Perlakuan Akuntansi Gaji Pokok dan Tunjangan Kerja Tenaga Kerja Pabrik

Frans Eka

Perlakuan Akuntansi Gaji Pokok dan Tunjangan Kerja Tenaga Kerja Pabrik

Hai teman, pernahkah kamu bertanya-tanya bagaimana perusahaan mencatat gaji karyawan pabriknya dalam pembukuan akuntansi? Ternyata ada perlakuan khusus dalam pencatatan gaji pokok dan berbagai tunjangan yang diberikan kepada para pekerja di pabrik.

Mari kita bahas lebih lanjut mengenai topik ini. Kuharap artikel ini bisa memberikan pemahaman yang lebih baik tentang akuntansi biaya khususnya terkait tenaga kerja pabrik.

Gaji Pokok sebagai Biaya Tenaga Kerja Langsung

Dalam akuntansi biaya, gaji pokok karyawan pabrik dicatat sebagai biaya tenaga kerja langsung . Biaya tenaga kerja langsung adalah biaya tenaga kerja yang secara signifikan berhubungan dengan produksi dan dapat ditelusuri secara langsung ke produk tertentu.

Gaji pokok merupakan imbalan dasar yang diberikan kepada karyawan sesuai dengan jabatan dan golongannya. Besaran gaji pokok biasanya telah ditetapkan dalam perjanjian kerja antara perusahaan dan pekerja.

Contoh gaji pokok:

  • Gaji bulanan operator mesin sebesar Rp 3.500.000
  • Upah harian buruh pabrik sebesar Rp 80.000

Mengapa gaji pokok harus dicatat sebagai biaya produksi? Karena gaji pokok dibayarkan kepada karyawan pabrik yang secara langsung terlibat dalam aktivitas produksi barang atau jasa. Oleh karena itu, gaji pokok dianggap sebagai biaya yang berkaitan langsung dengan produk.

Dengan mencatat gaji pokok sebagai biaya produksi, perusahaan dapat menghitung harga pokok produksi secara akurat. Selain itu, hal ini sesuai dengan prinsip akuntansi yaitu mencocokkan biaya terhadap pendapatan yang dihasilkan (matching cost against revenue).

Baca Juga!
Perbedaan Metode Langsung, Sekuensial, dan Simultan

Tunjangan Kerja sebagai Biaya Tenaga Kerja Tak Langsung

Tunjangan Kerja

Selain gaji pokok, perusahaan juga memberikan tunjangan-tunjangan tertentu kepada karyawan pabrik, seperti:

  • Tunjangan makan
  • Tunjangan transportasi
  • Tunjangan kesehatan
  • Bonus tahunan
  • dan lain-lain

Tunjangan-tunjangan ini dicatat sebagai biaya tenaga kerja tak langsung . Biaya tak langsung adalah biaya overhead pabrik yang tidak secara signifikan berhubungan dengan produk tertentu, tapi tetap mendukung proses produksi secara keseluruhan.

Berikut contoh pencatatan tunjangan kerja:

  • Biaya tunjangan makan karyawan Rp 10.000.000
  • Biaya tunjangan transport karyawan Rp 5.000.000
  • Biaya tunjangan kesehatan karyawan Rp 8.000.000

Mengapa tunjangan kerja dianggap sebagai biaya tak langsung? Karena tunjangan kerja diberikan untuk kesejahteraan karyawan secara umum, dan manfaatnya tidak hanya dirasakan pada produk tertentu. Oleh karena itu, tunjangan kerja dialokasikan sebagai biaya overhead.

Metode Alokasi Biaya Tenaga Kerja Tak Langsung

Metode Alokasi Biaya Tenaga Kerja Tak Langsung

Lalu bagaimana cara mengalokasikan biaya tenaga kerja tak langsung ke produk? Ada beberapa metode yang biasa digunakan:

  • Metode langsung, biaya dialokasikan berdasarkan jam kerja tiap departemen.
  • Metode tarif tenaga kerja, biaya dialokasikan berdasarkan tarif gaji per jam tiap departemen.
  • Metode unit produksi, biaya dialokasikan berdasarkan unit produk yang dihasilkan tiap departemen.

Pemilihan metode alokasi tergantung pada kebijakan akuntansi perusahaan. Metode langsung paling sederhana, tapi metode lain dianggap lebih akurat untuk perusahaan multiproduk.

Contoh Kasus

Berikut contoh bagaimana gaji pokok dan tunjangan dicatat dalam akuntansi biaya:

UraianJumlah
Gaji pokok operator mesinRp 50.000.000
Tunjangan makanRp 20.000.000
Tunjangan transportasiRp 10.000.000

Jurnal pengeluaran kas:

AkunDebitKredit
Biaya Tenaga Kerja LangsungRp 50.000.000
Biaya Overhead PabrikRp 30.000.000
KasRp 80.000.000

Dalam contoh di atas, gaji pokok sebesar Rp 50 juta dicatat sebagai biaya tenaga kerja langsung, sedangkan tunjangan sebesar Rp 30 juta dicatat sebagai biaya overhead pabrik.

Baca Juga!
Apa Itu Operational Cost?

Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa gaji pokok dan tunjangan kerja dicatat secara terpisah sesuai dengan klasifikasinya sebagai biaya langsung dan tak langsung. Hal ini penting agar biaya produksi teralokasi dengan tepat dan akurat.

Kegunaan Informasi Biaya Tenaga Kerja

Lalu untuk apa informasi biaya tenaga kerja ini dicatat dan dilaporkan secara terpisah? Informasi ini berguna untuk:

  • Menentukan harga pokok produk dengan akurat
  • Menghitung laba/rugi periode berjalan
  • Melakukan pengendalian biaya tenaga kerja
  • Mengevaluasi efisiensi penggunaan tenaga kerja
  • Membuat anggaran dan ramalan laba
  • Pengambilan keputusan jangka panjang terkait tenaga kerja

Dengan informasi biaya tenaga kerja yang memadai, manajemen dapat mengelola sumber daya perusahaan secara efektif dan menghasilkan keputusan bisnis yang tepat.

Kesimpulan

Itulah pembahasan mengenai perlakuan akuntansi terhadap gaji pokok dan tunjangan kerja karyawan pabrik. Gaji pokok dicatat sebagai biaya tenaga kerja langsung, sedangkan tunjangan-tunjangan dicatat sebagai biaya overhead pabrik. Pemisahan ini penting untuk menghasilkan informasi biaya tenaga kerja yang akurat guna pengambilan keputusan dan pengendalian biaya.

Semoga artikel ini bisa menambah pemahamanmu tentang akuntansi biaya. Selamat belajar dan semangat!

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar