Read More
Tunjangan Sertifikasi Guru: Besaran, Jadwal, dan Tujuan Pemberian
Pendidikan

Tunjangan Sertifikasi Guru: Besaran, Jadwal, dan Tujuan Pemberian

Guru adalah salah satu profesi yang memiliki peran penting dalam mencetak generasi penerus bangsa. Di Indonesia, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan guru, salah satunya mela...

WC
Wah Cha Yup
17 Des 2024 Diperbarui 1 Jun 2026 3 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
Tunjangan Sertifikasi Guru: Besaran, Jadwal, dan Tujuan Pemberian

Isi artikel

Guru adalah salah satu profesi yang memiliki peran penting dalam mencetak generasi penerus bangsa. Di Indonesia, pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan guru, salah satunya melalui tunjangan sertifikasi. Tunjangan ini diberikan kepada guru yang telah memiliki sertifikat pendidik sebagai bentuk pengakuan atas kompetensi dan profesionalitas mereka. Berdasarkan data terkini, tunjangan sertifikasi guru diatur dalam berbagai regulasi seperti Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2024 dan Permendikbudristek Nomor 45 Tahun 2023. Besaran tunjangan ini bervariasi tergantung pada status kepegawaian dan golongan guru, baik itu PNS, PPPK, maupun honorer.

Berapa Gaji Sertifikasi Guru?

Tunjangan sertifikasi guru diberikan sebesar satu kali gaji pokok per bulan sesuai dengan golongan dan masa kerja. Berikut adalah rincian besaran tunjangan berdasarkan golongan:

Guru PNS

Guru PNS menerima tunjangan sertifikasi sesuai dengan gaji pokok mereka. Berdasarkan PP Nomor 5 Tahun 2024, berikut rentang gaji pokok yang menjadi acuan:

  • Golongan I: Rp1.685.700 – Rp2.901.400
  • Golongan II: Rp2.184.000 – Rp4.125.600
  • Golongan III: Rp2.785.700 – Rp5.180.700
  • Golongan IV: Rp3.287.800 – Rp6.373.200

Sebagai contoh, seorang guru PNS golongan III/a dengan gaji pokok Rp2,8 juta akan menerima tunjangan sertifikasi sebesar Rp2,8 juta setiap bulan atau sekitar Rp8,4 juta setiap triwulan karena pencairannya dilakukan setiap tiga bulan sekali.

Guru PPPK

Guru PPPK juga menerima tunjangan sertifikasi sebesar satu kali gaji pokok sesuai dengan surat keputusan pengangkatan mereka. Besarannya disesuaikan dengan golongan dan masa kerja yang mirip dengan skema PNS.

Guru Honorer

Untuk guru honorer, besaran tunjangan sertifikasi bergantung pada kepemilikan SK inpassing (penyetaraan). Guru honorer yang memiliki SK inpassing akan mendapatkan tunjangan setara dengan gaji pokok PNS sesuai golongannya. Namun, bagi yang belum memiliki SK inpassing, nominalnya lebih kecil dan biasanya berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per bulan.

Jadwal Pencairan Tunjangan Sertifikasi

Tunjangan sertifikasi dicairkan secara triwulanan atau setiap tiga bulan sekali dalam empat tahap:

  1. Triwulan I: Januari – Maret
  2. Triwulan II: April – Juni
  3. Triwulan III: Juli – September
  4. Triwulan IV: Oktober – Desember

Misalnya, seorang guru PNS golongan IV/d dengan gaji pokok Rp6 juta akan menerima tunjangan sebesar Rp18 juta setiap triwulan.

Tujuan dan Dampak Tunjangan Sertifikasi

Pemberian tunjangan sertifikasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan guru sekaligus memotivasi mereka agar lebih profesional dalam menjalankan tugasnya. Selain itu, kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia secara keseluruhan.

Namun demikian, ada beberapa tantangan yang masih dihadapi dalam implementasinya, seperti keterlambatan pencairan dana di beberapa daerah dan perbedaan nominal antara guru PNS dan non-PNS yang terkadang menimbulkan kesenjangan.

Terima kasih telah membaca artikel ini! Semoga informasi mengenai gaji sertifikasi guru dapat memberikan gambaran yang jelas tentang hak-hak kesejahteraan para pendidik di Indonesia. Jangan ragu untuk kembali lagi nanti untuk mendapatkan informasi menarik lainnya seputar dunia pendidikan!

Iklan
WC

Wah Cha Yup

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!