Contoh tanaman hipogeal antara lain jagung, padi, gandum, barley, kacang kapri, kacang polong, lentil, mangga, durian, alpukat, pohon ek, kelapa, kurma, pinang, dan beberapa jenis palem. Tanaman disebut hipogeal jika kotiledon atau keping bijinya tetap berada di bawah tanah saat biji berkecambah.
Ciri utama perkecambahan hipogeal adalah epikotil memanjang dan mendorong plumula atau calon tunas ke atas permukaan tanah, sementara kotiledon tetap menjadi cadangan makanan di bawah tanah. Untuk memahami perbedaannya dengan epigeal, lihat panduan utama perkecambahan epigeal dan hipogeal.
Jawaban Cepat: Apa Saja Contoh Tanaman Hipogeal?
| Kelompok | Contoh tanaman hipogeal | Ciri yang terlihat |
|---|---|---|
| Serealia | Jagung, padi, gandum, barley | Kotiledon/skutelum tetap di bawah; pucuk muda muncul ke atas |
| Kacang-kacangan tertentu | Kacang kapri, kacang polong, lentil | Kotiledon besar tetap menjadi cadangan makanan di bawah tanah |
| Pohon buah | Mangga, durian, alpukat | Biji besar tetap di bawah; tunas tumbuh ke permukaan |
| Palem dan pohon berkayu | Kelapa, kurma, pinang, pohon ek | Cadangan makanan terlindungi saat tunas muda berkembang |
Ciri-Ciri Tanaman Hipogeal
- Kotiledon tetap berada di bawah permukaan tanah.
- Bagian yang memanjang adalah epikotil.
- Plumula atau calon tunas terdorong ke atas permukaan tanah.
- Kotiledon terutama berfungsi sebagai cadangan makanan.
- Cadangan makanan lebih terlindungi dari gangguan di permukaan.
1. Jagung
Jagung adalah contoh tanaman hipogeal yang paling sering digunakan dalam pelajaran biologi. Pada jagung, kotiledon yang disebut skutelum tetap berada di bawah tanah atau di dalam biji. Bagian pucuk muda tumbuh ke atas dengan perlindungan koleoptil.
Karena kotiledonnya tidak terangkat, jagung berbeda dari kacang hijau yang kotiledonnya terlihat jelas di atas permukaan tanah.
2. Padi
Padi juga menunjukkan perkecambahan hipogeal. Saat berkecambah, bagian akar tumbuh lebih dulu, kemudian tunas muda memanjang ke atas. Kotiledon tetap berada di bawah dan berfungsi membantu penyediaan makanan bagi embrio.
3. Gandum
Gandum termasuk serealia dengan pola perkecambahan hipogeal. Seperti jagung dan padi, gandum memiliki struktur pelindung pucuk muda sehingga tunas dapat menembus media tanam tanpa membawa kotiledon ke permukaan.
4. Barley
Barley atau jelai termasuk kelompok rumput-rumputan yang berkecambah secara hipogeal. Kotiledon tetap berada di dalam biji, sedangkan pucuk muda tumbuh ke atas untuk membentuk daun pertama.
5. Kacang Kapri
Kacang kapri adalah contoh hipogeal pada tumbuhan dikotil. Kotiledonnya yang besar tidak terangkat ke atas tanah. Epikotil memanjang dan membawa calon tunas tumbuh ke permukaan.
6. Kacang Polong
Kacang polong memiliki pola yang mirip kacang kapri. Kotiledon tetap berada di bawah tanah sebagai cadangan makanan, sementara pucuk muda tumbuh ke atas dan membentuk daun sejati.
7. Lentil
Lentil termasuk kacang-kacangan yang dapat menunjukkan perkecambahan hipogeal. Kotiledon tetap menjadi sumber cadangan makanan di bawah tanah, sedangkan tunas muda muncul ke permukaan.
8. Mangga
Mangga memiliki biji besar dengan cadangan makanan yang banyak. Pada perkecambahannya, biji tetap berada di bawah atau dekat permukaan tanah, sementara tunas tumbuh ke atas. Karena kotiledon tidak terangkat seperti pada kacang hijau, mangga digolongkan sebagai contoh hipogeal.
9. Durian
Durian juga memiliki biji besar yang menyimpan cadangan makanan. Saat berkecambah, bagian tunas tumbuh keluar dari biji dan menuju permukaan, sedangkan cadangan makanan tetap berada di bawah.
10. Alpukat
Alpukat sering diamati saat bijinya disemaikan di air atau media tanam. Biji akan terbelah, akar muncul ke bawah, dan tunas tumbuh ke atas. Kotiledon tetap berada pada biji sebagai cadangan makanan, sehingga pola ini dekat dengan hipogeal.
11. Pohon Ek
Pohon ek atau oak berkecambah dari biji acorn. Cadangan makanan tetap berada di dalam biji, sementara tunas muda berkembang ke atas. Pola ini membantu anakan pohon mendapat pasokan energi yang cukup pada awal pertumbuhan.
12. Kelapa
Kelapa menunjukkan bentuk hipogeal yang khas. Kotiledon tetap berada di dalam buah kelapa, sedangkan tunas dan akar muncul dari salah satu mata kelapa. Cadangan makanan di dalam buah digunakan untuk mendukung pertumbuhan awal.
13. Kurma
Kurma termasuk kelompok palem. Saat bijinya berkecambah, kotiledon tetap berhubungan dengan cadangan makanan di dalam biji, sementara tunas muda berkembang keluar dan tumbuh ke atas.
14. Pinang
Pinang juga termasuk palem yang dapat menunjukkan perkecambahan hipogeal. Cadangan makanan tetap terlindungi di dalam biji, sedangkan bagian tunas tumbuh menuju permukaan tanah.
15. Nangka
Nangka sering disebut sebagai contoh tumbuhan hipogeal karena bijinya tetap menyimpan cadangan makanan di bawah tanah saat tunas muda muncul. Pada fase awal, tunas menggunakan cadangan tersebut sampai daun muda mampu berfotosintesis sendiri.
Hipogeal Berbeda dari Epigeal
Hipogeal berarti kotiledon tetap berada di bawah tanah karena epikotil memanjang. Sebaliknya, pada epigeal, kotiledon naik ke permukaan tanah karena hipokotil memanjang. Untuk melihat daftar kebalikannya, baca contoh tanaman epigeal.
Catatan Penting tentang Kacang Tanah
Kacang tanah kadang disebut dalam daftar hipogeal karena namanya dan karena buahnya berkembang di dalam tanah. Namun, dalam pembahasan perkecambahan, beberapa sumber mengelompokkannya berbeda bergantung pada fase yang diamati. Agar tidak membingungkan, gunakan contoh yang lebih aman untuk soal sekolah: jagung, padi, gandum, kacang kapri, kacang polong, mangga, dan kelapa.
Kesimpulan
Contoh tanaman hipogeal yang mudah diingat adalah jagung, padi, gandum, kacang kapri, kacang polong, mangga, kelapa, kurma, dan pinang. Ciri utamanya adalah kotiledon tetap berada di bawah tanah, sedangkan epikotil memanjang dan mendorong tunas muda ke permukaan.