Scroll untuk baca artikel
Rupa

Pertumbuhan Fisik Manusia: Perkembangan dari Janin hingga Dewasa

Avatar
×

Pertumbuhan Fisik Manusia: Perkembangan dari Janin hingga Dewasa

Sebarkan artikel ini
Pertumbuhan Fisik Manusia

Pertumbuhan fisik adalah proses bertambahnya ukuran dan massa tubuh manusia secara progresif dan irreversible yang dimulai sejak masa prenatal hingga akhir masa remaja. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai hal terkait tahapan dan faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan fisik manusia agar kita lebih memahami proses vital ini.

Pengertian Pertumbuhan Fisik Manusia

Secara sederhana, pertumbuhan fisik adalah bertambahnya ukuran, dimensi, dan massa tubuh secara kuantitatif yang dapat diukur. Beberapa parameter penting pertumbuhan fisik antara lain:

  • Tinggi badan
  • Berat badan
  • Massa otot
  • Massa lemak tubuh
  • Volume darah
  • Ukuran organ dalam tubuh

Pertumbuhan fisik dipengaruhi faktor genetik dan lingkungan. Perubahan dimensi tubuh ini bersifat tetap dan tidak dapat balik setelah tercapai ukuran maksimal. Berbeda dengan perkembangan, pertumbuhan fisik hanya berkaitan dengan perubahan kuantitatif saja.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi

Faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Fisik Manusia

Ada beberapa faktor utama yang menentukan pertumbuhan fisik manusia, antara lain:

Faktor Genetik

Faktor genetik menentukan batas potensi pertumbuhan individu. Misalnya potensi tinggi badan dan bentuk fisik ditentukan informasi genetik yang diwariskan dari orang tua. Namun faktor genetik bukan satu-satunya penentu, masih dipengaruhi faktor lain agar potensi genetik tercapai.

Faktor Hormon

Hormon pertumbuhan dan hormon tiroid sangat vital bagi regulasi pertumbuhan fisik. Kekurangan hormon ini bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan. Misalnya, kekurangan hormon pertumbuhan menyebabkan penyakit kerdil sedangkan kekurangan hormon tiroid berakibat kretinisme.

Baca Juga!  Maksimalkan Ruang Lingkup Kegiatan! Bahas Lengkap Disini
HormonFungsi
Hormon PertumbuhanMerangsang pertumbuhan tulang, otot, dan jaringan tubuh
Hormon TiroidMengatur metabolisme sel tubuh

Faktor Nutrisi

Gizi atau nutrisi berperan vital dalam proses pertumbuhan fisik terutama pada masa kanak-kanak. Kekurangan gizi, misalnya protein, vitamin, dan mineral dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan fisik. Sebaliknya, kelebihan gizi juga berisiko obesitas.

Faktor Kesehatan

Kondisi kesehatan yang buruk akibat penyakit kronis atau infeksi akut dapat mengganggu laju pertumbuhan. Demam berkepanjangan juga berdampak menghambat pertumbuhan.

Faktor Lingkungan

Kondisi lingkungan tempat tinggal juga berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik. Misalnya, iklim dingin cenderung menghambat sedangkan iklim tropis mendukung pertumbuhan fisik.

Faktor Aktivitas Fisik

Aktivitas fisik dan olahraga teratur bermanfaat mendukung pertumbuhan otot, tulang, dan kekuatan fisik secara optimal. Sebaliknya gaya hidup kurang gerak berisiko obesitas dan gangguan postur tubuh.

Tahapan Pertumbuhan Fisik Manusia

Secara garis besar, pertumbuhan fisik manusia melalui beberapa tahapan penting:

1. Masa Prenatal

Pertumbuhan fisik dimulai sejak pembuahan sel telur oleh sperma. Selama dalam kandungan, janin mengalami pertumbuhan fisik sangat cepat terutama organ-organ penting seperti otak, jantung, paru-paru, dan anggota gerak.

Janin dalam kandungan

2. Masa Bayi dan Balita

Pada masa bayi dan balita, laju pertumbuhan fisik sangat pesat terutama tinggi badan dan berat badan. Bayi bisa tumbuh 25-50 cm dalam setahun dan berat badan bisa 2-3 kali lipat.

UsiaBerat BadanTinggi Badan
Bayi Baru Lahir2,5 – 4 kg48 – 53 cm
1 tahun± 10 kg± 75 cm
2 tahun± 12 kg± 85 cm
3 tahun± 14 kg± 95 cm
Tabel: Pertumbuhan berat dan tinggi badan bayi dan balita rata-rata

3. Masa Kanak-kanak

Pada masa prasekolah (3-5 tahun), tinggi badan bertambah rata-rata 5-7 cm per tahun. Pertumbuhan melambat dibanding masa bayi dan balita namun terus berlanjut hingga 10 tahun baik tinggi badan maupun berat badan.

Baca Juga!  Perpustakaan Tradisional vs. Perpustakaan Digital: Meningkatkan Literasi Informasi di Era Digital

4. Masa Remaja

Pertumbuhan fisik kembali meningkat pesat saat memasuki masa remaja atau pubertas, terutama karena pengaruh hormon pertumbuhan dan hormon seks. Pada masa pubertas, tinggi badan remaja putri bisa bertambah hingga 25 cm dalam 2 tahun. Adapun remaja putra bisa tumbuh hingga 30 cm dalam 2 tahun masa ledakan pertumbuhan ini.

5. Masa Dewasa

Setelah mencapai usia 18-20 tahun, laju pertumbuhan fisik melambat kembali hingga akhirnya berhenti. Pada perempuan biasanya pertumbuhan fisik selesai 1-2 tahun lebih cepat dibanding laki-laki. Setelah masa dewasa, perubahan yang terjadi hanya komposisi jaringan tubuh saja misalnya peningkatan massa lemak dan penurunan massa otot dan tulang.

Itulah tahapan pertumbuhan fisik manusia dari janin hingga dewasa. Pemahaman tentang pertumbuhan fisik ini penting agar kita bisa memantau dan memastikan anak tumbuh secara optimal sesuai potensi genetiknya. Kuncinya tentu memenuhi kebutuhan gizi, aktivitas fisik, dan menjaga kesehatan anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *