Read More
Gerak Lokomotor: Pengertian, 12 Macam & Contoh dalam Olahraga 2026
Pendidikan

Gerak Lokomotor: Pengertian, 12 Macam & Contoh dalam Olahraga 2026

Gerak lokomotor adalah gerakan memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain. Kenali 12 macam gerak lokomotor, contohnya, dan manfaatnya bagi anak.

WC
Wah Cha Yup
10 Apr 2026 5 menit
Gerak Lokomotor: Pengertian, 12 Macam & Contoh dalam Olahraga 2026

Isi artikel

Gerak lokomotor adalah gerakan tubuh yang memindahkan seluruh badan dari satu tempat ke tempat lain. Sederhananya, setiap kali kamu berjalan, berlari, melompat, atau memanjat — kamu sedang melakukan gerak lokomotor. Gerakan ini menjadi salah satu materi inti dalam mata pelajaran PJOK (Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan) di sekolah dasar.

Berdasarkan Kurikulum Merdeka dari Kemendikbud RI, gerak lokomotor termasuk dalam kompetensi dasar yang wajib dikuasai siswa sejak kelas 1 SD. Menurut Encyclopedia Britannica, gerakan lokomotor melibatkan mekanisme pendorong (otot yang menghasilkan gaya) dan mekanisme kontrol (sistem saraf yang mengatur gerakan).

Anak-anak melakukan berbagai gerakan lokomotor dalam pelajaran PJOK

Pengertian Gerak Lokomotor

Dalam ilmu pendidikan jasmani, gerak lokomotor didefinisikan sebagai keterampilan berpindahnya individu dari satu titik ke titik lain. Saat berpindah, tubuh akan terangkat dan diproyeksikan ke arah tujuan — tidak sekadar bergerak di tempat.

Garak lokomotor berbeda dengan gerak non-lokomotor (gerak di tempat, seperti membungkuk, memutar, menekuk) dan gerak manipulatif (mengendalikan objek, seperti melempar, menangkap, menendang). Ketiga jenis gerakan ini merupakan fondasi dari semua aktivitas olahraga.

12 Macam-Macam Gerak Lokomotor dan Contohnya

Berdasarkan panduan dari Kompas.com dan Gramedia, berikut adalah macam-macam gerak lokomotor beserta contohnya:

No Gerak Lokomotor Pengertian Contoh dalam Olahraga
1 Berjalan Memindahkan tubuh dengan bergantian kaki, selalu ada kaki yang menempel di tanah Jalan santai, jalan cepat
2 Berlari Gerakan kaki cepat bergantian, ada momen kedua kaki melayang di udara Lari jarak pendek, lari estafet
3 Meloncat Menolak dan mendarat menggunakan kedua kaki Lompat jauh, lompat tinggi
4 Berjingkat (Hop) Menggunakan satu kaki untuk menolak dan mendarat Hurdle, latihan kelincahan
5 Melompat (Leap) Menolak dengan satu kaki, mendarat dengan kaki berbeda Lompat jangkit, senam lantai
6 Menderap (Gallop) Kombinasi berjalan dan melompat, satu kaki selalu di depan Kuda-kudaan, senam irama
7 Skipping Paduan berjalan dan berjingkat secara bergantian Pemanasan atlet, senam
8 Merayap Bergerak dengan tubuh telungkup di atas permukaan Krul perut, bela diri militer
9 Memanjat Memindahkan tubuh ke atas/bawah menggunakan tangan dan kaki Panjat dinding, panjat tebing
10 Rolling (Mengguling) Berputar tubuh di sepanjang permukaan tanpa berhenti Senam lantai, forward roll
11 Sliding Melompat ke samping dengan satu kaki selalu di depan Pembelaan basket, bulu tangkis
12 Meluncur Gerakan tubuh ke depan dengan momentum tanpa gerakan aktif Teknik dasar renang, seluncur es

Perbedaan Gerak Lokomotor dan Non-Lokomotor

Banyak siswa sering bingung membedakan kedua jenis gerak ini. Berikut perbandingan mudahnya:

Aspek Gerak Lokomotor Gerak Non-Lokomotor
Perpindahan tempat Ya, tubuh berpindah Tidak, tubuh tetap di tempat
Contoh gerakan Jalan, lari, lompat Bungkuk, putar, tekuk
Otot yang digunakan Otot besar (kaki, punggung) Otot inti dan anggota badan
Contoh olahraga Atletik, renang, sepak bola Senam, yoga, pemanasan

Contoh soal yang sering muncul: "Berlari termasuk gerak lokomotor karena dilakukan dengan cara memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain." Pernyataan ini benar karena berlari melibatkan perpindahan posisi tubuh.

Manfaat Gerak Lokomotor bagi Anak-Anak

Mengapa gerak lokomotor sangat penting diajarkan sejak usia dini? Berikut manfaatnya:

  • Melatih kekuatan dan daya tahan otot — Gerakan seperti berlari dan melompat memperkuat otot kaki, punggung, dan inti.
  • Mengembangkan koordinasi motorik kasar — Anak belajar mengoordinasikan mata, tangan, dan kaki secara bersamaan.
  • Meningkatkan keseimbangan dinamis — Gerak lokomotor melatih kemampuan menjaga keseimbangan saat tubuh bergerak.
  • Membangun kesadaran spasial — Anak belajar memahami posisi tubuh dalam ruang (atas, bawah, kiri, kanan).
  • Menjadi dasar semua cabang olahraga — Sepak bola, basket, bulu tangkis, renang — semuanya membutuhkan gerak lokomotor.

Contoh Permainan Tradisional yang Melatih Gerak Lokomotor

Orang tua dan guru bisa melatih gerak lokomotor anak melalui permainan tradisional Indonesia yang menyenangkan:

  • Engklek — melatih melompat dan keseimbangan satu kaki.
  • Gobak Sodor — melatih berlari, menghindar, dan strategi gerak.
  • Bekel — melatih koordinasi tangan-kaki (kombinasi manipulatif dan lokomotor).
  • Egrang — melatih keseimbangan dan koordinasi langkah.
  • Lompat Karet — melatih melompat dan ritme gerak.
  • Patil Lele — melatih berlari dan kelincahan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa berjalan termasuk gerak lokomotor?

Karena berjalan memindahkan seluruh tubuh dari satu tempat ke tempat lain. Meskipun gerakannya lambat dan selalu ada kaki yang menempel di tanah, posisi tubuh tetap mengalami perpindahan — yang merupakan ciri utama gerak lokomotor.

Apa bedanya meloncat dan melompat?

Meloncat (jump) menggunakan kedua kaki untuk menolak dan mendarat. Melompat (leap) menolak dengan satu kaki dan mendarat dengan kaki berbeda. Contoh: lompat jauh (meloncat) vs lompat jangkit (melompat).

Apakah berenang termasuk gerak lokomotor?

Ya. Berenang memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lain di dalam air. Gerakan meluncur, mengayunkan tangan, dan menendang kaki dalam renang semuanya merupakan bentuk gerak lokomotor.

Pada usia berapa anak mulai menguasai gerak lokomotor?

Sebagian besar anak mulai berjalan pada usia sekitar 1 tahun dan berlari pada usia 2 tahun. Kemampuan gerak lokomotor yang lebih kompleks (melompat, berjingkat, menderap) berkembang seiring bertambahnya usia dan latihan rutin.

Bagaimana cara melatih gerak lokomotor di rumah?

Orang tua bisa melatih gerak lokomotor melalui permainan sederhana seperti lomba lari, lompat tali, bermain engklek, atau mengajak anak bermain di taman. Aktivitas fisik minimal 60 menit per hari direkomendasikan oleh Kemenkes RI untuk anak usia sekolah.

WC

Wah Cha Yup

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!