Read More
Pilihan Bisa Terasa Berbeda Padahal Sama, Ini yang Disebut Framing Effect
Psikologi

Pilihan Bisa Terasa Berbeda Padahal Sama, Ini yang Disebut Framing Effect

Framing effect adalah bias kognitif yang membuat cara penyajian informasi memengaruhi keputusan, walau isi faktanya sebenarnya sama.

MI
Mahmud Ilham
30 Jun 2026 4 menit
Pilihan Bisa Terasa Berbeda Padahal Sama, Ini yang Disebut Framing Effect

Isi artikel

Framing effect adalah kondisi ketika orang memberi respons berbeda pada informasi yang sebenarnya setara, hanya karena cara penyampaiannya berbeda. Dengan kata lain, keputusan bisa berubah bukan karena faktanya berubah, tetapi karena informasi itu dibingkai dengan sudut yang berbeda.

Contohnya sederhana: banyak orang merasa lebih tertarik pada kalimat 90% berhasil daripada 10% gagal, padahal maknanya bisa sama. Inilah sebabnya framing effect sering dibahas dalam psikologi, pemasaran, komunikasi, dan pengambilan keputusan.

Framing Effect Adalah Apa?

Framing effect adalah bias kognitif yang membuat cara penyajian informasi memengaruhi keputusan seseorang. Jadi, bukan hanya isi pesannya yang penting, tetapi juga bagaimana pesan itu ditulis, diucapkan, atau ditampilkan.

Konsep ini banyak dikaitkan dengan penelitian Daniel Kahneman dan Amos Tversky tentang pengambilan keputusan. Dalam pembahasan psikologi keputusan, framing effect menunjukkan bahwa manusia tidak selalu menilai pilihan secara netral, terutama saat informasi dibingkai sebagai keuntungan atau kerugian.

Cara Kerja Framing Effect

SituasiBingkai PositifBingkai Negatif
Produk90% pelanggan puas10% pelanggan tidak puas
KesehatanPeluang sembuh 80%Risiko gagal 20%
TabunganHemat Rp500 ribuRugi Rp500 ribu kalau tidak ambil

Walau inti informasinya bisa sama, reaksi orang sering berbeda. Bingkai positif cenderung terasa lebih aman atau menarik, sedangkan bingkai negatif bisa terasa lebih menekan atau menakutkan.

Contoh Framing Effect dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Promo dan diskon

Kalimat diskon 20% hari ini sering terasa lebih menarik daripada besok harga kembali normal, walau tujuannya sama-sama mendorong pembelian.

2. Pilihan makanan

Orang bisa lebih tertarik pada label rendah lemak daripada penjelasan yang menonjolkan bagian negatif, walau informasinya mirip.

3. Keputusan kerja atau bisnis

Usulan yang disampaikan sebagai potensi keuntungan kadang lebih cepat diterima dibanding usulan yang dibuka dengan risiko kerugian, meskipun analisis dasarnya sama.

4. Komunikasi sehari-hari

Ucapan kamu sudah hampir selesai bisa terasa lebih memotivasi daripada kamu masih kurang sedikit lagi, walau pesannya serupa.

Kenapa Framing Effect Bisa Terjadi?

Framing effect terjadi karena manusia tidak memproses keputusan secara murni logis setiap saat. Dalam banyak situasi, otak memakai jalan cepat untuk menilai apakah sesuatu terasa aman, menguntungkan, berisiko, atau merugikan.

Karena itu, kata-kata yang menekankan keuntungan dan kerugian bisa memicu respons emosional yang berbeda. Inilah alasan framing effect sering dikaitkan dengan cara manusia menimbang risiko.

Framing Effect dan Bias Kognitif

Framing effect termasuk bias kognitif karena penilaian kita bisa bergeser hanya akibat perubahan cara informasi dibungkus. Padahal, secara logika, dua pilihan yang setara seharusnya dinilai mirip.

Artinya, bias ini bukan berarti orang bodoh atau ceroboh. Justru ini menunjukkan bahwa keputusan manusia sering dipengaruhi konteks, emosi, dan cara informasi hadir di depan mereka.

Cara Mengurangi Pengaruh Framing Effect

  1. Ubah kalimat ke bentuk netral
    Coba lihat ulang informasi dengan angka atau fakta dasarnya.
  2. Bandingkan versi positif dan negatifnya
    Jika ada klaim 90% berhasil, tanyakan juga: berarti berapa persen yang tidak berhasil?
  3. Jangan buru-buru memutuskan
    Framing effect paling kuat saat keputusan dibuat cepat.
  4. Fokus pada data inti
    Lihat isi sebenarnya, bukan hanya cara promosi atau penyampaiannya.
  5. Minta sudut pandang lain
    Orang lain kadang lebih mudah melihat bahwa suatu pesan sedang dibingkai secara tertentu.

Apakah Framing Effect Selalu Buruk?

Tidak selalu. Dalam komunikasi, framing juga bisa dipakai untuk membuat pesan lebih mudah dipahami, lebih empatik, atau lebih memotivasi. Masalah muncul jika framing dipakai untuk mendorong orang mengambil keputusan tanpa benar-benar memahami informasinya.

Jadi, yang penting bukan sekadar menghindari semua framing, tetapi menyadari kapan sebuah bingkai membantu pemahaman dan kapan justru memelintir penilaian.

Bedanya Framing Effect dan Manipulasi

Framing effect adalah gejala psikologis: orang cenderung bereaksi berbeda terhadap bingkai pesan. Manipulasi adalah tindakan sengaja memakai bingkai tertentu untuk mengarahkan respons orang lain secara tidak seimbang. Keduanya bisa berkaitan, tetapi tidak selalu sama.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menilai Informasi

  • Terlalu fokus pada kata-kata menarik tanpa melihat angka dasarnya.
  • Mengira bingkai positif selalu berarti pilihan terbaik.
  • Langsung takut pada bingkai negatif tanpa memeriksa konteksnya.
  • Tidak membandingkan beberapa cara penyajian informasi.

Kalau Anda tertarik memahami pola perilaku dan keputusan lain, baca juga perilaku organisasi, arti fleksibel dalam pekerjaan, dan habit loop.

Kesimpulan

Framing effect adalah bias kognitif yang membuat cara penyajian informasi memengaruhi keputusan. Dua pesan yang sebenarnya setara bisa menimbulkan reaksi berbeda jika dibingkai secara positif atau negatif.

Dengan memahami efek ini, Anda bisa lebih tenang saat menerima informasi, lebih kritis saat membaca promosi, dan lebih sadar saat mengambil keputusan penting.

FAQ

Apa itu framing effect?

Framing effect adalah bias kognitif ketika keputusan berubah karena cara informasi disajikan, meski isi dasarnya sama.

Apa contoh framing effect?

Contohnya adalah orang lebih tertarik pada kalimat 90% berhasil daripada 10% gagal, walau maknanya setara.

Apakah framing effect hanya ada di iklan?

Tidak. Efek ini juga bisa muncul dalam kesehatan, pendidikan, pekerjaan, hubungan sosial, dan keputusan sehari-hari.

MI

Mahmud Ilham

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!