Read More
Kereta Api Anjlok: Arti, Penyebab, Dampak, dan Pencegahannya
Pendidikan

Kereta Api Anjlok: Arti, Penyebab, Dampak, dan Pencegahannya

Kereta api anjlok adalah kondisi ketika roda atau rangkaian kereta keluar dari rel. Simak arti, penyebab, dampak, contoh faktor teknis, dan cara pencegahannya.

DP
Dalima Puspita
19 Okt 2023 Diperbarui 13 Jun 2026 5 menit
Kereta Api Anjlok: Arti, Penyebab, Dampak, dan Pencegahannya

Isi artikel

Kereta api anjlok adalah kondisi ketika roda atau rangkaian kereta keluar dari rel. Dalam perkeretaapian, istilah ini sering dipakai untuk menyebut anjlokan, yaitu peristiwa ketika sarana kereta tidak lagi berada pada jalur rel yang seharusnya.

Insiden anjlok bisa bersifat ringan, misalnya hanya mengganggu perjalanan dan memerlukan pemulihan jalur, tetapi juga bisa berbahaya jika terjadi pada kecepatan tinggi, di jalur ramai, atau disertai faktor lain seperti tabrakan, kerusakan prasarana, maupun gangguan operasional.

Ringkasan Kereta Api Anjlok

PoinPenjelasan Singkat
ArtiKereta keluar dari rel atau roda tidak lagi berada pada posisi normal di atas rel.
Penyebab umumFaktor prasarana, sarana, operasional, lingkungan, atau manusia.
DampakGangguan perjalanan, keterlambatan, kerusakan sarana-prasarana, hingga risiko keselamatan.
PencegahanInspeksi rel, perawatan roda dan bogie, pengawasan operasi, serta investigasi keselamatan.
Istilah benarPenulisan baku yang umum dipakai adalah “anjlok”, bukan “anjlog”.

Apa Itu Kereta Api Anjlok?

Kereta api dikatakan anjlok ketika roda kereta keluar dari rel, baik sebagian maupun seluruh rangkaian. Pada kondisi normal, roda kereta berjalan mengikuti kepala rel dengan bantuan profil roda dan rel. Jika terjadi gangguan pada rel, roda, kecepatan, gaya samping, atau kondisi lintasan, roda dapat naik atau keluar dari posisi normalnya.

Dalam laporan keselamatan perkeretaapian, kasus seperti ini biasanya disebut anjlokan. Penyebabnya tidak selalu langsung terlihat. Karena itu, setiap kejadian serius perlu diteliti melalui pemeriksaan sarana, prasarana, operasi, rekaman perjalanan, kondisi rel, dan faktor pendukung lain.

Kenapa Kereta Bisa Anjlok?

Kereta bisa anjlok karena kombinasi beberapa faktor. Tidak semua anjlokan disebabkan satu hal tunggal. Dalam banyak kasus, faktor prasarana, sarana, operasi, dan lingkungan bisa saling berkaitan.

1. Gangguan pada Rel atau Jalur

Rel adalah jalur utama yang menuntun roda kereta. Jika rel mengalami perubahan bentuk, kerusakan, pergeseran, atau geometri lintasan tidak sesuai, risiko anjlok bisa meningkat. Contohnya:

  • rel bergelombang atau mengalami perubahan bentuk;
  • lebar sepur berubah dari ukuran seharusnya;
  • rel aus atau rusak;
  • balas/batu penyangga rel tidak stabil;
  • lengkung rel memiliki gaya samping besar;
  • wesel atau percabangan rel bermasalah.

Dalam beberapa investigasi KNKT, faktor seperti kondisi geometri lintasan, jejak roda naik ke kepala rel, atau kegagalan mengidentifikasi bahaya pada jalur menjadi bagian penting dalam analisis anjlokan.

2. Masalah pada Roda, Gandar, atau Bogie

Sarana kereta juga berpengaruh. Roda, gandar, suspensi, dan bogie membantu kereta tetap stabil saat berjalan. Jika ada komponen aus, rusak, atau tidak bekerja normal, kestabilan kereta bisa terganggu.

Contoh masalah sarana yang perlu diperhatikan:

  • profil roda aus;
  • gandar atau bantalan bermasalah;
  • komponen bogie tidak stabil;
  • suspensi tidak bekerja optimal;
  • perawatan sarana tidak memadai.

3. Kecepatan dan Kondisi Operasional

Kecepatan kereta harus sesuai dengan kondisi jalur. Pada jalur lurus, tikungan, wesel, tanjakan, turunan, atau lintasan yang sedang dibatasi, kecepatan operasi biasanya diatur demi keselamatan. Jika kecepatan tidak sesuai kondisi lintasan, gaya yang bekerja pada roda dan rel bisa meningkat.

Selain kecepatan, pengaturan perjalanan, sinyal, prosedur operasi, dan komunikasi antarpetugas juga memengaruhi keselamatan perjalanan kereta api.

4. Kondisi Lingkungan

Faktor lingkungan juga bisa berperan, terutama pada jalur yang terpapar cuaca ekstrem. Hujan deras, banjir, longsor, perubahan tanah, atau benda asing di jalur dapat memengaruhi stabilitas rel dan perjalanan kereta.

Karena itu, inspeksi jalur dan pemantauan kondisi lintasan menjadi bagian penting dari pencegahan.

5. Faktor Manusia dan Prosedur

Keselamatan perkeretaapian bergantung pada prosedur dan disiplin operasi. Kesalahan membaca kondisi, kurangnya inspeksi, keterlambatan merespons gangguan, atau komunikasi yang tidak efektif dapat memperbesar risiko.

Namun, penyebab anjlok tidak boleh disimpulkan hanya dari dugaan awal. Perlu investigasi teknis untuk menentukan faktor yang benar-benar berkontribusi.

Dampak Kereta Api Anjlok

Kereta api anjlok dapat menimbulkan beberapa dampak, tergantung lokasi, kecepatan, jumlah rangkaian, dan tingkat kerusakan.

  • Gangguan perjalanan: jalur bisa ditutup sementara sehingga jadwal kereta lain ikut terlambat.
  • Kerusakan sarana: roda, bogie, gerbong, atau lokomotif dapat mengalami kerusakan.
  • Kerusakan prasarana: rel, bantalan, wesel, sinyal, dan balas bisa terdampak.
  • Risiko keselamatan: penumpang dan petugas dapat berisiko cedera jika anjlokan terjadi pada kondisi berat.
  • Biaya pemulihan: operator harus melakukan evakuasi, perbaikan, pengaturan ulang perjalanan, dan pemeriksaan keselamatan.

Apa yang Dilakukan Saat Kereta Anjlok?

Jika terjadi anjlokan, prioritas utama adalah keselamatan penumpang, petugas, dan area sekitar jalur. Secara umum, penanganan dapat mencakup:

  1. mengamankan lokasi kejadian;
  2. mengevakuasi penumpang jika diperlukan;
  3. menghentikan atau mengatur perjalanan kereta di jalur terdampak;
  4. memeriksa kondisi sarana dan prasarana;
  5. mengevakuasi rangkaian yang keluar rel;
  6. memulihkan jalur dengan kecepatan terbatas jika sudah dinyatakan aman;
  7. melakukan investigasi penyebab kejadian.

Cara Mencegah Kereta Api Anjlok

Pencegahan anjlokan membutuhkan kerja berlapis antara operator, petugas prasarana, regulator, dan sistem keselamatan. Beberapa langkah penting antara lain:

  • inspeksi rutin kondisi rel, bantalan, balas, dan wesel;
  • pemantauan geometri lintasan;
  • perawatan roda, bogie, gandar, dan suspensi kereta;
  • penerapan batas kecepatan sesuai kondisi lintasan;
  • pengawasan sinyal dan prosedur operasi;
  • pelatihan petugas operasional dan teknis;
  • investigasi dan tindak lanjut rekomendasi keselamatan setelah insiden.

Bedanya Anjlok, Tabrakan, dan Tertemper

IstilahArti
AnjlokRoda atau rangkaian kereta keluar dari rel.
TabrakanKereta bertumbukan dengan kereta lain atau objek besar.
TertemperKereta menabrak atau tersenggol kendaraan/orang/benda di jalur atau perlintasan.

Ketiganya sama-sama dapat mengganggu operasi dan membahayakan keselamatan, tetapi mekanisme kejadiannya berbeda.

FAQ tentang Kereta Api Anjlok

Apa arti kereta api anjlok?

Kereta api anjlok berarti roda atau rangkaian kereta keluar dari rel. Dalam istilah keselamatan, kejadian ini sering disebut anjlokan.

Kenapa kereta bisa anjlok?

Kereta bisa anjlok karena gangguan pada rel, masalah roda atau bogie, kecepatan yang tidak sesuai kondisi jalur, faktor lingkungan, atau faktor manusia dan prosedur. Penyebab pastinya perlu investigasi teknis.

Apakah kereta anjlok selalu berbahaya?

Tidak selalu berakibat fatal, tetapi tetap serius. Anjlokan dapat menyebabkan gangguan perjalanan, kerusakan, dan risiko keselamatan, terutama jika terjadi pada kecepatan tinggi atau lokasi padat.

Apa bedanya “anjlok” dan “anjlog”?

Penulisan yang umum dan baku dipakai adalah “anjlok”. Bentuk “anjlog” sering muncul sebagai salah ketik atau variasi tidak baku.

Siapa yang menyelidiki kecelakaan kereta api?

Untuk kejadian serius, investigasi keselamatan dapat melibatkan lembaga terkait seperti KNKT, regulator perkeretaapian, dan operator sesuai kewenangan masing-masing.

Kesimpulannya, kereta api anjlok adalah peristiwa ketika roda atau rangkaian keluar dari rel. Penyebabnya bisa berasal dari jalur, sarana, operasi, lingkungan, atau kombinasi beberapa faktor. Karena itu, pencegahan membutuhkan inspeksi, perawatan, prosedur keselamatan, dan investigasi yang disiplin.

DP

Dalima Puspita

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!