Saat mendengarkan seseorang berpidato di atas mimbar, pernahkah kamu bertanya-tanya, "Orang yang mendengarkan pidato disebut apa, sih?" Pertanyaan ini mungkin terlihat sepele, tapi sering kali ditanyakan dalam soal Bahasa Indonesia mulai dari tingkat SD hingga SMA.
Jawaban yang paling tepat adalah pendengar atau audiens. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), audiens didefinisikan sebagai pengunjung atau pendengar suatu ceramah, pidato, diskusi, maupun pertunjukan.
Artikel ini akan mengupas tuntas penjelasan mengenai audiens, peran penting mereka dalam sebuah pidato, serta bedanya dengan istilah "orator" agar kamu tidak lagi kebingungan.
Pengertian Audiens Menurut KBBI
Secara etimologis, kata "audiens" diserap dari bahasa Inggris "audience," yang berakar dari bahasa Latin "auditorium" (berarti tempat mendengar). Dilansir dari Liputan6, dalam konteks komunikasi formal, audiens merujuk kepada sejumlah orang atau kelompok yang menjadi target atau sasaran.
Cakupan istilah ini sangat luas. Orang-orang yang mendengarkan khotbah Jumat, warga yang mengikuti penyuluhan kesehatan Puskesmas, hingga siswa yang menyimak pidato pembina upacara tentang bahaya bullying, semuanya disebut sebagai audiens.
Peran Penting Pendengar (Audiens) dalam Pidato
Banyak yang mengira audiens sekadar pihak pasif yang duduk diam. Padahal nyata, sebuah pidato tidak akan berhasil jika audiensnya tidak responsif. Meskipun pada dasarnya pidato adalah komunikasi satu arah, kehadiran dan antusiasme audiens sangat memengaruhi jalannya komunikasi tersebut.
Berikut adalah beberapa peran penting audiens:
- Penerima pesan utama — Tanpa audiens, gagasan, persuasi, atau informasi yang disampaikan pembicara tidak akan ada gunanya.
- Pemberi umpan balik (feedback) non-verbal — Kontak mata, anggukan kepala, dan ekspresi wajah audiens langsung memengaruhi percaya diri seorang pembicara.
- Parameter keberhasilan pidato — Keberhasilan sebuah pidato sering kali diukur dari cara audiens merespons; apakah mereka menjadi terinspirasi, tertawa pada lelucon yang dilontarkan, atau justru tertidur.
Perbedaan Audiens dan Orator
Dalam ilmu komunikasi dan Bahasa Indonesia, audiens tidak bisa dipisahkan dengan orator. Keduanya ibarat dua sisi koin dalam setiap kegiatan berbicara di depan publik (public speaking).
Lalu, apa bedanya?
- Orator: Adalah pihak yang berbicara. Orator merupakan sebutan untuk ahli pidato atau orang yang memiliki kepiawaian berpidato di depan umum. Seorang orator bertugas meramu kata-kata, mengatur intonasi, dan menyampaikan gagasan agar mampu memengaruhi atau meyakinkan pihak lain.
- Audiens/Pendengar: Adalah pihak yang menerima informasi. Merekalah yang dipengaruhi, diyakinkan, atau dibangkitkan semangatnya melalui kata-kata orator.
Sederhananya: Jika Bung Karno sedang berpidato membakar semangat perjuangan kemerdekaan, beliau bertindak sebagai orator. Sedangkan rakyat yang mendengarkan, menyimak, dan terbakar semangatnya disebut sebagai audiens.
Fakta Unik: Jika istilah audiens digunakan secara lebih spesifik untuk hal-hal yang ditayangkan (seperti lomba pidato di televisi atau video live streaming), orang yang menyaksikan juga sah disebut sebagai penonton atau pemirsa.
Bagaimana Cara Menjadi Audiens yang Baik?
Setelah mengetahui bahwa orang yang mendengarkan pidato disebut audiens, penting juga bagi kita untuk memahami etika dasar saat menjadi seorang pendengar:
- Fokus dan berikan kontak mata kepada orator yang sedang berbicara.
- Menyingkirkan distraksi (seperti tidak bermain gawai atau mengobrol dengan rekan di sebelah).
- Mencatat poin-poin penting jika tujuan pidato tersebut bersifat informatif atau edukatif.
- Memberikan apresiasi, misalnya dengan tepuk tangan atau anggukan kecil saat orator membahas poin krusial.
Kesimpulan
Jika ada pertanyaan orang yang mendengarkan pidato disebut apa, maka jawabannya adalah audien atau pendengar. Mereka adalah nyawa utama dari setiap presentasi maupun orasi. Pemahaman antara peran orator dan audiens menjadikan komunikasi satu arah tersebut berhasil dan mencapai tujuan yang ditargetkan.