Scroll untuk baca artikel
Rupa

Perbedaan Antara Turnitin, Plagiarism Checker, Unicheck, dan Plagramme

Avatar
×

Perbedaan Antara Turnitin, Plagiarism Checker, Unicheck, dan Plagramme

Sebarkan artikel ini
Perbedaan Antara Turnitin, Plagiarism Checker, Unicheck, dan Plagramme

Plagiarisme adalah masalah serius dalam dunia pendidikan dan penelitian. Oleh karena itu, berbagai perangkat lunak telah dikembangkan untuk membantu mendeteksi plagiarisme pada karya tulis. Beberapa yang paling populer adalah Turnitin, Plagiarism Checker, Unicheck, dan Plagramme. Meskipun semuanya bertujuan untuk mendeteksi plagiarisme, ada perbedaan penting di antara mereka.

Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan utama antara keempat alat deteksi plagiarisme ini, termasuk:

  • Penggunaan utama
  • Basis data
  • Fitur
  • Metode deteksi
  • Biaya

Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa memilih alat yang paling sesuai untuk kebutuhan institusi atau pribadi.

Penggunaan Utama

Perbedaan pertama antara keempat alat ini adalah di mana mereka paling banyak digunakan.

Turnitin dan Unicheck untuk Institusi Pendidikan

Turnitin

Turnitin dan Unicheck paling banyak digunakan di institusi pendidikan seperti sekolah, perguruan tinggi, dan universitas. Kedua alat ini menyediakan fitur khusus untuk mendukung proses pengajaran dan pembelajaran.

Misalnya, dosen bisa menggunakan Turnitin dan Unicheck untuk:

  • Menugaskan penulisan makalah atau esai
  • Menerima pengumpulan tugas secara online
  • Melakukan pemeriksaan plagiarisme pada tugas yang dikumpulkan
  • Memberikan umpan balik dan nilai pada tugas
  • Mengarsipkan tugas di database

Kedua alat ini juga bisa terintegrasi dengan sistem pembelajaran (learning management system) yang digunakan institusi pendidikan, seperti Moodle, Blackboard, Canvas, dll.

Dengan demikian, Turnitin dan Unicheck sangat membantu institusi pendidikan dalam mencegah dan mendeteksi plagiarisme.

Plagiarism Checker dan Plagramme untuk Penggunaan Umum

Sementara itu, Plagiarism Checker dan Plagramme lebih banyak digunakan di luar institusi pendidikan.

Baca Juga!  Dancow Batita vs Dancow Nutrigold: Mana yang Lebih Baik untuk Si Kecil?

Plagiarism Checker merupakan istilah umum untuk berbagai situs web dan perangkat lunak yang menyediakan pemeriksaan plagiarisme secara gratis atau berbayar. Plagiarism Checker bisa digunakan oleh siapa saja yang ingin memeriksa keaslian tulisan mereka.

Begitu pula dengan Plagramme yang menyediakan pemeriksaan plagiarisme gratis khusus untuk pendidik. Meskipun demikian, Plagramme juga bisa digunakan oleh penulis di luar institusi pendidikan.

Jadi, Plagiarism Checker dan Plagramme lebih ditujukan untuk penggunaan umum di luar institusi pendidikan.

Basis Data

Perbedaan kedua adalah basis data yang digunakan oleh masing-masing alat untuk membandingkan kemiripan teks.

Basis Data Luas Milik Turnitin

Keunggulan utama Turnitin adalah memiliki basis data sangat besar berisi miliaran halaman web, jurnal ilmiah, makalah, buku, dan konten daring lainnya.

Dengan basis data sebesar itu, Turnitin bisa melakukan pemeriksaan plagiarisme yang sangat komprehensif dan akurat. Turnitin juga terus memperbarui basis datanya untuk mendeteksi konten-konten baru.

Unicheck dan Basis Data Pihak Ketiga

Unicheck

Unicheck tidak memiliki basis data sendiri, tetapi menggunakan integrasi dengan basis data pihak ketiga. Beberapa mitra Unicheck antara lain ProQuest, Chegg, BiblioNevin, dan Perlego.

Dengan mengakses basis data mitra-mitranya, Unicheck bisa melakukan pemeriksaan plagiarisme dengan cakupan yang luas juga.

Plagiarism Checker dan Pencarian Web

Plagiarism Checker umumnya tidak memiliki basis data sendiri. Alat-alat ini biasanya melakukan pencarian web untuk mencari kemiripan teks dengan konten daring yang tersedia secara publik.

Beberapa Plagiarism Checker mungkin mengakses basis data daring terbatas milik penyedia layanan plagiarisme. Tetapi pada umumnya, Plagiarism Checker bergantung pada hasil pencarian web.

Plagramme dan Konten Terbuka

Sama seperti Plagiarism Checker, Plagramme juga tidak memiliki basis data sendiri. Plagramme melakukan pencarian web untuk mencari konten yang mirip.

Namun, Plagramme hanya membandingkan dengan konten daring yang bersifat terbuka dan dapat diakses secara gratis, tidak dengan konten berbayar seperti jurnal ilmiah.

Jadi dari segi basis data, Turnitin dan Unicheck unggul karena mengakses database konten yang sangat besar dan komprehensif.

Baca Juga!  Perkembangan Psikososial pada Anak Usia 5-12 Tahun

Fitur

Selanjutnya, kita bisa membandingkan fitur-fitur yang ditawarkan oleh masing-masing alat.

Fitur Lengkap Turnitin

Turnitin menyediakan fitur paling lengkap, terutama untuk institusi pendidikan. Beberapa fitur Turnitin antara lain:

  • Penugasan dan pengumpulan tugas
  • Penilaian otomatis berdasarkan rubrik
  • Umpan balik instant dan komentar pada tugas
  • Pelaporan kemiripan teks
  • Arsip tugas mahasiswa
  • Integrasi LMS
  • Basis data konten super lengkap

Dengan fitur-fitur tersebut, Turnitin sangat membantu institusi pendidikan dalam proses belajar mengajar dan mencegah plagiarisme.

Fitur Canggih Unicheck

Adapun Unicheck juga menyediakan banyak fitur canggih khusus untuk institusi pendidikan, seperti:

  • Penugasan dan pengumpulan tugas
  • Komentar dan umpan balik pada tugas
  • Beragam opsi pelaporan plagiarisme
  • Deteksi variasi plagiarisme dengan AI
  • Pemeriksaan plagiarisme batch
  • Integrasi LMS
  • API terbuka

Unicheck terus mengembangkan fitur AI (kecerdasan buatan) nya untuk mendeteksi plagiarisme dengan akurasi tinggi.

Fitur Terbatas Plagiarism Checker

Plagiarism Checker

Plagiarism Checker umumnya hanya menyediakan fitur dasar seperti:

  • Unggah dokumen
  • Periksa plagiarisme
  • Lihat laporan kemiripan
  • Simpan laporan kemiripan

Beberapa layanan premium mungkin menawarkan fitur tambahan seperti laporan kemiripan yang lebih detail. Tetapi secara umum, fitur Plagiarism Checker terbatas.

Fitur Sederhana Plagramme

Plagramme juga hanya menyediakan fitur dasar pemeriksaan plagiarisme secara gratis, seperti:

  • Unggah file
  • Periksa plagiarisme
  • Lihat persentase kemiripan
  • Unduh laporan PDF

Namun, menariknya Plagramme mendukung pengunggahan dan pemeriksaan hingga 10 file dalam satu permintaan. Ini berguna untuk membandingkan beberapa tugas sekaligus.

Metode Deteksi

Cara kerja masing-masing alat dalam mendeteksi plagiarisme juga berbeda satu sama lain.

Turnitin dan Pencocokan Pola

Turnitin menggunakan teknologi pencocokan pola (pattern matching) yang canggih untuk mendeteksi plagiarisme. Sistemnya membandingkan pola kalimat dan frasa pada teks yang diperiksa dengan pola pada basis datanya.

Dengan metode ini, Turnitin bisa mendeteksi plagiarisme meskipun pelakunya mengubah beberapa kata tetapi struktur kalimatnya sama.

Unicheck dan AI

Unicheck mengandalkan algoritma AI (kecerdasan buatan) untuk melakukan pemeriksaan plagiarisme. Algoritma AI ini secara cerdas bisa mendeteksi manipulasi sederhana yang dilakukan untuk menyembunyikan plagiarisme.

Baca Juga!  5 Struktur Kota berdasarkan Teori Inti Ganda: Memahami Pusat Bisnis dan Industri

Unicheck terus melatih dan meningkatkan algoritma AI nya agar bisa mendeteksi berbagai variasi plagiarisme dengan akurasi tinggi.

Plagiarism Checker dan Pencocokan Kata

Plagiarism Checker pada umumnya hanya melakukan pencocokan kata per kata antara teks yang diperiksa dengan teks dari sumber lain.

Metode ini rawan melewatkan plagiarisme yang disembunyikan dengan mengganti beberapa kata kunci, meskipun struktur kalimatnya sama.

Plagramme dan Pencocokan Frasa

Plagramme

Plagramme menggunakan teknik pencocokan berbasis frasa. Jadi tidak hanya mencocokkan kata per kata, tapi juga frasa dan kelompok kata.

Ini membuat Plagramme lebih baik dalam mendeteksi pengubahan kata-kata untuk menyamarkan plagiarisme.

Biaya

Yang terakhir, kita bisa membandingkan dari sisi biaya penggunaan.

Berbayar: Turnitin dan Unicheck

Turnitin dan Unicheck keduanya merupakan layanan berbayar, walaupun menawarkan akses gratis terbatas.

Institusi biasanya harus membayar langganan tahunan untuk mengakses fitur lengkap dan basis data premium dari Turnitin maupun Unicheck.

Harga bervariasi tergantung jumlah pengguna dan fitur yang diaktifkan. Untuk institusi pendidikan besar, biaya langganan bisa mencapai puluhan ribu dolar AS per tahun.

Gratis: Plagiarism Checker

Banyak layanan Plagiarism Checker yang gratis untuk penggunaan pribadi, meskipun ada juga yang berbayar.

Umumnya situs Plagiarism Checker menawarkan sejumlah pemeriksaan gratis per hari, dan pengguna harus membayar untuk pemeriksaan tambahan atau fitur premium.

Gratis dan Berbayar: Plagramme

Plagramme menawarkan pemeriksaan plagiarisme gratis, tetapi juga memiliki opsi berbayar.

Pada versi gratis, pengguna bisa mengunggah dan memeriksa hingga 10 file sekaligus. Namun, laporan kemiripan hanya menunjukkan persentase keseluruhan, tanpa detail sumber kemiripan.

Untuk mendapatkan laporan detail, pengguna harus membayar biaya tambahan. Biaya ini bervariasi tergantung jumlah halaman dan tingkat detail yang diinginkan.

Kesimpulan

Jadi, itulah perbedaan utama antara Turnitin, Plagiarism Checker, Unicheck, dan Plagramme.

Turnitin dan Unicheck lebih banyak digunakan di institusi pendidikan, dengan fitur lengkap dan basis data yang luas. Keduanya juga menggunakan teknologi canggih untuk mendeteksi plagiarisme, tetapi biayanya cukup tinggi.

Sementara itu, Plagiarism Checker dan Plagramme lebih ditujukan untuk penggunaan umum. Keduanya menawarkan pemeriksaan plagiarisme gratis, tetapi fitur dan basis data mereka lebih terbatas.

Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa memilih alat deteksi plagiarisme yang paling sesuai dengan kebutuhanmu. Ingatlah bahwa mencegah plagiarisme adalah tanggung jawab kita semua, baik sebagai penulis, pendidik, maupun peneliti.

Semoga artikel ini bermanfaat dan membantu kamu dalam memahami perbedaan antara Turnitin, Plagiarism Checker, Unicheck, dan Plagramme. Selamat menulis dan selalu jaga keaslian karya tulis kamu!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *