Potensi Identitas Manusia Indonesia dalam Menyongsong Society 5.0 Melalui Pendidikan

Akbar Fauziah

Potensi Identitas Manusia Indonesia dalam Menyongsong Society 5.0 Melalui Pendidikan

Hai teman, pernahkah kamu mendengar istilah “society 5.0”? Ini adalah sebuah konsep masyarakat masa depan di era digital dan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan internet of things. Di era society 5.0 ini, teknologi akan sangat terintegrasi dalam kehidupan manusia.

Lantas, bagaimana Indonesia bisa menyongsong society 5.0 ini? Salah satu kuncinya adalah melalui upaya pendidikan yang memanfaatkan potensi identitas manusia Indonesia. Yuk kita bahas lebih lanjut!

Identitas Manusia Indonesia sebagai Potensi

Sebelum membahas peran pendidikan, kita perlu pahami dulu apa saja yang menjadi potensi dari identitas manusia Indonesia. Identitas bangsa kita sangat kaya dan beragam, meliputi:

  • Keragaman suku – Indonesia memiliki lebih dari 300 suku/etnis dengan bahasa dan budaya masing-masing.
  • Keragaman agama – Mayoritas penduduk Indonesia memeluk agama Islam, namun kita juga mengakui 5 agama resmi lainnya.
  • Keragaman budaya – Setiap daerah di Indonesia memiliki budaya dan adat istiadat khas masing-masing.

Nah, keanekaragaman tersebut sebenarnya merupakan potensi dan kekayaan bangsa Indonesia yang dapat kita manfaatkan dalam menyongsong society 5.0. Dengan berbagai sudut pandang dan latar belakang yang berbeda, kita bisa menghasilkan inovasi dari perspektif yang luas.

Selain itu, identitas kita juga didasari oleh nilai-nilai luhur Pancasila yang tercermin dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu). Nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, tenggang rasa, dan kebersamaan ini sangat relevan untuk menjawab tantangan di era digital.

Peran Pendidikan dalam Membentuk Generasi Unggul

Nah, potensi identitas bangsa Indonesia tersebut perlu digali dan diasah melalui pendidikan agar kita bisa menghasilkan generasi unggul yang siap menyongsong society 5.0. Upaya pendidikan karakter di sekolah sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai luhur bangsa sejak dini.

Baca Juga!
Tujuan Kewirausahaan Untuk Siswa Dan Dunia Pendidikan

Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:

  • Internalisasi nilai-nilai Pancasila dan Profil Pelajar Pancasila – Guru perlu mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam proses pembelajaran sehari-hari di kelas.
  • Pendidikan kebhinekaan – Peserta didik perlu diajarkan untuk menghargai perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan.
  • Literasi digital – Memberi bekal kemampuan untuk menyaring dan mengolah informasi digital secara bijak dan bertanggung jawab.
  • Keterampilan abad 21 – Meliputi keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi.

Proses pendidikan karakter tersebut memerlukan dukungan dari berbagai elemen, seperti guru, peserta didik, orang tua, dan masyarakat. Sekolah perlu menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif agar proses internalisasi nilai-nilai berjalan efektif.

Selain pendidikan karakter, kurikulum yang relevan dengan kebutuhan di era digital juga diperlukan. Misalnya dengan memasukkan pembelajaran coding, kecerdasan buatan, robotika, dan data science. Platform digital dan teknologi AI juga bisa dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, namun tetap berlandaskan nilai-nilai luhur.

Dengan demikian, melalui pendidikan yang tepat, potensi identitas bangsa Indonesia bisa dioptimalkan untuk melahirkan generasi unggul di era society 5.0.

Tantangan yang Dihadapi

Meski memiliki banyak potensi, upaya mempersiapkan generasi Indonesia untuk society 5.0 tentu tidaklah mudah. Beberapa tantangan yang kita hadapi di antaranya:

  • Masih rendahnya mutu dan daya saing pendidikan Indonesia dibanding negara maju.
  • Ketimpangan akses pendidikan antara perkotaan dan pedesaan.
  • Kurangnya fasilitas dan sumber daya penunjang pendidikan di sekolah.
  • Perlunya peningkatan kompetensi guru terkait pendidikan di era digital.
TantanganSolusi Potensial
Rendahnya mutu pendidikanPeningkatan kualitas guru dan fasilitas pendidikan
Ketimpangan akses pendidikanPerluasan akses internet & platform digital
Minimnya fasilitas penunjangPeningkatan anggaran pendidikan oleh pemerintah
Peningkatan kompetensi guruPelatihan literasi & keterampilan digital
Tabel 1. Tantangan dan Solusi Pendidikan Menuju Society 5.0

Untuk menjawab tantangan tersebut, berbagai upaya perbaikan mutu dan akses pendidikan perlu dilakukan, seperti yang diuraikan pada tabel di atas. Dukungan pemerintah dan berbagai stakeholder juga diperlukan agar pendidikan Indonesia siap menyongsong society 5.0.

Baca Juga!
Gaya Kepemimpinan Menurut Teori Kontingensi Fiedler: Ketika Kepemimpinan Menyesuaikan Situasi

Kesiapan Sekolah Menghadapi Society 5.0

Lantas bagaimana dengan kesiapan sekolah kita saat ini dalam menyongsong society 5.0? Survei yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2021 lalu menunjukkan bahwa:

  • Baru 27% sekolah yang memiliki kesiapan cukup baik (siap)
  • Sebanyak 38% masih dalam tahap peralihan menuju kesiapan
  • Sisanya sebanyak 35% masih belum siap sama sekali

Dari hasil survei ini, terlihat bahwa sebagian besar sekolah di Indonesia saat ini masih belum siap untuk menyongsong society 5.0. Masih banyak upaya yang harus dilakukan terkait penyesuaian kurikulum, pengembangan fasilitas, dan peningkatan kompetensi guru.

Di sisi lain, beberapa sekolah unggulan di kota-kota besar sudah mulai menerapkan kurikulum dan pembelajaran yang sejalan dengan kebutuhan di era digital. Misalnya SMA Negeri 5 Jakarta yang sudah menerapkan sistem paperless dan memanfaatkan beragam platform digital dalam pembelajaran.

Sekolah-sekolah seperti ini bisa menjadi percontohan bagi upaya persiapan menyongsong society 5.0 bagi sekolah lainnya di Indonesia. Tentunya dengan berbagai penyesuaian sesuai kondisi masing-masing.

Penutup

Itulah ulasan panjang lebar mengenai potensi identitas manusia Indonesia dalam upaya menyongsong society 5.0 melalui pendidikan. Singkatnya, kebhinekaan dan nilai-nilai luhur Pancasila yang melekat pada identitas bangsa kita merupakan potensi dan landasan kuat untuk menghadapi era masyarakat digital masa depan.

Namun tentu saja diperlukan berbagai upaya termasuk melalui penyempurnaan ekosistem pendidikan agar potensi tersebut dapat terwujud. Kurikulum yang relevan, integrasi nilai-nilai kebangsaan, hingga peningkatan kompetensi guru adalah kuncinya.

Semoga ulasan artikel ini bisa menambah wawasan kita tentang tantangan dan peluang Indonesia dalam menyongsong society 5.0 ya. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Also Read

Bagikan:

Akbar Fauziah

Akbar Fauziah adalah seorang penulis lulusan sarjana komunikasi yang suka ngeblog dan menulis novel. Dia dikenal sebagai admin yang baik hati dan penulis kreatif. Akbar mampu menghasilkan tulisan-tulisan menarik dan berkualitas, serta memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan pembaca secara positif. Profilnya sebagai penulis yang berhati baik dan kreatif menjadikannya sosok yang dihormati dalam dunia tulis-menulis.

Tags

Tinggalkan komentar