Scroll untuk baca artikel
Ekonomi

Pengantar Kurva Penawaran Agregat Jangka Panjang

Avatar
×

Pengantar Kurva Penawaran Agregat Jangka Panjang

Sebarkan artikel ini
Pengantar Kurva Penawaran Agregat Jangka Panjang

Hai teman-teman, kali ini kita akan membahas tentang salah satu konsep penting dalam ilmu ekonomi makro yaitu kurva penawaran agregat jangka panjang (long run aggregate supply/LRAS).

Sebelum masuk ke pembahasan lebih detail, izinkan saya menjelaskan secara singkat apa itu kurva penawaran agregat. Kurva penawaran agregat menggambarkan hubungan antara tingkat harga dan output total (barang & jasa) yang diproduksi suatu perekonomian pada periode tertentu. Ada dua jenis kurva penawaran agregat:

  1. Kurva penawaran agregat jangka pendek
  2. Kurva penawaran agregat jangka panjang

Nah, pada artikel ini kita akan fokus membahas konsep dan karakteristik yang kedua, yaitu kurva penawaran agregat jangka panjang beserta faktor-faktor yang memengaruhinya.

Konsep dan Karakteristik Kurva LRAS

Secara sederhana, kurva LRAS menggambarkan total output maksimum jangka panjang yang mampu diproduksi perekonomian pada berbagai tingkat harga.

Konsep dan Karakteristik Kurva LRAS

Berikut adalah 3 karakteristik utama dari kurva LRAS:

1. Vertikal pada Tingkat Output Potensial

Ciri khas paling penting dari LRAS adalah bahwa kurva ini vertikal pada tingkat output tertentu yang disebut tingkat output potensial (potential output).

Apa itu tingkat output potensial?

Tingkat output potensial merupakan jumlah output maksimum jangka panjang yang mampu dihasilkan perekonomian saat SELURUH sumber daya (modal, tenaga kerja, skill, teknologi, dll) telah digunakan secara penuh dan efisien. Kondisi ini disebut full-employment atau kesempatan kerja penuh.

Baca Juga!  Elastisitas Output dan Return to Scale: Kunci Efisiensi Produksi

Jadi pada dasarnya, titik potensial output ini menggambarkan kapasitas produktif maksimum jangka panjang suatu perekonomian.

Kurva LRAS Vertikal pada Potential Output

2. Tidak Dipengaruhi Permintaan Agregat Jangka Panjang

Karakteristik kedua dari LRAS adalah bahwa posisi dan kemiringan kurva LRAS tidak akan bergeser ke kiri atau kanan meskipun terjadi perubahan pada tingkat permintaan agregat dalam jangka panjang.

Hal ini berbeda dengan kurva penawaran agregat jangka pendek yang sangat dipengaruhi oleh fluktuasi permintaan dan harga.

Menurut teori ekonomi klasik, dalam jangka panjang harga dan permintaan agregat hanya akan memengaruhi seberapa banyak perusahaan bersedia memproduksi pada tingkat output yang telah ditentukan oleh kapasitas produktif maksimum (tingkat potensial output).

Jadi meskipun terjadi lonjakan permintaan agregat dalam jangka panjang, perekonomian tetap hanya akan mampu memproduksi sampai batas maksimumnya yaitu potensial output.

3. Dipengaruhi Faktor-Faktor Penawaran Jangka Panjang

Nah, kalau permintaan agregat tidak memengaruhi LRAS, lalu faktor apa yang menentukan posisi dan kemiringan kurva LRAS dalam perekonomian?

Jawabannya adalah faktor-faktor sisi penawaran (supply-side factors) dalam jangka panjang seperti:

  • Akumulasi modal
  • Pertumbuhan angkatan kerja
  • Kemajuan teknologi
  • Sumber daya alam
  • Dan lain-lain

Faktor-Faktor Penentu Posisi dan Bentuk Kurva LRAS

Nah, setelah memahami 3 karakteristik di atas, sekarang kita bisa pahami bahwa faktor-faktor yang memengaruhi posisi dan bentuk kurva LRAS dalam jangka panjang sebenarnya adalah faktor-faktor yang memengaruhi sisi penawaran agregat suatu perekonomian.

Faktor-Faktor Penentu Posisi dan Bentuk Kurva LRAS

Beberapa faktor penawaran agregat utama adalah:

1. Akumulasi Modal

Akumulasi modal (capital accumulation) merupakan proses penambahan barang-barang modal seperti mesin, peralatan, dan infrastruktur produktif lainnya di suatu perekonomian dari waktu ke waktu.

Semakin banyak perusahaan menginvestasikan modal baru untuk ekspansi produksi, maka secara agregat kapasitas produktif perekonomian akan meningkat. Hal ini pada akhirnya akan menggeser kurva LRAS ke kanan karena perekonomian mampu menghasilkan tingkat output potensial yang lebih tinggi.

Baca Juga!  Jenis-Jenis Data: Kualitatif, Diskrit, dan Kontinu

2. Pertumbuhan Angkatan Kerja

Kenaikan jumlah angkatan kerja (labor force) seperti terserapnya pekerja baru atau peningkatan jam kerja juga akan menambah total faktor produksi tenaga kerja secara agregat.

Hal ini pada gilirannya dapat meningkatkan potensial output perekonomian dan menggeser kurva LRAS ke kanan.

3. Kemajuan Teknologi

Adopsi teknologi produksi baru seperti otomasi atau digitalisasi di banyak sektor ekonomi biasanya akan meningkatkan efisiensi dan produktivitas secara signifikan.

Kemajuan teknologi ini memungkinkan perusahaan untuk menghasilkan lebih banyak output dengan sumber daya yang sama. Hal ini tentu akan berdampak positif pada potensial output agregat dan menggeser kurva LRAS ke kanan.

4. Kualitas dan Kuantitas Sumber Daya Alam

Ketersediaan sumber daya alam seperti lahan, air, mineral, dan lainnya juga turut menentukan seberapa besar kapasitas produksi suatu perekonomian dalam jangka panjang.

Semakin banyak sumber daya alam produktif yang tersedia, semakin tinggi potensial output perekonomian tersebut.

Contoh Konkret: China dan Amerika Serikat

Untuk lebih memahami bagaimana faktor-faktor di atas bekerja, mari kita lihat 2 contoh kasus nyata:

Contoh 1: Pesatnya Pertumbuhan Ekonomi China

Dalam beberapa dekade terakhir, China mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat rata-rata sekitar 9-10% per tahunnya.

Lalu apa rahasia di balik pertumbuhan ekonomi China yang begitu cepat ini? Jawabannya sebenarnya ada pada 3 faktor penawaran agregat yang sudah kita bahas sebelumnya, yaitu:

1. Akumulasi modal

China mengalami lonjakan investasi besar-besaran pada sektor manufaktur, infrastruktur, dan properti. Hal ini meningkatkan kapasitas produktif perekonomian China secara agregat.

2. Surplus tenaga kerja

China memiliki surplus tenaga kerja di sektor pertanian. Tenaga kerja ini kemudian diserap ke sektor industri yang sedang tumbuh pesat.

Baca Juga!  6 Jenis Risiko Investasi: Panduan Lengkap untuk Investor Pemula

3. Alih teknologi

China melakukan transfer teknologi produksi dari perusahaan multinasional. Hal ini meningkatkan produktivitas industri-industri di China.

Ketiga faktor inilah yang menyebabkan potensial output agregat China meningkat pesat. Akibatnya, LRAS China bergeser ke kanan secara signifikan, yang tercermin dari lonjakan pertumbuhan output riilnya dalam beberapa dekade terakhir.

Contoh 2: Krisis Finansial di Amerika Serikat 2008

Di sisi lain, kita juga bisa lihat bagaimana penurunan faktor-faktor penawaran agregat justru berdampak negatif pada perekonomian.

Contoh kasusnya adalah krisis finansial di Amerika Serikat tahun 2008 yang disebabkan oleh meletusnya gelembung properti.

Krisis ini memicu resesi dalam perekonomian AS karena:

1. Penurunan investasi akibat ketidakpastian ekonomi sehingga banyak perusahaan yang menahan diri untuk berinvestasi.

2. PHK massal di banyak sektor yang terdampak krisis seperti keuangan dan properti. Hal ini menurunkan jumlah angkatan kerja.

Akibat penurunan 2 faktor penawaran agregat ini, LRAS Amerika Serikat bergeser ke kiri yang tercermin dari kontraksi pertumbuhan GDP riil di bawah 2% selama beberapa tahun.

Kesimpulan

Itulah pembahasan panjang lebar mengenai konsep kurva penawaran agregat jangka panjang beserta faktor-faktor yang memengaruhinya.

Intinya, posisi dan kemiringan kurva LRAS ditentukan oleh kapasitas produktif maksimum jangka panjang suatu perekonomian atau yang disebut potensial output.

Faktor-faktor seperti akumulasi modal, pertumbuhan angkatan kerja, dan kemajuan teknologi inilah yang menentukan seberapa tinggi potensial output suatu perekonomian.

Semoga artikel ini bisa menambah pemahaman kita tentang salah satu konsep penting dalam ilmu ekonomi makro ini. Jika ada pertanyaan atau masukan, jangan ragu untuk komentar ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *