1. Analisis misi PT Telkom Indonesia menurut Drucker dan Modul 7
Dalam Modul 7, misi didefinisikan sebagai jawaban atas pertanyaan Drucker “what is our business?” untuk masa kini dan masa mendatang, yang menjelaskan keunikan perusahaan, produk, kebutuhan konsumen, segmen pasar, teknologi, falsafah, identitas, komitmen terhadap karyawan, dan tanggung jawab sosial. Misi PT Telkom Indonesia:[2]
“Mempercepat pembangunan infrastruktur dan platform digital yang inklusif dan berkelanjutan; mengembangkan talenta digital dan mendorong transformasi digital nasional; serta memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan melalui layanan digital yang andal dan inovatif” merefleksikan elemen-elemen misi yang dijelaskan di Modul 7.[3][1]
Berikut uraian tiap elemen misi menurut Modul 7 dan bagaimana misi Telkom mencerminkan elemen tersebut. Susunan elemen mengikuti penjelasan komponen misi yang “mutlak ada” menurut Suwarsono.[2]
a. Pelanggan
Modul 7 menjelaskan bahwa misi yang efektif harus menspesifikasikan siapa pelanggan atau segmen konsumen yang menjadi sasaran utama perusahaan, termasuk kelompok pengguna dan wilayahnya. Dalam konteks Telkom, pelanggan yang tersirat dan eksplisit adalah:[2]
- Masyarakat Indonesia secara luas, tercermin dari frasa “memajukan masyarakat” sebagai visi dan “inklusif” yang menekankan tidak mengecualikan kelompok tertentu, termasuk masyarakat di wilayah terpencil.
- Pelanggan ritel (rumah tangga dan individu) pengguna layanan internet tetap, seluler (melalui Telkomsel), dan layanan digital.
- Pelanggan korporat dan institusi (UMKM, perusahaan besar, dan sektor publik) yang memanfaatkan solusi digital dan konektivitas untuk transformasi digital mereka, sebagaimana tercermin pada tujuan “mendukung transformasi digital UMKM dan sektor publik”.
Dengan demikian, misi Telkom menjawab “who is the customer” melalui fokus pada masyarakat umum, pelanggan bisnis, dan pemerintah sebagai kelompok utama yang hendak dilayani.[4][3][2]
b. Produk / jasa
Modul 7 menekankan bahwa misi harus menjelaskan spesifikasi kebutuhan konsumen dan wujud riilnya dalam bentuk barang atau jasa yang ditawarkan perusahaan. Pada Telkom, produk/jasa yang tercakup dalam misi dan tujuan adalah:[2]
- Infrastruktur dan platform digital, yaitu jaringan fixed broadband, backbone, data center, cloud, dan berbagai platform digital yang menjadi fondasi layanan.[3][4]
- Layanan konektivitas digital dan internet broadband.
- Layanan seluler (melalui Telkomsel) dan layanan digital lain yang “andal dan inovatif”, termasuk layanan enterprise, solusi ICT, dan aplikasi/platform digital.
Misi “memberikan pengalaman terbaik melalui layanan digital yang andal dan inovatif” memperjelas bahwa “produk” Telkom bukan sekadar akses telepon, melainkan solusi digital berbasis jaringan dan platform.[4][3][2]
c. Pasar
Dalam Modul 7, komponen pasar mencakup spesifikasi segmen pasar sasaran dan wilayah pemasaran yang hendak dijangkau. Secara eksplisit, Telkom menargetkan:[2]
- Pasar nasional Indonesia, ditunjukkan oleh komitmen “memperluas akses konektivitas digital hingga ke wilayah terpencil di Indonesia” serta peran sebagai BUMN telekomunikasi nasional.
- Pasar UMKM dan sektor publik yang hendak ditransformasi secara digital.
- Pasar digital global potensial melalui pengembangan platform dan layanan digital yang dapat bersaing di kancah internasional, sebagaimana dinyatakan dalam profil Telkom yang berambisi menjadi perusahaan telekomunikasi digital terbaik di Indonesia yang berdampak signifikan secara internasional.[3]
Elemen pasar di misi Telkom dengan demikian menjawab “where do we compete” yaitu di pasar telekomunikasi dan digital Indonesia, dengan potensi ekspansi global.[4][3][2]
d. Teknologi
Modul 7 memasukkan teknologi sebagai komponen kunci misi, yaitu spesifikasi teknologi dan fungsi manajerial yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Transformasi Telkom dari telco konvensional menjadi digital telco menunjukkan pilihan teknologi inti perusahaan:[2]
- Teknologi jaringan telekomunikasi dan informasi (ICT) modern: fiber optic, 4G/5G, backbone nasional dan internasional, data center, dan cloud.
- Teknologi platform digital, seperti platform layanan OTT lokal, big data dan AI, serta platform integrasi solusi untuk pelanggan korporat dan pemerintah.
Misi yang berbunyi “membangun infrastruktur dan platform digital yang inklusif dan berkelanjutan” menunjukkan bahwa Telkom mengusung teknologi digital sebagai basis utama pemenuhan kebutuhan pelanggan, konsisten dengan penekanan teknologi pada misi menurut Modul 7.[3][4][2]
e. Filosofi (falsafah perusahaan)
Modul 7 menjelaskan bahwa falsafah perusahaan berisi nilai-nilai dasar, keyakinan, dan prinsip yang memandu tindakan perusahaan. Dalam misi Telkom terdapat beberapa indikator filosofi:[2]
- Kata “inklusif” menunjukkan nilai kesetaraan akses, bahwa layanan digital harus menjangkau berbagai lapisan dan wilayah.
- Kata “berkelanjutan” dan tujuan “pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan” menunjukkan filosofi keberlanjutan, yaitu tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek, tetapi juga keberlanjutan sosial dan lingkungan.
- Fokus pada “pengalaman terbaik kepada pelanggan” mencerminkan filosofi orientasi pelanggan dan kualitas layanan.
Filosofi ini selaras dengan modul yang menekankan pentingnya misi untuk mengekspresikan nilai dan alasan keberadaan perusahaan (reason for being).[2]
f. Konsep diri (self concept)
Menurut Modul 7, konsep diri adalah gambaran kejati-dirian atau identitas perusahaan, yaitu bagaimana perusahaan memandang dirinya dan keunggulan khas yang membedakannya dari pesaing. Konsep diri Telkom tercermin dalam:[2]
- Visi “menjadi digital telco pilihan utama untuk memajukan masyarakat”, yang menempatkan Telkom bukan hanya sebagai operator telekomunikasi, tetapi sebagai digital telco yang memimpin, menjadi pilihan utama, dan berperan aktif memajukan masyarakat Indonesia.
- Profil Telkom yang menyatakan tujuan “bertransformasi menjadi perusahaan telekomunikasi digital terbaik di Indonesia yang berdampak signifikan dalam kancah internasional” yang menegaskan konsep diri sebagai BUMN yang tidak hanya besar secara domestik tetapi juga relevan di tingkat internasional.[3]
Konsep diri ini memenuhi elemen self-concept dalam Modul 7, yaitu identitas dan keunikan yang membedakan Telkom dari operator lain.[2]
g. Citra publik dan tanggung jawab sosial
Modul 7 memasukkan tanggung jawab sosial dan citra publik sebagai komponen misi, yaitu bagaimana perusahaan ingin dipersepsikan oleh masyarakat dan komitmennya terhadap sosial-lingkungan. Telkom menegaskan citra publik dan tanggung jawab sosialnya melalui:[2]
- Komitmen memperluas akses konektivitas hingga wilayah terpencil di Indonesia, yang menunjukkan peran pembangunan dan pemerataan akses digital sebagai BUMN.
- Tujuan menciptakan pertumbuhan bisnis yang “ramah lingkungan” yang mencerminkan kepedulian pada isu lingkungan hidup dan keberlanjutan.
- Peran dalam mendorong transformasi digital nasional, termasuk UMKM dan sektor publik, yang memperkuat citra sebagai “enabler” pembangunan ekonomi dan sosial berbasis digital.
Hal ini sesuai dengan Modul 7 yang menekankan bahwa misi harus memuat tanggung jawab sosial terhadap masyarakat dan lingkungan serta citra yang ingin dibangun di mata publik.[2]
h. Kepedulian terhadap karyawan
Modul 7 menjelaskan bahwa salah satu komponen misi adalah komitmen terhadap karyawan, yang mencakup perhatian pada pengembangan, kesejahteraan, dan peran mereka dalam pencapaian tujuan perusahaan. Dalam misi dan tujuan Telkom, kepedulian ini tercermin terutama dalam:[2]
- Pernyataan “mengembangkan talenta digital” yang menunjukkan bahwa karyawan dan SDM internal diposisikan sebagai talenta digital yang perlu dikembangkan secara sistematis.
- Fokus Telkom pada transformasi digital yang menuntut peningkatan kompetensi karyawan, budaya kerja yang agile, kolaboratif, dan berorientasi hasil, sebagaimana dinyatakan dalam profil Telkom tentang pembangunan organisasi yang agile dan berbudaya pelayanan unggul.[3]
Dengan demikian, misi Telkom secara substansial telah mencakup komponen kepedulian terhadap karyawan sebagaimana ditekankan Modul 7, meskipun tidak selalu disebut secara eksplisit sebagai “kesejahteraan karyawan”, tetapi tercermin dalam fokus pengembangan talenta digital dan budaya organisasi.[3][2]
2. Tujuan intervensi korporat dalam transformasi digital Telkom dan pendekatan serta prasyarat keberhasilannya
Kegiatan Belajar 2 Modul 7 membahas “Intervensi Strategis Korporat: Konfigurasi dan Keunggulan Asuhan”. Di sana dijelaskan bahwa tugas pokok korporat ada dua:
1) Menentukan pilihan bisnis yang dimiliki.
2) Melakukan intervensi manajemen terhadap unit usaha strategik (SBU) yang dikelola.
Intervensi korporat dilakukan untuk membantu SBU membangun dan memelihara keunggulan bersaing, melalui konfigurasi yang selaras dengan karakter korporat dan unit usaha strategis. Dalam konteks transformasi digital PT Telkom Indonesia, intervensi korporat memiliki beberapa tujuan utama yang dapat dijelaskan dengan menggunakan kerangka Modul 7.[5]
a. Tujuan intervensi korporat dalam transformasi digital Telkom
Jika kerangka Modul 7 diterapkan pada Telkom sebagai korporat yang membawahi berbagai unit usaha (Telkomsel, IndiHome, bisnis enterprise, data center, platform digital, dan lain-lain), tujuan intervensi korporat dalam transformasi digital antara lain:
1. Menyelaraskan portofolio bisnis menuju digital telco
Modul 7 menjelaskan bahwa korporat harus menentukan pilihan bisnis yang dimiliki dan mengarahkan SBU pada konfigurasi keunggulan tertentu. Pada Telkom, intervensi korporat diarahkan untuk:
- Menggeser portofolio dari layanan telekomunikasi tradisional (voice dan SMS) ke broadband, platform digital, dan solusi digital.
- Menyatukan arah transformasi digital seluruh SBU agar selaras dengan visi “digital telco pilihan utama”.
2. Menciptakan sinergi dan keunggulan asuhan (parenting advantage) antar unit bisnis
Modul 7 menekankan bahwa peran korporat adalah menciptakan nilai tambah melalui intervensi, bukan sekadar sebagai layer birokratif yang menambah biaya dan memperlambat keputusan. Dalam transformasi digital Telkom, intervensi korporat bertujuan:
- Memadukan kekuatan jaringan (network) Telkom dengan kemampuan layanan seluler Telkomsel dan platform digital lainnya untuk menghasilkan bundling dan solusi integrated.
- Mengoptimalkan investasi infrastruktur digital (misalnya fiber, data center) sehingga dimanfaatkan oleh berbagai SBU, tidak terfragmentasi.
3. Mendorong transformasi digital nasional melalui peran sebagai BUMN
Sebagai BUMN, Telkom memiliki mandat publik selain orientasi bisnis. Intervensi korporat diarahkan agar unit-unit bisnis Telkom mendukung:
- Perluasan akses broadband ke daerah terpencil.
- Solusi digital bagi UMKM dan pemerintah, sehingga transformasi digital tidak hanya meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi juga mendukung kebijakan publik nasional.
4. Menjamin keberlanjutan dan profitabilitas jangka panjang di era digital
Modul 7 menekankan komitmen untuk bertahan hidup, pertumbuhan, dan laba sebagai komponen misi dan tujuan korporat. Intervensi korporat dalam transformasi digital Telkom diarahkan untuk:[2]
- Mengamankan sumber pendapatan baru berbasis digital, sehingga perusahaan tidak tergantung pada pendapatan tradisional yang menurun.
- Menjaga keseimbangan antara investasi besar di infrastruktur digital dan pencapaian kinerja keuangan yang sehat dan berkelanjutan, termasuk aspek ramah lingkungan.
b. Pendekatan intervensi korporat (konfigurasi) yang relevan bagi Telkom
Modul 7 menjelaskan bahwa intervensi korporat dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung, dan bahwa korporat dapat mengarahkan SBU untuk membangun keunggulan bersaing berdasarkan keunggulan biaya atau diferensiasi. Selain itu, literatur inisiasi dan diskusi EKMA4414 merangkum beberapa konfigurasi intervensi seperti: konfigurasi pengendalian (control), konfigurasi penciptaan (creative), dan konfigurasi perluasan (extension), yang dikaitkan dengan skala ekonomi dan sumber keunggulan berbasis pengetahuan.[6]
Jika konsep tersebut diterapkan ke Telkom, pendekatan intervensi yang relevan antara lain:
1) Intervensi langsung melalui pengendalian dan penetapan arah transformasi
- Korporat (holding Telkom) menetapkan strategi transformasi digital global: prioritas investasi (misalnya fiber backbone nasional, data center, layanan cloud), target pelanggan utama (UMKM, sektor publik, B2C), dan target kinerja.
- Korporat melakukan pengendalian melalui penetapan KPI, alokasi modal, monitoring proyek transformasi digital, dan campur tangan manajerial di SBU strategis.
Pendekatan ini sejalan dengan konfigurasi kontrol yang menekankan peran korporat sebagai pengendali utama keputusan strategis SBU.[6]
2) Intervensi tidak langsung melalui pembentukan sistem, budaya, dan platform bersama
- Korporat membangun platform bersama (shared services, sistem TI korporat, standar arsitektur digital) yang kemudian dimanfaatkan seluruh SBU.
- Korporat menumbuhkan budaya organisasi yang mendukung inovasi, kolaborasi lintas unit, dan pola kerja agile, sehingga SBU terdorong melakukan inovasi digital tanpa harus selalu diintervensi secara detil.
Ini mencerminkan intervensi yang lebih halus dan tidak langsung, melalui “soft mechanisms” seperti budaya dan sistem, yang dijelaskan dalam Modul 7 sebagai alternatif intervensi langsung.
3) Intervensi berbasis keunggulan biaya (cost-based configuration)
Pada area infrastruktur, Telkom dapat menggunakan intervensi korporat untuk:
- Mengintegrasikan pengadaan, operasi jaringan, dan infrastruktur agar tercapai skala ekonomi dan pengurangan biaya.
- Mendorong standardisasi teknologi dan proses untuk menekan biaya per unit kapasitas jaringan.
Konfigurasi ini relevan ketika korporat menargetkan keunggulan biaya melalui efisiensi dan skala ekonomi.[6]
4) Intervensi berbasis diferensiasi dan kreativitas (creative/extension configuration)
Pada level layanan digital dan solusi platform, Telkom memerlukan konfigurasi kreatif yang:
- Mendorong SBU mengembangkan layanan baru yang inovatif, misalnya solusi IoT, big data analytics, platform digital UMKM, dan layanan e-government.
- Memberi ruang otonomi tertentu kepada unit digital untuk bereksperimen dengan model bisnis baru, sambil tetap menjaga keselarasan dengan arah strategis korporat.
Konfigurasi ini membutuhkan intervensi korporat yang lebih bersifat fasilitatif dan transformasional, bukan sekadar kontrol.[6]
Dalam praktik, Telkom kemungkinan mengkombinasikan beberapa pendekatan tersebut: kontrol kuat di infrastruktur dan investasi besar (untuk efisiensi), serta pendekatan lebih kreatif dan otonom pada unit layanan digital dan inovasi. Ini sangat konsisten dengan konsep “konfigurasi intervensi korporat” di Modul 7.[6]
c. Prasyarat keberhasilan intervensi korporat dalam transformasi digital Telkom
Modul 7 menekankan bahwa setiap konfigurasi intervensi memiliki syarat keberhasilan yang berbeda, mulai dari kompetensi, budaya, hingga kepemimpinan. Berdasarkan penjelasan modul dan inisiasi, beberapa prasyarat penting dalam konteks Telkom adalah:
1) Kompetensi manajerial di tingkat korporat
Intervensi korporat hanya menciptakan nilai bila manajer korporat memiliki kompetensi yang cukup dalam:
- Memahami karakter industri telekomunikasi dan digital, dinamika teknologi, dan tren pasar.
- Mengelola portofolio bisnis, mengambil keputusan alokasi sumber daya, dan merancang struktur organisasi yang efektif.
Tanpa kompetensi, intervensi justru berpotensi menjadi pemborosan dan memperpanjang rantai pengambilan keputusan, sebagaimana diingatkan dalam Modul 7.[7]
2) Kesesuaian antara karakter korporat dan karakter SBU
Modul 7 menekankan bahwa keputusan konfigurasi intervensi harus mempertimbangkan tingkat kecocokan karakter korporat dengan unit usaha strategisnya. Dalam konteks Telkom:
- Unit-unit yang sangat digital dan inovatif (misalnya bisnis platform) mungkin memerlukan tingkat otonomi dan gaya kepemimpinan yang berbeda dari unit infrastruktur yang lebih stabil dan sangat terstandar.
- Jika pola intervensi tidak cocok (misalnya terlalu birokratis untuk unit yang harus lincah), maka keunggulan bersaing sulit terbentuk.
3) Budaya organisasi yang mendukung transformasi digital
Diskusi intervensi korporat di materi inisiasi menekankan pentingnya budaya yang sejalan dengan konfigurasi, misalnya efisiensi untuk konfigurasi skala dan budaya inovatif untuk konfigurasi kreatif. Pada Telkom, prasyarat budaya mencakup:[6]
- Budaya kolaboratif lintas unit, sehingga sinergi digital dapat tercapai.
- Budaya inovatif dan pembelajaran berkelanjutan, agar karyawan berani bereksperimen dengan solusi digital baru.
- Budaya pelayanan yang kuat kepada pelanggan, seperti dinyatakan dalam profil Telkom yang ingin memperkuat kultur pelayanan unggul.[3]
4) Model kepemimpinan yang sesuai dengan konfigurasi intervensi
Materi eksternal terkait Modul 7 menjelaskan bahwa konfigurasi pengendalian membutuhkan kepemimpinan yang tenang dan fokus, sementara konfigurasi kreatif dan perluasan menuntut kepemimpinan transformasional, pro-perubahan, berorientasi proses, jangka panjang, dan peduli pengembangan SDM. Dalam konteks Telkom:[6]
- Di area infrastruktur dan efisiensi, diperlukan pemimpin yang kuat dalam kontrol, disiplin eksekusi, dan efisiensi operasional.
- Di area inovasi digital dan platform, diperlukan pemimpin transformasional yang mendorong perubahan, inovasi, dan pengembangan talenta digital.
5) Sistem dan struktur organisasi yang mendukung koordinasi dan sinergi
Untuk memastikan intervensi korporat efektif, struktur organisasi Telkom harus:
- Jelas membedakan peran korporat (holding) dan SBU, tetapi pada saat yang sama menyediakan mekanisme koordinasi yang kuat (komite, forum sinergi, shared services).
- Memungkinkan pengambilan keputusan yang tidak terlalu lambat meskipun ada intervensi korporat, sehingga perusahaan tetap responsif terhadap perubahan teknologi dan pasar yang cepat di era digital.
Ini sejalan dengan peringatan Modul 7 bahwa kehadiran korporat tidak boleh melanggar asas efisiensi dan merusak keringkasan birokrasi.
6) Komitmen terhadap pengembangan talenta digital dan pengelolaan perubahan (change management)
Karena transformasi digital sangat bergantung pada kualitas SDM, prasyarat lainnya adalah:
- Program pengembangan talenta digital yang selaras dengan arah strategi korporat, sebagaimana dinyatakan dalam misi Telkom.
- Pengelolaan perubahan yang sistematis, termasuk komunikasi yang jelas, pelibatan karyawan, dan insentif yang mendorong perilaku sesuai strategi digital.
Jika prasyarat-prasyarat tersebut terpenuhi, intervensi korporat Telkom dalam transformasi digital berpotensi menciptakan “keunggulan asuhan” (parenting advantage) sebagaimana dijelaskan dalam Modul 7, sehingga kehadiran kantor pusat benar-benar menambah nilai, bukan sekadar menjadi lapisan birokratis.[7][6]
Citations:
[1] [EKMA4414 – Manajemen Strategik (Edisi 3) - Perpustakaan UT](https://pustaka.ut.ac.id/lib/ekma4414-manajemen-strategik-edisi-3/)
[2] [EKMA4414 Diskusi Sesi 6 | PDF | Karier & Perkembangan | Bisnis](https://it.scribd.com/document/546751936/EKMA4414-Diskusi-Sesi-6)
[3] [Profil dan Sejarah | Telkom](https://www.telkom.co.id/sites/profil-telkom/id_ID/page/profil-dan-riwayat-singkat-22)
[4] [Telkom Indonesia | Elevating Your Future](https://www.telkom.co.id)
[5] [Tugas Pokok Korporat dalam Manajemen Strategik | PDF - Scribd](https://www.scribd.com/document/691553057/Diskusi-6-Manajemen-Strategik)
[6] [Analisis Misi dan Intervensi Korporat PAMA | PDF - Scribd](https://id.scribd.com/document/802337107/Diskusi-6-MS)
[7] [Intervensi Korporat: Tujuan dan Prasyarat | PDF - Scribd](https://id.scribd.com/presentation/480638316/Inisiasi-6-EKMA-4414)
[8] [Telkom Indonesia - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas](https://id.wikipedia.org/wiki/Telkom_Indonesia)
[9] [Telkom Indonesia - Wikipedia](https://en.wikipedia.org/wiki/Telkom_Indonesia)
[10] [Sejarah PT Telkom Indonesia](https://www.kompas.com/stori/read/2022/12/27/140000079/sejarah-pt-telkom-indonesia)
[11] [BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Singkat ...](https://kc.umn.ac.id/id/eprint/24524/3/BAB_II.pdf)
[12] [BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN 2.1 ...](https://eprints.undip.ac.id/59615/2/BAB_II.pdf)
[13] [BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum PT. ...](http://etheses.uin-malang.ac.id/2450/8/08510055_Bab_4.pdf)
[14] [BAB II GAMBARAN UMUM PT. TELEKOMUNIKASI ...](https://repository.dinamika.ac.id/id/eprint/964/5/BAB%20II.pdf)
[15] [Telkom Indonesia](https://ms.wikipedia.org/wiki/Telkom_Indonesia)
[16] [PPT KEL 5 MANAJEMEN STRATEGIK.ppt - KELOMPOK 5 MODUL ...](https://www.collegesidekick.com/study-docs/22720543)
[17] [Manajemen Strategik : 1-9 / EKMA4414 / 3 SKS / Suwarsono](https://opac.ut.ac.id/detail-opac?id=41580)
[18] [Inisiasi Manajemen Strategik EKMA4414 | PDF - Scribd](https://id.scribd.com/document/543010929/MATERI-INISIASI-6-EKMA4414)
[19] [Analisis Misi Gojek dan Intervensi Korporat | PDF - Scribd](https://id.scribd.com/document/870739966/S-8-Diskusi-6-ekma4414-Manajemen-Strategik-devi-Lailatul-f)
[20] [Sesi 5 Manajemen Strategik tentang Pertumbuhan Pangsa Pasar ...](https://www.youtube.com/watch?v=ghwvFw4sRvw)