0
0 Comments

Adalah seorang pria bernama Delight Van seorang warganegara Belanda ingin menceraikan istrinya yang juga berkewarganegaraan Belanda. Saat itu keduanya tinggal di Cirebon, Indonesia. Delight mengajukan perkaranya ke Pengadilan Negeri Cirebon. Pengadilan Cirebon tidak mengabulkan permohonan perceraian Delight.

Delight kemudian pindah ke Islandia dan menaturalisasi diri (mengubah kewarganegaraannya menjadi warga negara Islandia), kemudian menikahi lagi dengan perempuan lain di Mesir. Dari pernikahan ini Delight dikaruniai seorang anak.

Istri pertama Delight pindah ke Belanda dan menjadi janda tanpa dia mengetahui jika dia sudah menjadi janda.

Beberapa tahun kemudian Delight meninggal dunia dan meninggalkan harta warisan.  Pertanyaanya:

  1. Apakah hakim Cirebon memiliki kompetensi untuk mengadili perceraian Deight dengan istri pertamanya?
  2. apakah anak dari istri kedua yang dinikahinya ini berhak atas warisan? Jawablah mengunakan teori Persoalan pendahuluan atau teori hak-hak yang di peroleh.
Question is closed for new answers.
Frans Eka Selected answer as best 04/06/2024
Add a Comment