Saat menulis dokumen formal seperti surat lamaran kerja, tugas sekolah, atau skripsi, penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi sangat penting. Salah satu kata yang seringkali menimbulkan kebingungan adalah fotokopi atau fotocopy. Mana penulisan yang tepat?
Inti Sari Artikel
- Penulisan yang benar dan baku menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah fotokopi.
- Kata "fotocopy" adalah bentuk tidak baku yang merupakan kata asli dari Bahasa Inggris ("photocopy").
- Dalam semua konteks formal, baik tulisan maupun lisan, selalu gunakan kata "fotokopi".
- Kesalahan penulisan ini umumnya terjadi karena pengaruh kebiasaan dan belum terbiasa dengan padanan kata serapan yang sudah diresmikan.
Jadi, Mana yang Benar: Fotokopi atau Fotocopy?
Jawaban singkat dan pastinya adalah: bentuk tulisan yang benar dan baku menurut kaidah Bahasa Indonesia adalah fotokopi.
Kata ini merupakan kata serapan dari bahasa Inggris "photocopy" yang telah secara resmi diadopsi ke dalam Bahasa Indonesia dengan penyesuaian ejaan. Jadi, untuk semua keperluan formal, tidak ada lagi keraguan untuk menggunakan bentuk "fotokopi".
Apa Kata Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)?
Untuk mendapatkan kepastian tertinggi, mari kita merujuk langsung pada sumber acuan utama bahasa kita, yaitu KBBI.
Definisi "Fotokopi" dalam KBBI
Jika Anda mencari kata "fotokopi" dalam KBBI, Anda akan menemukan entri yang jelas. Menurut KBBI, fotokopi (nomina/kata benda) memiliki arti:
hasil reproduksi (penggandaan) fotografis terhadap barang cetakan (tulisan).
KBBI juga mencatat kata turunannya, yaitu memfotokopi (verba/kata kerja) yang berarti membuat salinan atau menggandakan dengan cara difotokopi.
Apakah Kata "Fotocopy" Ada di KBBI?
Tidak. Jika Anda mencoba mencari entri "fotocopy" di KBBI, Anda tidak akan menemukannya. Hal ini menegaskan bahwa "fotocopy" adalah bahasa asing dan bukan merupakan kata baku dalam Bahasa Indonesia.
Asal Usul Kata dan Penyebab Kesalahan Umum
Kebingungan ini mudah dipahami. Mari kita lihat akarnya.
Pengaruh Bahasa Inggris ("Photocopy")
Kata "photocopy" berasal dari Bahasa Inggris yang merupakan gabungan dari "photo" (cahaya) dan "copy" (salinan). Karena teknologi mesin fotokopi berasal dari luar, istilah aslinya pun ikut populer di Indonesia.
Kebiasaan Sehari-hari
Dalam percakapan non-formal, banyak orang terbiasa menggunakan istilah "fotocopy" atau bahkan "foto copy" (dipisah). Kebiasaan ini yang sering terbawa saat seseorang harus menulis dalam situasi yang lebih resmi, sehingga menimbulkan keraguan.
Contoh Penggunaan Kata "Fotokopi" yang Benar
Untuk memperjelas, berikut adalah beberapa contoh penggunaan kata "fotokopi" dalam berbagai konteks kalimat.
Dalam Konteks Formal (Surat Lamaran, Dokumen Resmi)
- "Sebagai bahan pertimbangan, bersama surat ini saya lampirkan satu lembar fotokopi ijazah terakhir."
- "Harap serahkan dua rangkap fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku."
- "Biaya untuk memfotokopi seluruh dokumen tersebut adalah Rp50.000."
Dalam Konteks Non-Formal (Percakapan)
- "Bisa tolong buatkan fotokopi laporan ini sebanyak 5 kali?"
- "Mesin fotokopi di kantor sedang rusak."
Tanya Jawab Seputar Penulisan Fotokopi
Bagaimana dengan "foto copy" (dipisah)?
Bentuk ini juga tidak benar. Penulisan kata serapan yang sudah menjadi satu kesatuan tidak boleh dipisah. Jadi, baik "fotocopy" maupun "foto copy" adalah bentuk yang salah.
Apakah saya akan dianggap tidak profesional jika salah tulis?
Dalam komunikasi non-formal, mungkin tidak menjadi masalah besar. Namun, dalam konteks profesional atau akademis, kesalahan penulisan dasar seperti ini dapat mengurangi kredibilitas tulisan Anda.
Selain fotokopi, kata serapan apa lagi yang sering salah?
Banyak sekali. Beberapa contoh populer antara lain: analisis (bukan analisa), apotek (bukan apotik), atlet (bukan atlit), dan risiko (bukan resiko).
Kesimpulan: Gunakan "Fotokopi" untuk Penulisan yang Tepat
Sekarang sudah jelas. Untuk penulisan yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar, selalu gunakan kata fotokopi. Menggunakan ejaan yang tepat tidak hanya menunjukkan pemahaman bahasa yang baik, tetapi juga meningkatkan kualitas dan profesionalisme tulisan Anda.