di atas sebuah rangka. Selaput ini bisa terbuat dari kulit hewan, plastik, atau bahan sintetis. Ketika selaput dipukul, digesek, atau ditiup, getarannya menciptakan gelombang suara. Contoh membranophone yang paling umum adalah drum, kendang, rebana, tifa, dan tabla. Dalam klasifikasi Hornbostel-Sachs, membranophone adalah salah satu dari empat kategori utama alat musik, bersama idiofon, kordofon, dan aerofon.
Kata "membranophone" berasal dari bahasa Latin membrana (selaput tipis) dan bahasa Yunani phone (suara). Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Erich Moritz von Hornbostel dan Curt Sachs pada tahun 1914 dalam sistem klasifikasi alat musik yang masih digunakan hingga kini. Di Indonesia, istilah ini sering juga disebut membranofon.
Bagaimana Cara Kerja Membranophone?
Sumber bunyi membranophone berasal dari selaput yang direntangkan di atas rongga resonansi. Saat selaput dipukul, ia bergetar dan menggetarkan udara di dalam rongga tersebut. Semakin besar rongga dan semakin kencang selaput direntangkan, semakin tinggi nada yang dihasilkan. Inilah prinsip dasar yang berlaku pada semua alat musik jenis ini — dari kendang kecil sampai bass drum raksasa.
Beberapa membranophone seperti timpani bahkan bisa diatur nadanya dengan mengencangkan atau mengendurkan selaput menggunakan pedal atau tuas.
Jenis-Jenis Membranophone Berdasarkan Cara Memainkan
1. Struck Drums (Membranophone Pukul)
Ini adalah jenis yang paling umum. Bunyi dihasilkan dengan memukul selaput menggunakan stik, tangan, atau alat pemukul lainnya. Contoh:
- Timpani — drum besar orkestra dengan nada yang bisa diatur
- Snare Drum — drum dengan kawat di bawah selaput untuk suara khas
- Bass Drum — drum besar dengan suara rendah menggelegar
- Bongo dan Conga — drum tangan dari Amerika Latin
- Djembe — drum berbentuk piala dari Afrika Barat
- Kendang — drum tradisional Indonesia (Jawa, Sunda, Bali)
- Tifa — drum tradisional dari Papua dan Maluku
- Tabla — sepasang drum tangan dari India
2. Friction Drums (Membranophone Gesek)
Bunyi dihasilkan dengan menggesek selaput, bukan memukulnya. Teknik ini lebih jarang ditemui. Contoh:
- Cuica — drum gesek asal Brasil, sering digunakan dalam musik samba
- Lion's Roar — drum dengan tali yang digesek menghasilkan suara seperti auman singa
3. Singing Membranophones (Membranophone Tiup)
Jenis unik di mana suara manusia diubah oleh getaran selaput kecil di dalam alat. Contoh:
- Kazoo — alat kecil yang menghasilkan bunyi berdengung saat disenandungkan
- Mirliton — alat serupa kazoo yang digunakan dalam berbagai budaya
4. Frame Drums (Membranophone Bingkai)
Drum dengan bingkai dangkal di mana selaput direntangkan di satu sisi. Contoh:
- Tambourine — drum bingkai kecil dengan gemerincing logam
- Rebana — alat musik tradisional Melayu dan Islam yang sering digunakan dalam hadrah dan marawis
Contoh Membranophone Tradisional Indonesia
Indonesia memiliki kekayaan membranophone tradisional yang tersebar di berbagai daerah:
- Kendang (Jawa, Sunda, Bali) — drum dua sisi yang menjadi pengatur tempo utama dalam gamelan. Terbuat dari kayu nangka atau mahoni dengan selaput kulit kerbau atau kambing.
- Tifa (Papua, Maluku) — drum satu sisi berbentuk tabung panjang. Sering digunakan dalam upacara adat dan tarian perang. Selaputnya dari kulit rusa atau biawak.
- Rebana (Sumatera, Jawa, Melayu) — drum bingkai satu sisi yang erat kaitannya dengan budaya Islam. Digunakan dalam kesenian hadrah, marawis, dan kasidah.
- Gendang Beleq (Lombok) — drum besar khas Suku Sasak yang dimainkan secara berkelompok dalam upacara adat.
- Dol (Bengkulu) — drum besar berbentuk tabung pendek dengan selaput ganda.
- Gedombak (Riau, Sumatera Utara) — drum berbentuk piala dengan selaput kulit kambing.
Jika ingin mengenal alat musik tradisional Indonesia lebih dalam, baca juga tentang alat musik tradisional Jambi atau alat musik tradisional Sulawesi Tengah yang juga kaya akan membranophone khas daerah.
Apa yang Dimaksud dengan Membranophone?
Membranophone adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari getaran selaput tipis (membran) yang direntangkan. Menurut klasifikasi Hornbostel-Sachs, membranophone merupakan salah satu dari empat kategori utama alat musik dunia selain idiofon (getaran badan alat itu sendiri), kordofon (dawai), dan aerofon (udara).
Sebutkan Contoh Alat Musik Membranophone?
Contoh alat musik membranophone: drum, timpani, snare drum, bass drum, bongo, conga, djembe, tabla, kazoo, tambourine, kendang, tifa, rebana, gendang beleq, dol, dan gedombak.
Apa Perbedaan Membranophone dan Idiofon?
Perbedaan utamanya ada pada sumber bunyi. Membranophone menghasilkan bunyi dari getaran selaput yang direntangkan, sedangkan idiofon menghasilkan bunyi dari getaran badan alat itu sendiri tanpa membran atau dawai. Contoh idiofon: angklung, gong, triangle, marakas.
Alat Musik yang Menggunakan Selaput Tipis sebagai Sumber Bunyi Disebut?
Disebut membranophone atau dalam bahasa Indonesia disebut membranofon. Istilah ini mencakup semua alat musik yang menghasilkan bunyi melalui getaran membran, dari drum orkestra hingga kendang tradisional.
Apa Saja 4 Klasifikasi Alat Musik Menurut Hornbostel-Sachs?
Empat klasifikasi utama alat musik menurut sistem Hornbostel-Sachs adalah: idiofon (bunyi dari badan alat), membranofon (bunyi dari selaput), kordofon (bunyi dari dawai), dan aerofon (bunyi dari udara). Belakangan ditambahkan klasifikasi kelima: elektrofon (bunyi dari sirkuit elektronik).
Baca juga artikel tentang alat musik ritmis tradisional dan modern untuk memahami lebih jauh fungsi dan jenis alat musik berdasarkan ritmenya.