0
0 Comments

Sejumlah kasus bunuh diri serta pembunuhan dalam satu keluarga yang belakangan mencuat menjadi keprihatinan yang jangan dibiarkan agar tak terulang. Masyarakat perlu meningkatkan kepekaan secara sosial untuk mencegahnya. Hal itu disampaikan Pakar Sosiologi Universitas Airlangga (Unair) Bagong Suyanto, Rabu (13/12). “Masyarakat harus mengembangkan mekanisme deteksi dini untuk peka dan supaya mencegah korban jatuh,” kata Bagong ketika dihubungi.

Satu pekan terakhir, publik dihebohkan pembunuhan empat anak oleh sang ayah yang terjadi di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Selang beberapa hari, muncul kasus di Kabupaten Malang. Seorang guru di ditemukan tewas bersama istri dan seorang anaknya. Satu keluarga yang tinggal di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, itu diduga bunuh diri lantaran terkait hutang. Menurut Bagong, kasus yang terjadi baru-baru ini menunjukkan pentingnya kepekaan sosial warga untuk ditingkatkan. Dari kasus Jagakarsa, ada gejala child abuse sementara kasus di Malang erat kaitannya dengan tekanan kemiskinan.”Ada child abuse yang pararel dengan tingkat stres dan tekanan kemiskinan,” kata Bagong. (Z-8)
Berdasarkan wacana tersebut kerjakan soal berikut ini:
Jelaskan fenomena sosial maraknya bunuh diri satu keluarga sebagai bentuk perilaku menyimpang di atas dengan menggunakan perspektif structural!

Question is closed for new answers.
Frans Eka Selected answer as best 30/05/2024
Add a Comment