Setiap cerita yang kita baca disajikan melalui "mata" seorang narator. Posisi narator inilah yang disebut sebagai sudut pandang atau point of view (POV). Pemilihan sudut pandang oleh pengarang sangat krusial karena akan menentukan seberapa banyak informasi yang didapat pembaca dan seberapa dekat hubungan emosional yang terbangun dengan tokoh.
Memahami macam-macam sudut pandang akan membantu Anda menjadi pembaca yang lebih kritis dan penulis yang lebih terampil. Pada dasarnya, sudut pandang dibagi menjadi dua kategori besar: orang pertama dan orang ketiga.
Mari kita bedah satu per satu jenis-jenisnya, lengkap dengan contoh agar mudah dipahami.
1. Sudut Pandang Orang Pertama
Ciri khas utama dari sudut pandang ini adalah penggunaan kata ganti "aku" atau "saya". Narator adalah tokoh yang ikut terlibat langsung dalam alur cerita. Penggunaan POV ini menciptakan kesan cerita yang lebih personal, subjektif, dan intim.
a. Orang Pertama Pelaku Utama
Dalam jenis ini, tokoh "aku" adalah pusat dari cerita. Ia adalah protagonis yang mengalami semua konflik dan peristiwa. Pembaca hanya mengetahui apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dipikirkan oleh si "aku".
Contoh:
Aku menatap layar ponsel dengan jantung berdebar. Pesan singkat darinya sudah kutunggu sejak pagi. Saat notifikasi itu akhirnya muncul, tanganku gemetar saat membukanya. Ini adalah hari penentuan bagi hubungan kami.
Analisis: Seluruh fokus cerita ada pada pengalaman dan perasaan batin tokoh "aku".
b. Orang Pertama Pelaku Sampingan
Di sini, tokoh "aku" juga ada di dalam cerita, tetapi perannya bukan sebagai tokoh utama. Ia bertindak sebagai saksi atau teman dari tokoh utama, dan tugasnya adalah menceritakan kisah si tokoh utama tersebut kepada pembaca.
Contoh:
Sejak dulu aku tahu sahabatku, Rian, punya mimpi besar menjadi seorang musisi. Aku sering menemaninya berlatih di studio kecil yang pengap, menyaksikan jari-jarinya menari di atas gitar tua. Hari ini, aku melihatnya berdiri di panggung besar, dan aku tahu perjalanannya tidak sia-sia.
Analisis: Naratornya adalah "aku", tetapi bintang utama dari cerita yang disampaikannya adalah Rian.
2. Sudut Pandang Orang Ketiga
Sudut pandang ini menggunakan kata ganti "dia", "ia", atau langsung menyebut nama tokoh (misalnya: Ardi, Sinta). Narator berada di luar cerita, seolah-olah ia adalah seorang dalang yang menggerakkan bonekanya.
a. Orang Ketiga Serba Tahu (Omniscient)
Narator jenis ini seperti dewa dalam cerita. Ia mengetahui segalanya: apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh semua tokoh, peristiwa yang terjadi di tempat yang berbeda secara bersamaan, hingga latar belakang dan masa depan para tokoh.
Contoh:
Ardi memacu sepedanya di tengah hujan, berharap bisa segera tiba di rumah sakit. Ia tidak tahu bahwa di saat yang sama, adiknya, Sinta, sudah sadar dari pingsannya dan sedang mencarinya. Sementara itu, ibu mereka di ruang tunggu tak henti-hentinya berdoa untuk keselamatan kedua anaknya.
Analisis: Narator bisa masuk ke dalam pikiran Ardi, Sinta, dan ibu mereka secara bersamaan.
b. Orang Ketiga Terbatas (Limited)
Narator ini juga menggunakan kata ganti "dia" atau nama tokoh, tetapi pengetahuannya terbatas. Ia hanya mengikuti satu tokoh saja (atau beberapa tokoh secara bergantian dalam bab yang berbeda). Narator hanya tahu apa yang dialami, dilihat, dan dirasakan oleh tokoh yang menjadi fokusnya.
Contoh:
Sinta berjalan menyusuri koridor sekolah yang sepi. Ia merasa ada yang mengikutinya dari belakang, tetapi ia tidak berani menoleh. Langkah kakinya semakin cepat, dan ia hanya bisa mendengar deru napasnya sendiri yang memburu.
Analisis: Pembaca hanya tahu apa yang dirasakan oleh Sinta. Kita tidak tahu siapa yang mengikutinya atau apa niatnya, sama seperti Sinta.
Kesimpulan
Pemilihan sudut pandang adalah keputusan artistik yang akan membentuk seluruh pengalaman membaca. Sudut pandang orang pertama menawarkan keintiman, sementara sudut pandang orang ketiga memberikan keluasan cerita. Dengan mengenali macam-macam sudut pandang ini, Anda tidak hanya bisa mengidentifikasinya dalam sebuah karya, tetapi juga bisa mulai bereksperimen menggunakannya dalam tulisan Anda sendiri.