Read More
Sudut Pandang dalam Cerpen: Cara Menentukan dan Analisis Teks
Pendidikan

Sudut Pandang dalam Cerpen: Cara Menentukan dan Analisis Teks

Pelajari cara menentukan sudut pandang dalam cerpen, mulai dari orang pertama hingga orang ketiga, lengkap dengan contoh analisis potongan teks sastra.

WC
Wah Cha Yup
17 Okt 2025 Diperbarui 1 Jun 2026 4 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
Sudut Pandang dalam Cerpen: Cara Menentukan dan Analisis Teks

Isi artikel

Iklan

Saat membaca sebuah cerita pendek (cerpen), pernahkah Anda merasa begitu dekat dengan tokoh utamanya seolah-olah bisa mendengar pikirannya? Atau sebaliknya, Anda menjadi pengamat yang tahu segalanya, bahkan rahasia yang tidak diketahui oleh para tokoh? Pengalaman membaca yang berbeda ini diatur oleh sebuah elemen penting dalam sastra, yaitu sudut pandang atau point of view.

Memahami sudut pandang dalam cerpen bukan hanya soal teori, tetapi juga kunci untuk membuka lapisan makna yang lebih dalam. Dengan mengetahui siapa yang bercerita, Anda bisa lebih kritis dalam menafsirkan peristiwa dan motivasi karakter.

Artikel ini akan memandu Anda cara mudah menentukan sudut pandang dalam cerpen, lengkap dengan contoh analisis pada potongan teks.

Apa Itu Sudut Pandang?

Sudut pandang adalah cara atau posisi pengarang saat menyajikan peristiwa, tokoh, dan latar dalam sebuah cerita. Secara sederhana, ini adalah "mata" yang digunakan pembaca untuk melihat dunia cerita. Pilihan sudut pandang akan sangat memengaruhi informasi apa yang Anda terima, seberapa dekat Anda dengan seorang tokoh, dan bagaimana nuansa cerita terbangun.

Menurut materi ajar dari Kemendikbud, sudut pandang adalah teknik bercerita yang menentukan "siapa yang berbicara" dan "sejauh apa ia tahu" tentang alur dan karakter di dalamnya.

Cara Menentukan Sudut Pandang dalam Cerpen

Untuk menentukan sudut pandang, fokuslah pada kata ganti orang yang digunakan oleh narator (pencerita). Secara umum, ada dua jenis utama:

1. Sudut Pandang Orang Pertama (“Aku” atau “Saya”)

Ciri utamanya adalah penggunaan kata ganti "aku" atau "saya". Cerita disampaikan langsung oleh salah satu tokoh yang terlibat dalam peristiwa. Sudut pandang ini menciptakan kesan yang personal, intim, dan subjektif.

Ada dua variasi dari sudut pandang orang pertama:

  • Orang Pertama Pelaku Utama: Tokoh "aku" adalah pusat cerita. Seluruh peristiwa, pikiran, dan perasaan yang diungkap adalah miliknya.


    Contoh Analisis Teks:

    Aku menahan napas saat nama itu dipanggil, telapak tanganku basah oleh cemas yang tak bisa kusembunyikan. Aku melangkah ke panggung, menatap juri yang seakan tahu rahasia ketakutanku.

    Analisis: Penggunaan kata "aku" yang terus-menerus dan fokus narasi pada pengalaman batinnya menunjukkan ini adalah sudut pandang orang pertama pelaku utama.

  • Orang Pertama Pelaku Sampingan: Tokoh "aku" hadir dalam cerita, tetapi perannya hanya sebagai saksi atau pencerita kisah tokoh lain yang menjadi fokus utama.


    Contoh Analisis Teks:

    Aku berdiri di tepi lapangan, menyaksikan Rani berlari mengejar mimpinya. Dia tak menoleh, tapi aku tahu matanya menyimpan janji yang tak pernah diucapkan kepada siapa pun.

    Analisis: Meskipun naratornya "aku", fokus utama cerita adalah perjuangan Rani. "Aku" hanya berperan sebagai pengamat.


2. Sudut Pandang Orang Ketiga (“Dia”, “Ia”, atau Nama Tokoh)

Sudut pandang ini menggunakan kata ganti "dia", "ia", atau langsung menyebut nama tokoh (misalnya, Budi, Rani). Narator berada di luar cerita dan tidak terlibat dalam peristiwa.

Jenis ini juga memiliki dua variasi utama:

  • Orang Ketiga Serba Tahu (Omniscient): Narator mengetahui segalanya: pikiran, perasaan, dan motivasi semua tokoh, bahkan peristiwa yang terjadi di tempat berbeda secara bersamaan.


    Contoh Analisis Teks:

    Rani menggenggam tiket terakhir itu dengan hati berdebar. Sementara itu, jauh di rumah, ibunya berdoa cemas agar ia lekas pulang. Pelatihnya, yang tampak tenang, sebenarnya takut cedera lama Rani akan kambuh.

    Analisis: Narator bisa mengakses isi pikiran Rani, ibunya, dan pelatihnya sekaligus. Ini adalah ciri khas sudut pandang serba tahu.


  • Orang Ketiga Terbatas (Limited): Narator hanya mengikuti dan melaporkan pikiran serta perasaan dari satu tokoh saja (atau beberapa tokoh secara terbatas). Pengetahuan narator dibatasi oleh apa yang dilihat, didengar, dan dialami oleh tokoh tersebut.


    Contoh Analisis Teks:

    Ia melangkah pelan, sengaja menunda untuk menoleh ke arah papan pengumuman. Napasnya terasa pendek, dan dunia seolah menyempit hanya pada kemungkinan namanya tertulis di sana.

    Analisis: Narator hanya fokus pada pengalaman batin tokoh "ia". Kita tidak tahu apa yang dipikirkan oleh orang-orang di sekitarnya.


Kesimpulan

Menentukan sudut pandang dalam cerpen adalah langkah awal yang fundamental dalam analisis sastra. Dengan mengajukan pertanyaan sederhana, "Siapa yang bercerita?", dan memperhatikan kata ganti yang digunakan, Anda dapat dengan cepat mengidentifikasi posisi narator. Kemampuan ini tidak hanya membantu Anda memahami teknik penulisan, tetapi juga membuka pemahaman yang lebih kaya tentang bagaimana sebuah cerita dirancang untuk memengaruhi emosi dan persepsi pembacanya.

Iklan
WC

Wah Cha Yup

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!