Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) vs. Non-MBS: Persamaan dan Perbedaan

Avatar
×

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) vs. Non-MBS: Persamaan dan Perbedaan

Sebarkan artikel ini
Manajemen Berbasis Sekolah

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) adalah pendekatan desentralisasi dalam pengelolaan sekolah yang memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah untuk mengelola sumber daya dan pengambilan keputusan. MBS bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan melibatkan semua pihak terkait, termasuk kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, dan masyarakat. Namun, tidak semua sekolah menerapkan MBS.

Artikel ini akan membahas persamaan dan perbedaan antara sekolah yang melaksanakan MBS dan yang tidak, serta dampaknya terhadap kualitas pendidikan.

Persamaan

  1. Tujuan Pendidikan : Baik sekolah yang melaksanakan MBS maupun yang tidak, keduanya memiliki tujuan utama untuk memberikan pendidikan yang berkualitas kepada siswa.
  2. Kurikulum : Kedua jenis sekolah ini sama-sama menggunakan kurikulum nasional yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  3. Stakeholders : Keduanya memiliki pemimpin (kepala sekolah), guru, siswa, dan staf yang berinteraksi dalam proses belajar mengajar.
  4. Penilaian : Penilaian hasil belajar peserta didik di kedua jenis sekolah ini menggunakan sistem yang sama, yaitu penilaian berbasis standar nasional pendidikan.
  5. Kualifikasi Guru : Guru di kedua jenis sekolah harus memiliki kualifikasi yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Perbedaan

Pengelolaan dan Pengambilan Keputusan

  • Sekolah yang Melaksanakan MBS: Pengambilan keputusan dilakukan secara partisipatif, memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah untuk mengelola sumber daya, dan mendorong partisipasi warga sekolah dan masyarakat.
  • Sekolah yang Tidak Melaksanakan MBS: Pengambilan keputusan terpusat dan lebih subordinatif, dengan ruang gerak yang lebih kaku dan pendekatan yang lebih birokratis.

Fleksibilitas dan Kreativitas

  • Sekolah yang Melaksanakan MBS: Lebih fleksibel dalam mengelola program dan sumber daya, mendorong kreativitas dalam merancang program pembelajaran yang sesuai dengan potensi lokal.
  • Sekolah yang Tidak Melaksanakan MBS: Lebih fokus pada pelaksanaan program yang sudah ditetapkan tanpa banyak inisiatif untuk merumuskan program sendiri.
Baca Juga!  Pendidikan Karakter Dapat Diintegrasikan dengan Kurikulum SD

Struktur Organisasi

  • Sekolah yang Melaksanakan MBS: Memiliki struktur organisasi yang lebih datar dan mengutamakan pemberdayaan serta kerja tim yang cerdas.
  • Sekolah yang Tidak Melaksanakan MBS: Memiliki struktur organisasi yang lebih hierarkis dan mengutamakan pendelegasian tugas.

Penggunaan Sumber Daya

  • Sekolah yang Melaksanakan MBS: Menggunakan sumber daya secara efisien dan transparan, dengan rencana anggaran yang lebih realistis.
  • Sekolah yang Tidak Melaksanakan MBS: Cenderung menggunakan sumber daya tanpa efisiensi yang optimal.

Motivasi dan Kepemimpinan

  • Sekolah yang Melaksanakan MBS: Meningkatkan motivasi guru dan mengembangkan kepemimpinan baru di semua level, dengan fokus pada akuntabilitas dan partisipasi.
  • Sekolah yang Tidak Melaksanakan MBS: Lebih diatur dan kurang memberikan ruang untuk pengembangan kepemimpinan yang partisipatif.

Pendekatan Pembelajaran

  • Sekolah yang Melaksanakan MBS: Mengimplementasikan pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang terintegrasi dengan kurikulum.
  • Sekolah yang Tidak Melaksanakan MBS: Lebih fokus pada pendekatan pembelajaran yang sudah ditetapkan tanpa banyak integrasi dengan proyek-proyek lokal.

Dampak Implementasi MBS

Peningkatan Kualitas Pendidikan

Implementasi MBS dapat meningkatkan kualitas pendidikan melalui beberapa cara:

  1. Kemandirian dan Inisiatif Sekolah: Sekolah memiliki kebebasan untuk mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia, yang dapat meningkatkan mutu pendidikan.
  2. Partisipasi Warga Sekolah dan Masyarakat : MBS mendorong partisipasi aktif dari warga sekolah dan masyarakat dalam pengambilan keputusan, yang dapat meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab terhadap mutu pendidikan.
  3. Akuntabilitas : Dengan melibatkan berbagai pihak dalam pengambilan keputusan dan pelaporan, MBS meningkatkan akuntabilitas sekolah terhadap orang tua, masyarakat, dan pemerintah.
  4. Kompetisi Sehat : MBS mendorong kompetisi yang sehat antar sekolah dalam mencapai mutu pendidikan yang lebih baik.

Kesimpulan

Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) menawarkan banyak keuntungan dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui desentralisasi dan partisipasi aktif dari semua pihak terkait. Meskipun ada persamaan dalam tujuan dan kurikulum antara sekolah yang melaksanakan MBS dan yang tidak, perbedaan signifikan terletak pada pengelolaan, fleksibilitas, struktur organisasi, penggunaan sumber daya, motivasi, dan pendekatan pembelajaran. Dengan memahami persamaan dan perbedaan ini, sekolah dapat lebih bijak dalam memilih dan mengimplementasikan model manajemen yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks lokal mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *