Read More
STOVIA: Sejarah, Arti, Tokoh, dan Perannya dalam Kebangkitan Nasional
Pendidikan

STOVIA: Sejarah, Arti, Tokoh, dan Perannya dalam Kebangkitan Nasional

STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) adalah sekolah kedokteran pertama di Indonesia. Simak sejarah, arti, tokoh lulusan, dan perannya dalam kebangkitan nasional.

DP
Dalima Puspita
19 Feb 2024 Diperbarui 23 Jun 2026 5 menit
STOVIA: Sejarah, Arti, Tokoh, dan Perannya dalam Kebangkitan Nasional

Isi artikel

STOVIA adalah singkatan dari School tot Opleiding van Inlandsche Artsen, yaitu sekolah kedokteran yang didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1851. STOVIA merupakan salah satu sekolah kedokteran pertama di Indonesia dan menjadi awal mula lahirnya tenaga medis dari kalangan pribumi.

Selain di bidang kesehatan, STOVIA juga memiliki peran besar dalam sejarah pergerakan nasional. Banyak tokoh pergerakan Indonesia, termasuk pendiri Budi Utomo, adalah lulusan STOVIA. Karena itu, STOVIA sering dianggap sebagai salah satu lembaga pendidikan yang turut mendorong lahirnya kesadaran nasional di Indonesia.

Jawaban Singkat: Apa Itu STOVIA?

AspekPenjelasan
SingkatanSchool tot Opleiding van Inlandsche Artsen
ArtinyaSekolah untuk Pendidikan Dokter Bumi Putra
Didirikan1851, awalnya bernama Sekolah Dokter Jawa
LokasiBatavia (sekarang Jakarta), di kawasan Weltevreden
Masa belajarUnsur sekolah dasar dilanjutkan pendidikan dokter (sekitar 7–9 tahun)
Peran pentingMelahirkan tokoh pergerakan nasional dan cikal bakal Budi Utomo
SekarangSTOVIA ditutup 1927, kemudian berkembang menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Sejarah Berdirinya STOVIA

Pada pertengahan abad ke-19, Pemerintah Hindia Belanda menghadapi masalah kekurangan tenaga medis, terutama untuk menangani penyakit yang menyebar di kalangan penduduk pribumi. Dokter dari Eropa jumlahnya terbatas dan membutuhkan biaya besar.

Sebagai solusi, pemerintah kolonial mendirikan sekolah dokter khusus untuk pemuda pribumi pada tahun 1851. Sekolah ini awalnya dikenal dengan sebutan Sekolah Dokter Jawa. Pada tahun 1902, namanya diubah menjadi STOVIA atau School tot Opleiding van Inlandsche Artsen. Nama ini mencerminkan tujuannya: mendidik dokter dari kalangan pribumi (Inlandsche) untuk bertugas di berbagai daerah di Hindia Belanda.

Lokasi STOVIA berada di Weltevreden, Batavia, yang pada masa itu menjadi pusat pemerintahan dan pendidikan. Kini bangunan bersejarah tersebut menjadi Museum Kebangkitan Nasional.

Kebijakan Pendidikan di STOVIA

Pendidikan di STOVIA dirancang untuk mencetak tenaga medis pribumi yang memiliki standar tertentu. Beberapa kebijakan yang diterapkan antara lain:

  • Seleksi masuk ketat: calon siswa harus lulus ujian tulis, wawancara, dan pemeriksaan kesehatan.
  • Sistem asrama: semua siswa wajib tinggal di asrama selama masa pendidikan untuk pengawasan dan disiplin.
  • Beasiswa: siswa menerima beasiswa sekitar 15 gulden per bulan agar bisa fokus belajar.
  • Kurikulum: mencakup ilmu kedokteran dasar, farmasi, anatomi, dan praktik di rumah sakit.
  • Bahasa pengantar: menggunakan bahasa Belanda dan Melayu.

Meskipun didirikan untuk kepentingan kolonial, sistem pendidikan yang terstruktur ini turut memberi bekal ilmu yang memadai bagi para lulusannya.

Tokoh-Tokoh Lulusan STOVIA

Banyak tokoh nasional yang pernah belajar di STOVIA. Beberapa di antaranya:

  • Dr. Soetomo: pendiri Budi Utomo pada 20 Mei 1908, tokoh pergerakan nasional.
  • Dr. Wahidin Sudirohusodo: tokoh yang menggagas dana beasiswa dan mendorong berdirinya Budi Utomo.
  • Dr. Cipto Mangunkusumo: tokoh pergerakan dan pendiri Indische Partij.
  • Dr. Radjiman Wedyodiningrat: ketua BPUPKI yang berperan dalam persiapan kemerdekaan.

Selain mereka, masih banyak lulusan STOVIA yang kemudian berkiprah di bidang kesehatan, pendidikan, dan pergerakan nasional.

Peran STOVIA dalam Kebangkitan Nasional

STOVIA tidak hanya melahirkan dokter pribumi, tetapi juga menjadi tempat lahirnya organisasi pergerakan pertama di Indonesia, yaitu Budi Utomo. Organisasi ini didirikan oleh para pelajar STOVIA pada 20 Mei 1908 dan kelak diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Ada beberapa faktor yang membuat STOVIA menjadi pusat tumbuhnya kesadaran nasional:

  • Pendidikan modern: para siswa terpapar ilmu pengetahuan dan pemikiran Barat yang mendorong mereka untuk berpikir kritis tentang kondisi sosial dan politik.
  • Pertemuan antardaerah: siswa dari berbagai daerah tinggal bersama di asrama, sehingga terjadi pertukaran gagasan dan tumbuhnya rasa senasib.
  • Lokasi strategis: Batavia sebagai pusat kolonial memudahkan akses terhadap informasi, surat kabar, dan pergerakan intelektual.

Untuk mengetahui peran Budi Utomo secara lebih mendalam, baca juga Budi Utomo: sejarah lengkap, tokoh, dan keteladanan.

Perkembangan Setelah STOVIA

Pada tahun 1927, STOVIA resmi ditutup dan digantikan oleh Geneeskundige Hoge School (Sekolah Tinggi Kedokteran) dengan masa pendidikan lebih panjang. Pada masa pendudukan Jepang, sekolah ini berganti nama menjadi Keizo Igaku Senmon Gakko. Setelah Indonesia merdeka, sekolah ini akhirnya menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Gedung STOVIA di Weltevreden kini menjadi Museum Kebangkitan Nasional yang menyimpan berbagai koleksi tentang sejarah pergerakan nasional Indonesia.

FAQ

Apa itu STOVIA?

STOVIA adalah singkatan dari School tot Opleiding van Inlandsche Artsen, yaitu sekolah kedokteran untuk pemuda pribumi yang didirikan Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1851 di Batavia.

STOVIA adalah kepanjangan dari apa?

STOVIA adalah kepanjangan dari School tot Opleiding van Inlandsche Artsen, yang berarti Sekolah untuk Pendidikan Dokter Bumi Putra.

Kapan STOVIA didirikan?

STOVIA didirikan pada tahun 1851, awalnya bernama Sekolah Dokter Jawa. Nama STOVIA mulai digunakan pada tahun 1902.

Siapa saja tokoh lulusan STOVIA?

Beberapa tokoh lulusan STOVIA antara lain Dr. Soetomo, Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dr. Cipto Mangunkusumo, dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat.

Mengapa Belanda mendirikan STOVIA?

Belanda mendirikan STOVIA untuk mengatasi kekurangan tenaga medis di Hindia Belanda dengan mendidik dokter dari kalangan pribumi yang biayanya lebih murah dibanding mendatangkan dokter dari Eropa.

STOVIA sekarang menjadi apa?

STOVIA ditutup tahun 1927 dan kemudian berkembang menjadi Geneeskundige Hoge School, lalu Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Gedung lamanya kini menjadi Museum Kebangkitan Nasional.

Apa hubungan STOVIA dengan Budi Utomo?

Budi Utomo didirikan oleh para pelajar STOVIA pada 20 Mei 1908. Organisasi ini menjadi cikal bakal pergerakan nasional dan diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Kesimpulan

STOVIA adalah sekolah kedokteran pertama di Indonesia yang berperan penting tidak hanya dalam dunia kesehatan, tetapi juga dalam sejarah pergerakan nasional. Dari STOVIA lahir tokoh-tokoh seperti Dr. Soetomo dan organisasi Budi Utomo yang menjadi awal kebangkitan nasional. Kini, STOVIA dikenang sebagai salah satu lembaga pendidikan yang turut membentuk sejarah Indonesia modern.

DP

Dalima Puspita

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!