Read More
25+ Kosakata Bahasa Sunda Kasar dan Artinya: Ripuh, Rudet, Rujit & Lainnya
Pendidikan

25+ Kosakata Bahasa Sunda Kasar dan Artinya: Ripuh, Rudet, Rujit & Lainnya

Ripuh artinya sibuk/parah, rudet artinya bingung/susah, rujit artinya sulit/keras. Daftar lengkap 20+ kosakata bahasa Sunda kasar dan artinya untuk dipahami beserta konteks penggunaan yang tepat.

WC
Wah Cha Yup
7 Apr 2026 6 menit
25+ Kosakata Bahasa Sunda Kasar dan Artinya: Ripuh, Rudet, Rujit & Lainnya

Isi artikel

Ripuh artinya sibuk, repot, atau parah dalam bahasa Sunda. Sementara rudet artinya bingung, susah, atau rumit. Kedua kata ini termasuk kosakata bahasa Sunda sehari-hari yang sering digunakan masyarakat Jawa Barat dalam percakapan informal. Selain ripuh dan rudet, masih banyak kosakata bahasa Sunda kasar lainnya seperti rujit, beungeut, wadul, dan meni yang sering dicari artinya.

Bahasa Sunda memiliki sistem undak usuk basa (tingkat bahasa) yang membedakan bahasa halus (basa lemes), sedang (basa loma), dan kasar (basa kasar). Kosakata bahasa Sunda kasar umumnya digunakan dalam percakapan santai antara teman sebaya atau orang yang sudah sangat akrab. Penting untuk memahami konteks penggunaannya agar tidak menyinggung orang lain.

Ilustrasi kamus bahasa Sunda dengan motif batik khas Sunda

Daftar Kosakata Bahasa Sunda Kasar dan Artinya

Berikut adalah daftar kosakata bahasa Sunda kasar yang paling banyak dicari beserta artinya, dilengkapi contoh kalimat penggunaan:

1. Ripuh

Arti: sibuk, repot, parah

Ripuh digunakan untuk menyebutkan kondisi yang sibuk, banyak kerja, atau keadaan yang kacau dan parah.

  • Ripuh pisan = sangat sibuk / sangat parah
  • Ripuh sayang = kasihan, sibuk sekali
  • Ripuh siti = sibuk dulu

2. Rudet

Arti: bingung, susah, rumit, membingungkan

Kata rudet (atau rarudet) digunakan untuk menggambarkan situasi yang sulit, rumit, atau membingungkan. Berdasarkan Kamus Bahasa Sunda Online, makna kata rudet adalah bingung dan susah.

  • Rudet pisan = sangat bingung / sangat susah
  • Rarudet = susah, rumit, membingungkan

Contoh: "Tugas matematika ieu teh rarudet pisan." (Tugas matematika ini sangat sulit.)

3. Rujit

Arti: susah, sulit, keras

Rujit memiliki makna yang mirip dengan rudet, yaitu menyebutkan sesuatu yang sulit atau keras. Kata ini sering digunakan untuk menggambarkan kondisi yang tidak mudah dihadapi.

Rujit hartina = susah artinya / sulit dimengerti.

4. Beungeut

Arti: muka, wajah (tingkat kasar)

Dalam bahasa Sunda halus, kata untuk wajah adalah "payun" atau "muka". Namun "beungeut" adalah tingkat yang paling kasar dan biasanya digunakan dalam konteks mengatai atau memarahi seseorang.

  • Beungeut sia = muka kamu
  • Beungeut sia hideung = muka kamu hitam (biasanya diucapkan saat marah)

5. Meni

Arti: ini

"Meni" adalah bahasa Sunda kasar untuk kata "ini". Dalam bahasa Sunda halus, digunakan kata "ieu".

  • Meni kitu = ini begitu / seperti ini
  • Arti meni = arti ini

6. Wadul

Arti: sombong, pamer, memuji diri sendiri

Wadul digunakan untuk menyebut orang yang suka memamerkan kelebihannya atau bersikap sombong. Kata ini termasuk kosakata yang cukup kasar dan tidak sopan jika diucapkan kepada orang yang lebih tua.

7. Benget

Arti: anjing (kata umpatan)

Benget adalah kata umpatan dalam bahasa Sunda yang setara dengan "anjing" dalam bahasa Indonesia. Termasuk kosakata yang sangat kasar dan sebaiknya dihindari dalam situasi formal.

8. Wae

Arti: saja, cuma

"Wae" digunakan untuk mengatakan "saja" atau "cuma". Dalam bahasa Sunda halus, bisa menggunakan "wungkul" atau "teh".

Contoh: "Sok wae." = Sukacita saja / Ikut saja.

9. Aing

Arti: aku, saya (kasar)

Aing adalah kata ganti orang pertama yang kasar. Bahasa Sunda halusnya adalah "kuring" atau "abdi". Aing biasanya hanya dipakai antara teman sangat dekat.

10. Sia

Arti: kamu (kasar)

Sia adalah kata ganti orang kedua yang kasar. Bahasa Sunda halusnya adalah "anjeun". Kata ini termasuk tidak sopan jika digunakan kepada orang yang lebih tua.

Tabel Lengkap Kosakata Bahasa Sunda Kasar

Berikut rangkuman kosakata bahasa Sunda kasar yang sering digunakan sehari-hari:

Bahasa Sunda (Kasar) Bahasa Indonesia Bahasa Sunda (Halus)
Ripuh Sibuk, repot, parah Sibuk, repot, poho
Rudet / Rarudet Bingung, susah, rumit Bingung, ruwet
Rujit Susah, sulit, keras Pait, hese
Beungeut Muka, wajah Payun, muka
Meni Ini Ieu
Wadul Sombong, pamer Sombong, angkuh
Benget Anjing (umpatan)
Wae Saja, cuma Wungkul
Aing Aku, saya Kuring, abdi
Sia Kamu Anjeun
Sungut Mulut (kasar) Cleng, ahéng
Modar Meninggal, mati Maot, ngintunkeun
Lebok Makan (kasar) Neda, tuang
Mantog Pulang, pergi Pulang, mulih
Koplok Bodoh, goblok Bodo
Belegug Bodoh Pinter (halus/balik)
Ontohod Bodoh Bodo
Ngajedog Diam Diam, heueut
Kokod Tangan Lengen, panangan
Cokor Kaki Suku, payun

Memahami Undak Usuk Basa Sunda

Bahasa Sunda memiliki tiga tingkat bahasa (undak usuk basa) yang harus dipahami agar tidak salahgunakan kosakata:

  1. Basa Lemes (Bahasa Halus) — Digunakan kepada orang yang lebih tua, orang yang dihormati, atau dalam situasi formal. Contoh: "anjeun" (kamu), "kuring" (saya), "neda" (makan).
  2. Basa Loma (Bahasa Sedang) — Digunakan dalam percakapan sehari-hari dengan orang sebaya atau yang sudah dikenal. Contoh: "kamu" (kamu), "abdi" (saya), " Dahar" (makan).
  3. Basa Kasar (Bahasa Kasar) — Digunakan dalam percakapan sangat informal, biasanya antara teman dekat atau saat emosi. Contoh: "sia" (kamu), "aing" (saya), "lebok" (makan).

Menurut data dari Badan Bahasa Provinsi Jawa Barat, bahasa Sunda digunakan oleh lebih dari 32 juta penutur di Jawa Barat, Banten, dan sebagian Jawa Tengah. Dengan memahami undak usuk basa, kita bisa menggunakan bahasa Sunda dengan tepat sesuai situasi dan lawan bicara.

Tips Menggunakan Bahasa Sunda Kasar dengan Bijak

  • Hanya gunakan dengan teman dekat — Kosakata kasar sebaiknya hanya digunakan dalam percakapan santai antara teman yang sudah sangat akrab.
  • Jangan gunakan kepada orang lebih tua — Menggunakan bahasa kasar kepada orang yang lebih tua dianggap sangat tidak sopan dalam budaya Sunda.
  • Pahami konteks — Beberapa kata kasar bisa terdengar lucu dalam konteks bercandaan, tapi menyinggung jika digunakan dalam konteks yang salah.
  • Pelajari bahasa halusnya juga — Mengetahui bahasa kasar saja tidak cukup. Pelajari juga bahasa Sunda halus untuk situasi formal.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa arti ripuh dalam bahasa Sunda?

Ripuh dalam bahasa Sunda artinya sibuk, repot, atau parah. Kata "ripuh pisan" berarti sangat sibuk atau sangat parah. Kata ini termasuk bahasa Sunda kasar yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari di Jawa Barat.

Apa arti rudet dalam bahasa Sunda?

Rudet dalam bahasa Sunda artinya bingung, susah, atau rumit. Kata "rarudet" adalah bentuk lain dari rudet yang berarti susah dan membingungkan. Contoh: "Masalah ieu rarudet pisan" (Masalah ini sangat rumit).

Apa arti beungeut dalam bahasa Sunda?

Beungeut dalam bahasa Sunda artinya muka atau wajah. Namun, ini adalah tingkatan kata yang paling kasar untuk menyebut wajah. Bahasa Sunda halusnya adalah "payun". Frasa "beungeut sia" artinya "muka kamu".

Apa arti meni dan meni kitu dalam bahasa Sunda?

"Meni" dalam bahasa Sunda artinya "ini". "Meni kitu" artinya "ini begitu" atau "seperti ini". "Meni" adalah bentuk kasar dari kata "ieu" (ini) dalam bahasa Sunda halus.

Apa arti wadul dalam bahasa Sunda?

Wadul dalam bahasa Sunda artinya sombong atau pamer. Kata ini digunakan untuk menyebut orang yang suka memamerkan kelebihannya atau bersikap angkuh. Termasuk kosakata yang tidak sopan jika diucapkan kepada orang yang lebih tua.

Apa arti rujit dalam bahasa Sunda?

Rujit dalam bahasa Sunda artinya susah, sulit, atau keras. Maknanya mirip dengan kata rudet. "Rujit hartina" dapat dimaknai sebagai "susah artinya" atau "sulit dimengerti".

Kesimpulan

Kosakata bahasa Sunda kasar seperti ripuh (sibuk/parah), rudet (bingung/susah), rujit (sulit/keras), beungeut (muka), dan wadul (sombong) merupakan bagian dari kekayaan bahasa Sunda yang perlu dipahami konteks penggunaannya. Masyarakat Sunda dikenal dengan sopan santunnya, sehingga penting untuk selalu memperhatikan undak usuk basa — menggunakan bahasa yang sesuai dengan situasi dan lawan bicara. Bahasa kasar boleh dipahami, tetapi gunakanlah dengan bijak dan hanya dalam konteks yang tepat.

WC

Wah Cha Yup

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!