Wuling seharusnya mengelola rantai pasok EV Van dengan pendekatan yang responsif tetapi tetap terkendali, karena produk ini masih baru, permintaan awalnya belum stabil, dan Wuling sudah membuka pre-book sebagai sinyal permintaan pasar. Di saat yang sama, karena EV Van akan diproduksi lokal di Cikarang dan tersedia dalam dua varian, Wuling perlu menyiapkan produksi, persediaan, dan distribusi secara terkoordinasi agar unit bisa dikirim tepat waktu sesuai urutan pesanan.[1][2]
1. Gunakan data pre-book sebagai dasar peramalan
Langkah pertama yang penting adalah menjadikan pre-book sebagai input utama untuk peramalan permintaan. Dalam manajemen rantai pasokan, peramalan dibutuhkan agar perusahaan bisa memperkirakan jumlah dan waktu permintaan secara lebih akurat, lalu menerjemahkannya ke rencana produksi, material, dan distribusi. Karena EV Van ditujukan untuk pasar bisnis, pola permintaannya bisa berbeda antarsegmen, jadi Wuling perlu memisahkan permintaan berdasarkan tipe pelanggan, wilayah, dan model Minibus atau Blind Van.[2][3][1]
Agar lebih efisien, Wuling sebaiknya memakai pendekatan demand sensing, yaitu membaca sinyal permintaan dari pemesanan awal, bukan hanya mengandalkan estimasi historis. Dengan cara ini, produksi tidak berisiko terlalu besar kelebihan stok, tetapi juga tidak kekurangan unit saat permintaan melonjak.[3][2]
2. Terapkan strategi push-pull
Untuk produk baru seperti EV Van, Wuling sebaiknya menggunakan strategi push-pull. Bagian hulu, seperti pengadaan komponen dan persiapan material utama, bisa dijalankan dengan sistem push berdasarkan rencana produksi, sedangkan bagian hilir, seperti final assembly dan distribusi unit ke pelanggan, lebih baik dibuat pull agar mengikuti pesanan aktual. Strategi ini cocok untuk kondisi permintaan yang belum sepenuhnya pasti karena memberi keseimbangan antara efisiensi dan responsivitas.[4][5][6]
Dalam praktiknya, Wuling dapat menetapkan titik penyangga atau decoupling point pada komponen kritis, lalu menyelesaikan konfigurasi akhir setelah pesanan masuk. Cara ini membantu perusahaan menjaga pelayanan tetap cepat tanpa harus menumpuk kendaraan jadi terlalu banyak di gudang.[6][4]
3. Kendalikan persediaan secara selektif
Wuling tidak harus menimbun semua item dalam jumlah besar. Yang perlu dijaga justru persediaan komponen yang paling berisiko menimbulkan bottleneck, misalnya bagian baterai, elektronik utama, atau komponen yang waktu pengadaannya panjang. Sementara itu, komponen standar dapat dipesan lebih fleksibel agar modal kerja tidak terlalu berat. Pengelolaan persediaan yang baik memang bertujuan menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang dan efisiensi biaya.[7][2]
Untuk produk komersial, tingkat ketersediaan unit harus tinggi karena pelanggan bisnis sangat sensitif terhadap keterlambatan. Karena itu, Wuling perlu menentukan safety stock yang proporsional, bukan sekadar sebesar mungkin, supaya pelayanan tetap terjaga tanpa membebani biaya simpan.[2][7]
4. Perkuat koordinasi pemasok
Lonjakan permintaan akan sulit dihadapi kalau pemasok tidak siap. Wuling perlu membangun kolaborasi yang erat dengan pemasok komponen utama agar pasokan bisa lebih stabil, lead time lebih pendek, dan informasi stok lebih transparan. BMP manajemen rantai pasokan menekankan pentingnya kolaborasi, integritas, risiko, dan teknologi informasi dalam menjaga kinerja rantai pasok.[8][2]
Wuling juga sebaiknya membuat perjanjian kapasitas dengan pemasok untuk komponen utama, terutama bila ada komponen EV yang pasokannya terbatas. Dengan begitu, perusahaan tidak hanya bergantung pada pembelian spot, tetapi punya kepastian kapasitas saat order meningkat.[9][10]
5. Sinkronkan produksi dengan distribusi
Karena EV Van diproduksi lokal di Cikarang, Wuling memiliki keuntungan dari sisi lead time dan kontrol kualitas. Namun, keunggulan ini hanya efektif jika penjadwalan produksi dan pengiriman disusun secara sinkron. Produksi harus mengikuti prioritas pesanan, lalu distribusi harus memakai urutan pengiriman yang jelas agar pelanggan bisnis menerima unit sesuai komitmen waktu.[1][2]
Wuling dapat menerapkan sistem order management yang terintegrasi dengan PPIC, gudang, dan jaringan distribusi. Dengan aliran informasi yang cepat, perusahaan bisa menyesuaikan jadwal produksi ketika ada lonjakan order, tanpa mengganggu pesanan yang sudah masuk lebih dulu.[3][2]
6. Bangun visibilitas digital
Rantai pasok yang baik membutuhkan data yang akurat dan real-time. Wuling sudah menunjukkan arah ini melalui kerja sama manajemen suku cadang yang menekankan operasi rantai pasok yang efisien dan pengelolaan data yang akurat. Prinsip yang sama sebaiknya diterapkan pada EV Van, mulai dari pemantauan bahan baku, status produksi, ketersediaan unit, sampai progres pengiriman.[11][2]
Dengan visibilitas digital, Wuling bisa mendeteksi masalah lebih awal, misalnya keterlambatan pemasok, antrean produksi, atau penumpukan di distribusi. Ini penting karena untuk pelanggan bisnis, keterlambatan kecil saja bisa berdampak pada operasional mereka.[10][2]
7. Kelola risiko dan gangguan
Karena EV Van adalah produk baru, Wuling harus menyiapkan rencana cadangan untuk risiko pasokan, produksi, dan distribusi. BMP menempatkan risiko dan gangguan sebagai bagian penting dalam manajemen rantai pasok, sehingga perusahaan perlu punya antisipasi terhadap keterlambatan bahan baku, lonjakan pesanan, dan gangguan logistik. Salah satu caranya adalah diversifikasi pemasok untuk komponen non-kritis dan menyiapkan buffer untuk komponen utama.[9][10][8][2]
Wuling juga perlu menetapkan prioritas pelayanan berbasis urutan booking dan segmen pelanggan. Dengan demikian, ketika kapasitas terbatas, perusahaan tetap bisa menjaga keadilan distribusi sekaligus mempertahankan reputasi layanan.[1][2]
8. Kesimpulan operasional
Secara keseluruhan, Wuling seharusnya mengelola rantai pasok EV Van dengan kombinasi peramalan berbasis pre-book, strategi push-pull, kontrol persediaan selektif, koordinasi pemasok, penjadwalan produksi lokal, dan distribusi yang berbasis data real-time. Pendekatan ini membuat perusahaan lebih siap menghadapi lonjakan permintaan tanpa mengorbankan efisiensi biaya dan ketepatan layanan.[10][4][7][2][1]
Dalam konteks tugas kuliah, inti jawabannya adalah bahwa rantai pasok Wuling harus dirancang bukan hanya untuk “bisa memproduksi”, tetapi juga untuk “bisa merespons permintaan dengan cepat, tepat, dan stabil”. Dengan begitu, EV Van dapat menjadi produk komersial yang tidak hanya menarik di pasar, tetapi juga kuat dari sisi operasional.[2][3]
Citations:
[1] [Wuling Tampilkan EV Van & Buka Pre-Book di PEVS 2025](https://wuling.id/id/blog/press-release/wuling-menampilkan-untuk-pertama-kali-ev-van-dan-sudah-membuka-pre-book-dalam-ajang-pevs-2025)
[2] [EKMA4371 – Manajemen Rantai Pasokan (Edisi 3) - Perpustakaan UT](https://pustaka.ut.ac.id/lib/ekma4371-manajemen-rantai-pasokan-edisi-3/)
[3] [Full Book Manajemen Rantai Pasok | PDF](https://id.scribd.com/document/582851419/FullBookManajemenRantaiPasok-1)
[4] [[PDF] Lecture 4- Supply Chain Strategy](http://samuellearning.org/scm/Lecture%204-%20SCM%20Strategy%202024.pdf)
[5] [A Comparative Study of Pull and Push Production Methods for ...](https://www.academia.edu/6239506/A_Comparative_Study_of_Pull_and_Push_Production_Methods_for_Supply_Chain_Resilience)
[6] [Decision support system for push–pull supply chains with multiple ...](https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S0167923619301009)
[7] [manajemen rantai pasokan](https://repository.bsi.ac.id/repo/files/443840/download/MANAJEMEN-RANTAI-PASOKAN.pdf)
[8] [Manajemen rantai pasokan | Pradita University Library](https://slims.pradita.ac.id/index.php?p=show_detail&id=3685)
[9] [Masa Depan Rantai Pasok Otomotif: Strategi Pasca-Pandemi](https://www.thetransicon.co.id/rantai-pasok-otomotif-global-strategi-pascapandemi/)
[10] [5 Tantangan dan Solusi Rantai Pasokan Otomotif Teratas | Logistik Logo](https://www.logos3pl.com/id/blog/top-5-automotive-supply-chain-challenges-and-solutions/)
[11] [Wuling Bermitra dengan DHL untuk Manajemen Suku Cadang](https://wuling.id/id/blog/press-release/wuling-bermitra-dengan-dhl-supply-chain-indonesia-dalam-manajemen-kesediaan-suku-cadang)
[12] [Rantai Pasok Industri Baterai Sel untuk Mobil Listrik (Electrical ...](https://mie.binus.ac.id/2021/09/20/analisis-penentuan-lokasi-fasilitas-dan-perumusan-rantai-pasok-industri-baterai-sel-mobil-listrik-ev-di-indonesia/)
[13] [Wuling EV Van Tampil Perdana di PEVS 2025](https://www.youtube.com/watch?v=qD3qV-A7ZqI)
[14] [Wuling & Pos Indonesia Hadirkan Logistik Ramah Lingkungan](https://wuling.id/id/blog/press-release/wuling-dan-pos-indonesia-berkolaborasi-untuk-hadirkan-layanan-logistik-ramah-lingkungan)
[15] [Wuling EV Van hadir di PEVS 2025 - Auto Jago Indonesia](https://autojago.com/news/wuling-ev-van-untuk-berbagai-kebutuhan-debut-di-pevs-2025)
[16] [Hadir Di PEVS 2025, Wuling Perkenalkan "EV VAN" - [Zona Bisnis]](https://www.youtube.com/watch?v=sQSS2Ys4DII)
[17] [Wuling EV Van Siap Jadi Andalan Logistik Sejauh 400 Km! - YouTube](https://www.youtube.com/watch?v=Akg64pjuUEU)
[18] [manajemen rantai pasok agribisnis](http://eprints.umg.ac.id/13953/1/Cover.pdf)
[19] [Manajemen Rantai Pasokan...](https://pustaka.ut.ac.id/lib/ekma4371-manajemen-rantai-pasokan-edisi-2/)
[20] [EKMA4371 Edisi1 | PDF - Scribd](https://id.scribd.com/document/477930631/EKMA4371-edisi1)