Rasio gear motor dihitung dengan membagi jumlah gigi sprocket belakang dengan jumlah gigi sprocket depan. Contohnya, kombinasi 15T depan dan 45T belakang menghasilkan rasio 3,00. Angka yang lebih besar membuat rasio akhir lebih pendek dan tarikan cenderung lebih responsif. Angka yang lebih kecil membuat rasio lebih panjang sehingga putaran mesin pada kecepatan yang sama cenderung lebih rendah.
Namun, rasio yang lebih panjang tidak otomatis menaikkan kecepatan puncak. Tenaga mesin, rasio transmisi, ukuran ban, aerodinamika, beban, dan kondisi jalan tetap menentukan hasil sebenarnya. Karena itu, hitung dulu selisihnya sebelum membeli sprocket baru.
Rumus rasio gear motor
Untuk motor berpenggerak rantai, rumus rasio akhir atau final drive ratio adalah:
Rasio gear = jumlah gigi sprocket belakang ÷ jumlah gigi sprocket depan
Huruf “T” pada ukuran sprocket berarti teeth atau jumlah gigi. Jika sprocket depan berukuran 15T dan belakang 45T, perhitungannya:
45 ÷ 15 = 3,00
Artinya, sprocket depan berputar tiga kali untuk menghasilkan satu putaran sprocket belakang. Perhitungan ini hanya menunjukkan rasio akhir. Rasio keseluruhan dari mesin ke roda juga dipengaruhi rasio primer dan posisi gigi transmisi.
Cara menghitung perubahan rasio
Membandingkan rasio baru dengan rasio standar lebih berguna daripada melihat angkanya sendirian. Ikuti langkah berikut:
- Catat jumlah gigi sprocket depan dan belakang standar.
- Hitung rasio standar dengan rumus belakang ÷ depan.
- Hitung rasio kombinasi baru.
- Hitung persentase perubahan untuk memperkirakan seberapa besar karakter motor berubah.
Persentase perubahan = (rasio baru ÷ rasio standar − 1) × 100%
Misalnya, setelan standar 15/45 memiliki rasio 3,00. Anda ingin mencoba 14/45:
- Rasio standar: 45 ÷ 15 = 3,00
- Rasio baru: 45 ÷ 14 = 3,21
- Perubahan: (3,21 ÷ 3,00 − 1) × 100% = sekitar 7,1% lebih pendek
Pada kecepatan dan gigi transmisi yang sama, putaran mesin secara teori juga naik sekitar 7,1%. Hasil di jalan dapat berbeda karena slip ban, ukuran ban aktual, beban, dan kemampuan mesin mencapai putaran tertentu.
Tabel rasio gear depan dan belakang
Tabel berikut memudahkan perbandingan beberapa kombinasi umum. Ini bukan rekomendasi universal karena setiap model motor memiliki ukuran rantai, ruang sprocket, dan karakter mesin berbeda.
| Gear depan | Gear belakang | Rasio | Karakter relatif |
|---|---|---|---|
| 15T | 45T | 3,00 | Acuan |
| 14T | 45T | 3,21 | 7,1% lebih pendek |
| 15T | 47T | 3,13 | 4,4% lebih pendek |
| 15T | 43T | 2,87 | 4,4% lebih panjang |
| 16T | 45T | 2,81 | 6,3% lebih panjang |
Jika belum tahu ukuran bawaan motor, periksa buku manual atau data pabrikan. Pemilik Yamaha juga dapat memakai tabel ukuran gir motor Yamaha sebagai titik awal, lalu cocokkan lagi dengan tipe dan tahun produksi.
Rasio besar dan kecil, apa bedanya?
Rasio lebih besar: tarikan cenderung lebih ringan
Rasio menjadi lebih besar jika sprocket depan diperkecil atau sprocket belakang diperbesar. Setelan ini meningkatkan penggandaan torsi pada roda, sehingga motor cenderung lebih mudah berakselerasi, membawa beban, atau melewati tanjakan. Konsekuensinya, putaran mesin pada kecepatan jelajah yang sama menjadi lebih tinggi dan rentang kecepatan tiap gigi lebih pendek.
Rasio lebih kecil: putaran mesin cenderung lebih rendah
Rasio menjadi lebih kecil jika sprocket depan diperbesar atau sprocket belakang diperkecil. Setelan ini dapat menurunkan putaran mesin pada kecepatan yang sama dan memperpanjang rentang tiap gigi. Namun, tarikan awal dapat terasa lebih berat, terutama saat berboncengan atau menanjak.
Jangan menganggap rasio lebih kecil pasti menghasilkan kecepatan puncak lebih tinggi. Jika mesin tidak cukup kuat melawan beban dan hambatan udara, motor justru sulit mencapai putaran tenaga puncaknya. Panduan Renthal tentang gearing juga menempatkan pemilihan rasio sebagai kompromi antara akselerasi dan kecepatan.
Apakah turun satu gigi depan sama dengan naik tiga gigi belakang?
Tidak selalu. Ungkapan “turun satu gigi depan setara naik tiga gigi belakang” hanya pendekatan. Nilai tepatnya bergantung pada kombinasi awal.
Pada setelan 15/45, turun ke 14/45 mengubah rasio dari 3,00 menjadi 3,21 atau naik sekitar 7,1%. Untuk mendapat perubahan mendekati itu tanpa mengganti gear depan, sprocket belakang perlu menjadi sekitar 48T karena 48 ÷ 15 = 3,20. Pada kombinasi lain, hasilnya bisa berbeda.
Perubahan satu gigi di depan biasanya terasa lebih besar karena jumlah gigi sprocket depan jauh lebih sedikit. Meski praktis, sprocket depan yang terlalu kecil juga membuat rantai membelok lebih tajam. Gunakan ukuran yang memang tersedia dan sesuai untuk model motor.
Rasio gear dan ukuran ban
Ukuran ban belakang mengubah jarak tempuh setiap satu putaran roda. Ban dengan keliling lebih besar membuat rasio efektif terasa lebih panjang, sedangkan keliling lebih kecil membuatnya terasa lebih pendek. Karena itu, dua motor dengan kombinasi sprocket sama belum tentu memiliki putaran mesin dan kecepatan yang identik.
Jika diameter ban ikut berubah, baca penjelasan pengaruh ukuran ban terhadap rasio efektif. Untuk menghitung kecepatan teoritis secara lengkap, Anda memerlukan rasio primer, rasio gigi transmisi yang dipakai, rasio akhir, putaran mesin, dan keliling ban.
Sebelum mengganti sprocket, cek lima hal ini
- Ukuran dan pitch rantai. Gunakan pitch, lebar, serta spesifikasi kekuatan yang sesuai buku manual. Komponen yang tampak muat belum tentu cocok.
- Panjang rantai dan ruang penyetel. Perubahan jumlah gigi dapat membutuhkan rantai lebih panjang atau mengubah posisi as roda.
- Keausan satu set. Memasang sprocket baru pada rantai yang sudah aus dapat mempercepat keausan. D.I.D menyarankan rantai dan sprocket diganti bersama saat sudah menunjukkan keausan, kekakuan, atau kerusakan.
- Kelurusan dan ketegangan rantai. Setel sesuai manual, lalu periksa kembali setelah pemasangan. Rantai terlalu tegang atau terlalu kendur berisiko merusak komponen dan mengganggu kendali.
- Kebutuhan nyata. Tentukan apakah motor lebih sering dipakai untuk kota, tanjakan, membawa beban, atau perjalanan jauh. Hindari perubahan ekstrem hanya berdasarkan angka.
Untuk model tertentu, data bawaan lebih berguna daripada tebakan. Contohnya, ukuran gear Jupiter Z berbeda antara varian Burhan, Robot, dan Z1.
Pertanyaan yang sering muncul
Berapa rasio gear 14 depan dan 40 belakang?
Rasionya 40 ÷ 14 = 2,86. Bandingkan angka ini dengan rasio standar motor untuk mengetahui apakah setelan tersebut lebih pendek atau lebih panjang.
Bagaimana memilih rasio untuk tanjakan?
Rasio sedikit lebih besar biasanya membantu tarikan, tetapi pilihan harus mempertimbangkan tenaga mesin, beban, kondisi kopling, ban, dan batas ukuran komponen. Mulai dari perubahan kecil serta pastikan rantai dan sprocket kompatibel.
Apakah mengganti gear membuat motor lebih irit?
Tidak ada jaminan. Rasio lebih panjang dapat menurunkan putaran mesin saat melaju, tetapi mesin mungkin bekerja lebih berat dan pengendara membuka gas lebih besar. Konsumsi bahan bakar tetap dipengaruhi beban, lalu lintas, gaya berkendara, kondisi mesin, dan tekanan ban.
Kesimpulan
Rumus rasio gear motor adalah jumlah gigi belakang dibagi jumlah gigi depan. Gunakan rasio standar sebagai acuan, hitung persentase perubahan, lalu pilih kombinasi berdasarkan kebutuhan berkendara—bukan sekadar mengejar angka tarikan atau kecepatan puncak. Sebelum pemasangan, pastikan pitch, panjang, kekuatan, kelurusan, dan ketegangan rantai sesuai spesifikasi motor.