Di antara berbagai kejadian luar biasa dalam Islam seperti mukjizat dan karomah, ada satu konsep yang sering terlewatkan namun memiliki makna yang sangat dalam: irhas. Irhas adalah kejadian istimewa yang dialami oleh seorang calon nabi atau rasul sebelum ia diutus secara resmi. Ia berfungsi sebagai 'tanda pengantar' atau fondasi yang mempersiapkan dirinya dan orang-orang di sekitarnya untuk menerima risalah kenabian.
Memahami konsep irhas memberikan kita wawasan tentang bagaimana Allah SWT menjaga dan mempersiapkan para utusan-Nya sejak dini. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu irhas, perbedaannya dengan mukjizat, dan contoh-contohnya yang paling terkenal.
Pengertian Irhas Adalah...
Untuk memahami konsep ini, penting untuk melihatnya dari dua sisi: bahasa dan istilah.
Makna Bahasa dan Istilah
Secara bahasa, kata 'irhas' dalam bahasa Arab dapat diartikan sebagai "fondasi", "dasar", atau "permulaan". Ini sejalan dengan fungsinya sebagai pengantar atau pendahuluan bagi sesuatu yang lebih besar.
Dalam terminologi ilmu akidah, irhas adalah sebuah peristiwa luar biasa (khariqul ‘adah) yang Allah SWT tampakkan pada diri seorang calon nabi atau rasul sebelum masa kenabiannya (sebelum bi'tsah).
Mengapa Irhas Itu Penting?
Irhas memiliki beberapa fungsi krusial:
- Persiapan Mental dan Spiritual: Kejadian ini mempersiapkan sang calon nabi secara mental dan spiritual untuk menerima tugas berat yang akan diembannya.
- 'Pemberitahuan Dini': Bagi orang-orang di sekitarnya yang memiliki kepekaan batin (seperti para pendeta atau orang bijak pada masanya), irhas menjadi sinyal awal akan kemuliaan dan status istimewa sosok tersebut.
Perbedaan Mendasar: Irhas vs Mukjizat
Meskipun sama-sama kejadian luar biasa dari Allah, irhas dan mukjizat memiliki perbedaan yang sangat jelas.
- Waktu Terjadi: Perbedaan paling mendasar terletak pada waktunya. Irhas terjadi sebelum seseorang diangkat menjadi nabi, sedangkan mukjizat terjadi setelah ia diutus secara resmi dan memulai dakwahnya.
- Tujuan: Irhas berfungsi sebagai tanda persiapan dan pengantar. Sementara itu, tujuan utama mukjizat adalah sebagai bukti otentik (
hujjah) untuk menantang dan melemahkan argumen kaum yang menentangnya.
Untuk melihat perbandingan yang lebih lengkap dengan karomah dan ma'unah, Anda bisa merujuk pada panduan lengkap kami di sini.
Contoh-Contoh Irhas yang Terjadi pada Para Nabi
Sejarah para nabi dihiasi dengan berbagai peristiwa irhas yang menunjukkan penjagaan Allah sejak mereka kecil.
Irhas pada Nabi Muhammad SAW
Riwayat-riwayat sirah mencatat beberapa kejadian luar biasa sebelum beliau diangkat menjadi rasul, di antaranya:
- Peristiwa Pembelahan Dada (Shaqq al-Sadr): Sebuah riwayat masyhur menceritakan bagaimana dada beliau di masa kanak-kanak "dibedah" oleh malaikat untuk dibersihkan hatinya dari segala kotoran. Ini dipahami sebagai persiapan spiritual untuk menerima wahyu.
- Awan yang Selalu Menaungi: Dalam perjalanan dagang beliau ke Syam bersama pamannya, Abu Thalib, seorang pendeta bernama Buhaira mengenali tanda-tanda kenabian saat melihat awan yang senantiasa memayungi Muhammad kecil dari terik matahari.
- Batu yang Memberi Salam: Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa beliau mengetahui sebuah batu di Mekkah yang selalu mengucapkan salam kepadanya sebelum beliau diutus menjadi nabi.
Irhas pada Nabi Isa AS
Contoh irhas yang paling jelas pada Nabi Isa AS adalah kemampuannya berbicara saat ia masih bayi di dalam buaian. Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur'an (QS. Maryam: 29-33) dan berfungsi untuk membela kesucian ibunya, Maryam, dari tuduhan keji kaumnya.
Kesimpulan
Irhas adalah bukti nyata penjagaan, persiapan, dan rancangan agung Allah SWT terhadap para calon utusan-Nya. Ia menunjukkan bahwa proses kenabian bukanlah sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba, melainkan telah dipersiapkan dengan tanda-tanda kebesaran jauh sebelum wahyu pertama diturunkan. Memahami irhas memperkuat keyakinan kita bahwa para nabi dan rasul adalah manusia-manusia pilihan yang dijaga sejak awal untuk sebuah misi suci.