Scroll untuk baca artikel
Rupa

Pentingnya Penyusunan SKP bagi ASN dan PPPK

Avatar
×

Pentingnya Penyusunan SKP bagi ASN dan PPPK

Sebarkan artikel ini
Pentingnya Penyusunan SKP bagi ASN dan PPPK

Hai Teman, apa kabar? Semoga baik-baik saja ya. Nah, kali ini gue mau sharing tentang SKP atau Sasaran Kinerja Pegawai. Sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara) atau PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja), lo pasti udah ngerti kan apa itu SKP?

Singkatnya, SKP adalah target atau sasaran kerja tahunan yang harus dicapai oleh setiap pegawai. Nah, memangnya apa sih pentingnya SKP ini? Kenapa setiap tahun kita harus bikin SKP yang isinya target-target kerja?

Mafaat Penyusunan SKP

Memberikan Kerangka Kerja

Pertama, SKP itu penting karena bisa memberikan kerangka kerja yang jelas buat kita dalam menjalankan tugas. Dengan adanya SKP, kita jadi punya pedoman tentang apa aja yang harus diselesaikan dalam 1 tahun ke depan. Jadi fokus kerja kita jadi lebih terarah gitu.

Kutipan dari Pak Budi, salah satu pegawai di instansi pemerintah:

“Dengan adanya SKP, saya jadi punya target-target kerja yang harus dicapai selama setahun ke depan. Jadi bisa fokus mengerjakan hal-hal yang memang sudah ditetapkan sebagai prioritas.”

Meningkatkan Akuntabilitas

Kedua, SKP juga penting untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi kinerja kita sebagai ASN atau PPPK. Lewat SKP, atasan dan rekan kerja bisa ngeliat target apa aja yang udah kita capai.

Jadi hasil kerja kita jadi lebih terukur dan bisa dipertanggungjawabkan. Kita gak bisa sembarangan nganggur atau males-malesan, karena ada target yang mesti dicapai.

Evaluasi dan Pengembangan Kinerja

Ketiga, SKP juga berguna buat mengevaluasi dan ngembangin kinerja kita. Lewat SKP, atasan bisa ngeliat apakah kita udah mencapai target yang ditetapkan atau belum.

Kalo ternyata ada target yang belum tercapai, berarti atasan bisa mengidentifikasi kelemahan kita dan kasih arahan atau pelatihan yang dibutuhin buat perbaikan.

Jadi intinya SKP bisa bikin kinerja kita makin hari makin membaik karena ada evaluasi dan pengembangan berkelanjutan.

Evaluasi Kinerja

Dasar Pembinaan Karir

Selanjutnya, SKP juga penting sebagai dasar objektif buat pembinaan karir PNS. Hasil capaian SKP bisa jadi bahan pertimbangan buat promosi jabatan, kenaikan pangkat, pemberian insentif atau punansi, dan hal-hal lain terkait pengembangan karir.

Jadi SKP bisa ngurangin unsur subjektivitas dalam penilaian kinerja PNS. Karena ada data dan bukti capaian kerja yang jelas setiap tahunnya.

Berikut adalah tabel ringkasan manfaat penyusunan SKP:

ManfaatPenjelasan
Memberikan kerangka kerjaSKP memberikan sasaran dan target kerja yang jelas
Meningkatkan akuntabilitasSKP menciptakan transparansi kinerja yang terukur
Evaluasi dan pengembangan kinerjaSKP memudahkan identifikasi kelemahan dan pemberian arahan perbaikan
Dasar pembinaan karir PNSSKP menjadi bahan objektif pertimbangan promosi, kenaikan pangkat, insentif, dll

Nah, itu dia beberapa manfaat utama dari adanya SKP bagi kita sebagai ASN dan PPPK. Jadi jangan anggap remeh ya Pembuatan SKP tiap tahunnya.

Langkah-Langkah Penyusunan SKP

Terus, gimana sih cara bikin SKP yang baik dan benar? Ada beberapa langkah praktis yang bisa kita ikuti, di antaranya:

Pahami Aturan dan Pedoman SKP

Langkah pertama tentu saja kita harus paham dulu aturan dan pedoman terkait SKP ini. Bisa baca Permenpan RB Nomor 30 Tahun 2019 dan SE Menpan RB Nomor 9 Tahun 2019 yang ngatur tentang SKP.

Intinya, kita harus paham kriteria dan mekanisme penyusunan SKP yang bener menurut aturan.

Pahami Aturan SKP

Lakukan Analisis Jabatan

Kedua, lakukan analisis jabatan yaitu pahami jobdesc kita sebagai PNS/PPPK. Apa sih tugas pokok dan fungsi kita sehari-hari? Ini penting biar nanti bikin target SKP-nya tepat sasaran.

Tetapkan Target Terukur

Ketiga, tetapkan target kinerja yang terukur dan realistis. Jangan asal bikin target, tapi bener-bener target yang bisa diukur pencapaiannya dan realistis buat diselesaikan dalam 1 tahun.

Contoh target yang bagus misalnya:

  • Menyelesaikan 12 laporan bulanan tepat waktu
  • Mempublikasikan 10 artikel di media online selama 1 tahun
  • Melakukan sosialisasi ke 10 instansi mitra kerja

Begitu, targetnya spesifik, terukur, dan realistis.

Lakukan Dialog

Keempat, lakukan dialog antara bawahan (kita) dengan atasan terkait draft SKP yang udah kita buat. Kita perlu konfirmasi dari atasan apakah target yang ditetapkan udah sesuai ekspektasi dan arahan beliau atau belum.

Jadi jangan langsung final SKP sebelum dikonfirmasi dan disetujui sama atasan.

Rumuskan Draft

Kelima, setelah draft SKP disetujui atasan, baru deh kita bisa merumuskan draft final SKP 1 tahun ke depan.

Usahakan draft SKP maksimal selesai sebelum akhir Januari, biar bisa langsung dijalankan untuk target tahun berjalan.

Lakukan Finalisasi

Keenam, lakukan finalisasi dan penandatanganan SKP oleh kita dan juga atasan. Nah, dengan begini SKP resmi berlaku dan bisa mulai kita jalankan target-targetnya.

Itu dia langkah-langkah praktis yang bisa kita ikuti saat menyusun SKP tiap tahunnya. Gampang kan?

Penutup

Yak, itu dia pembahasan panjang lebar tentang SKP dan manfaatnya buat kita sebagai ASN atau PPPK. Intinya, SKP itu penting banget buat bikin kinerja kita makin optimal dan berkualitas.

Jadi, mulai sekarang jangan males-malesan lagi ya saat disuruh bikin SKP tiap tahunnya. Anggap aja itu kesempatan bagus buat fokus kerja dan kembangin karir ke depannya.

Oke deh, semoga artikel ini bermanfaat ya Buat kita semua. Sampai jumpa di sharing-sharing berikutnya!

Baca Juga!  4 Cara Membuat Lemari Sudut Aluminium Dengan Mudah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *