Oomycota: Pengertian, Ciri, Reproduksi, dan Peranan

Lili Zulaika

Oomycota, atau yang dikenal juga sebagai jamur air, adalah kelompok organisme yang biasanya ditemukan di air tawar, laut, atau tanah yang lembap. Di samping itu, Oomycota juga bisa menjadi penyebab penyakit pada tanaman dan hewan sehingga perannya cukup penting dalam bidang pertanian dan kesehatan.

Pengertian Oomycota

Oomycota berasal dari kata Yunani “oma”, yang artinya telur, dan “mykes” yang berarti jamur. Oleh karena itu, Oomycota sering disebut jamur air atau jamur telur. Meskipun sebutannya jamur, Oomycota sebenarnya tidak termasuk kelompok jamur sejati (Fungi). Oomycota terdiri dari dua kelas, yaitu Peronosporomycetes dan Saprolegniomycetes.

Ciri-ciri Jamur Oomycota

Beberapa ciri-ciri Oomycota antara lain:

  • Terdiri dari hifa yang bercabang-cabang dan dapat membentuk jalinan seperti jaringan
  • Tidak memiliki septa atau pembatas antar sel pada hifanya
  • Hifa tumbuh melalui perpanjangan ujungnya yang sensitif terhadap stimulus seperti cahaya, kimia, dan suhu lingkungan
  • Hifa memiliki aliran sitoplasma yang cukup cepat
  • Memiliki rongga respirasi di dalam dinding sel yang berfungsi sebagai saluran udara.

Reproduksi Oomycota

Oomycota melakukan reproduksi secara seksual dan aseksual. Reproduksi aseksual terjadi melalui pembentukan spora yang disebut zoospora atau aplanospora. Zoospora bergerak dengan flagela dan dapat menyebar dengan air. Sedangkan, aplanospora tidak memiliki flagela dan penyebarannya bergantung pada hewan, air, dan angin.

Reproduksi seksual Oomycota terjadi melalui pembentukan gametangia yang terpisah antara jantan dan betina. Gametangia jantan melepaskan sperma atau antheridium, sedangkan gametangia betina menghasilkan telur atau oogonium. Setelah penyatuan sperma dengan telur, terbentuklah zigot yang tumbuh menjadi zoospora yang baru.

Baca Juga!  Lumut: Tanaman Tersembunyi Dengan Manfaat Lumut Untuk Kesehatan yang Menakjubkan

Peranan Oomycota

Oomycota mempunyai berbagai peranan penting, di antaranya:

  • Sebagai dekomposer atau pengurai bahan organik dalam ekosistem dan membantu siklus nutrisi di alam.
  • Sebagai patogen pada tanaman dan hewan sehingga menjadi agen penyebab penyakit, misalnya pada umbi-umbian, padi, kentang, dan ikan salmon.
  • Sebagai pengendali organisme invasif seperti gulma air, nyamuk, dan siput.

FAQ tentang Oomycota

Apakah Oomycota jamur sejati?

Tidak, meskipun sebutannya jamur, Oomycota sebenarnya tidak termasuk kelompok jamur sejati (Fungi).

Apa peranan Oomycota dalam ekosistem?

Oomycota mempunyai peranan sebagai dekomposer atau pengurai bahan organik dalam ekosistem dan membantu siklus nutrisi di alam.

Apakah Oomycota bisa menjadi patogen pada tanaman dan hewan?

Ya, Oomycota bisa menjadi patogen pada tanaman dan hewan sehingga menjadi agen penyebab penyakit, misalnya pada umbi-umbian, padi, kentang, dan ikan salmon.

Bagaimana reproduksi Oomycota?

Oomycota melakukan reproduksi secara seksual dan aseksual. Reproduksi aseksual terjadi melalui pembentukan spora yang disebut zoospora atau aplanospora. Sedangkan, reproduksi seksual terjadi melalui pembentukan gametangia yang terpisah antara jantan dan betina.

Kesimpulan

Oomycota atau jamur air merupakan kelompok organisme yang penting dalam ekosistem dan perannya beragam, mulai dari dekomposer hingga patogen pada tanaman dan hewan. Mengetahui ciri-ciri Oomycota dan cara reproduksinya penting bagi pengendalian dan pengelolaan ekosistem sehingga peranannya bagi keberlangsungan hidup makhluk hidup semakin terjaga.

Also Read

Bagikan:

Lili Zulaika

Lili Zulaikah adalah seorang penulis berwawasan luas yang lulusan sarjana komunikasi. Dia memiliki hobi nongkrong dan menyukai kopi. Lili mampu menghasilkan tulisan-tulisan yang informatif dan menginspirasi dengan gaya yang santai dan menghibur. Profilnya yang berwawasan luas dan gaul menjadikannya sebagai penulis yang dapat memberikan kontribusi positif dalam dunia tulis-menulis.

Tags

Tinggalkan komentar