Scroll untuk baca artikel
Kimia

Memahami Rumus Kimia Senyawa

Avatar
×

Memahami Rumus Kimia Senyawa

Sebarkan artikel ini
Rumus Kimia Senyawa

Hai teman-teman, kali ini kita akan membahas tentang bagaimana sebenarnya rumus kimia itu menunjukkan jumlah atom setiap unsur penyusun suatu senyawa. Pembahasan ini cukup penting untuk dipahami agar kita bisa lebih mengerti sifat dan perilaku suatu senyawa.

Unsur dan Senyawa

Pertama, kita perlu paham perbedaan antara unsur dan senyawa.

Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan menjadi zat lain yang lebih sederhana. Contoh unsur antara lain hidrogen (H), oksigen (O), karbon (C), nitrogen (N), dan seterusnya. Total ada 118 unsur yang telah ditemukan.

Senyawa adalah zat yang tersusun dari dua unsur atau lebih yang bergabung secara kimia dalam perbandingan tetap. Contoh senyawa antara lain air (H2O), amonia (NH3), karbon dioksida (CO2), dan seterusnya.

Nah, setiap senyawa mempunyai rumus kimia tertentu yang menunjukkan unsur-unsur penyusun dan jumlah atomnya. Inilah yang akan kita bahas lebih lanjut.

Rumus Kimia Senyawa

Secara umum, rumus kimia senyawa dituliskan dengan susunan sebagai berikut:

A(a)B(b)

Dimana:

  • A dan B: simbol unsur penyusun
  • (a) dan (b): indeks/subskrip yang menunjukkan jumlah atom masing-masing unsur

Mari kita ambil contoh air, yang rumus kimianya H2O. Rumus ini mengindikasikan bahwa setiap molekul air tersusun atas:

  • 2 atom Hidrogen (H)
  • 1 atom Oksigen (O)
Rumus-kimia-air

Gambar di atas menunjukkan model atom untuk molekul air, sesuai dengan rumus kimianya.

Contoh lain, amonia dengan rumus NH3. Rumus ini berarti setiap molekul amonia mempunyai:

  • 1 atom Nitrogen (N)
  • 3 atom Hidrogen (H)
Baca Juga!  Fungsi dan Perbedaan Trayek Indikator pH

Begitu pula untuk senyawa lainnya seperti karbon dioksida (CO2), magnesium oksida (MgO), kalsium klorida (CaCl2) dan seterusnya. Rumus kimia senyawa selalu menunjukkan jenis dan jumlah atom penyusunnya.

???? Tips: Unsur selalu ditulis pertama kali menurut abjad, kecuali Hydrogen selalu ditulis paling depan jika ada.

Mengitung Jumlah Atom

Selain menunjukkan komposisi atom, rumus kimia juga bisa digunakan untuk menghitung berapa jumlah atomnya jika diketahui massa atau jumlah mol senyawa.

Misalnya dalam 3 molekul amonia NH3. Kita bisa hitung jumlah atomnya sebagai berikut:

  • Nitrogen (N) = 3 atom (karena setiap NH3 punya 1 atom N)
  • Hidrogen (H) = 3 x 3 = 9 atom (karena setiap NH3 punya 3 atom H)

Contoh lain, dalam 10 gram MgO (Magnesium oksida). Hitung jumlah atomnya:

  • Massa 1 mol MgO = 40 + 16 = 56 gram
  • Jadi 10 gram MgO setara dengan $\frac{10}{56}$ mol = 0,179 mol
  • Setiap 1 mol MgO mengandung:
  • 1 mol Mg = 6,02 x 1023 atom
  • 1 mol O = 6,02 x 1023 atom
  • Jadi 0,179 mol MgO mengandung:
  • 0,179 x 6,02 x 1023 atom Mg = 1,08 x 10 23 atom
  • 0,179 x 6,02 x 1023 atom O = 1,08 x 10 23 atom

Dengan cara seperti ini, rumus kimia dapat digunakan untuk menentukan jumlah atom, baik secara teori maupun berdasarkan data massa/mol tertentu.

Menentukan Rumus Kimia

Nah, bagaimana cara menentukan rumus kimia suatu senyawa?

Ada beberapa metode yang biasa digunakan:

1. Analisis Unsur Penyusun

Cara termudah adalah jika kita sudah tahu unsur-unsur apa saja yang menyusun senyawa tersebut. Misal diketahui suatu senyawa organik tersusun atas unsur Karbon, Hidrogen, dan Oksigen.

Lalu kita bisa lakukan analisis elemental untuk menentukan persentase massa setiap unsur penyusunnya. Dari situ bisa dihitung rasio atom setiap unsur dan diturunkan rumus kimianya.

2. Massa Molekul Relatif

Cara lain adalah dengan mengukur massa molekul relatif (Mr) senyawa, biasanya dengan spektrometri massa. Lalu dari nilai Mr-nya, kita bisa menurunkan rumus kimia yang mungkin.

Misal suatu senyawa organik memiliki Mr = 30. Kita bisa prediksi unsur penyusunnya adalah C, H, dan O. Dari kombinasi atom dengan Mr 30 didapat kemungkinan rumus adalah CH2O.

3. Difraksi Sinar-X

Metode difraksi sinar-X banyak digunakan untuk menentukan struktur molekul dan rumus kimia suatu senyawa, terutama senyawa anorganik dan polimer. Hasil difraksi berupa pola difraksi yang unik untuk setiap senyawa.

4. Resonansi Magnetik Nuklir

Spektroskopi NMR mampu mengidentifikasi jenis atom beserta lingkungannya dalam suatu molekul organik. Ini memudahkan penentuan rumus kimia senyawa organik yang tak diketahui.

Nah itu dia beberapa metode umum yang digunakan untuk menentukan rumus kimia suatu senyawa. Setelah diketahui rumus kimianya, kita bisa pahami dengan pasti komposisi dan jumlah atom penyusun senyawa tersebut.

Sekian pembahasan kita tentang bagaimana sebenarnya rumus kimia itu menunjukkan jumlah atom setiap unsur dalam suatu senyawa. Semoga teman-teman paham ya ????

Jika masih bingung atau ada pertanyaan, silakan komentar di bawah ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *