Siapa yang tidak tergiur dengan kesegaran buah semangka? Terutama saat cuaca Indonesia sedang panas terik-teriknya, menyantap potongan semangka dingin adalah pilihan sempurna. Buah ini memiliki kandungan air mencapai 91 persen, sehingga sangat ampuh menjaga kelembapan tubuh dan meredakan dahaga.
Namun, pernahkah Anda kecewa karena semangka yang dibeli ternyata memiliki daging yang pucat, teksturnya lembek, atau rasanya hambar? Salah beli buah tentu sangat menjengkelkan. Jangan khawatir, trik mengetahui kualitas gizi dari penampakan luar tidak hanya berlaku pada buah kuning, semangka pun menjanjikan rahasia visual yang bisa Anda baca dengan mudah.
5 Tips Memilih Semangka Termanis secara Jitu (Pasti Matang!)
Dirangkum dari CNN Indonesia serta ahli nutrisi lapangan, perhatikan kelima tanda alamiah berikut agar Anda tak lagi membawa pulang "semangka *zonk*":
1. Periksa Tanda Bantalan 'Field Spot' (Bercak Kuning)
Inilah indikator nomor satu yang sering diabaikan pembeli. Putar sisi bawah semangka dan carilah noda atau bercak bekas buah semangka bersentuhan dengan tanah lapang (disebut field spot).
- Jika belangnya berwarna putih: Artinya semangka dipanen terlalu cepat (belum matang).
- Jika belangnya kuning menguning/gelap: Artinya buah matang sempurna secara alami di pohonnya, bersiaplah untuk mencicipi rasa manis yang tajam!
2. Ketuk dan Bandingkan Suaranya
Angkat sedikit dan ketuk permukaan perut buah semangka layaknya Anda mengetuk pelan pintu. Semangka yang mengandung banyak curah air sempurna akan menghasilkan suara yang "berat" tapi bergema di dalam (suaranya terdengar pluk-pluk dalam). Jika suaranya terasa "nyaring" atau tipis, ia terlalu muda, jika suaranya "kopong dan kempes", ia mungkin dagingnya sudah terlalu layu.
3. Pilih yang Pola Garis Tepi Kulitnya Tegas
Perhatikan pola loreng harimau hijaunya. Tingkat kematangan buah bisa diukur dari pigmen warnanya. Pilihlah buah semangka yang warna hijau tuanya pekat, dan garis kontrasnya terlihat jelas berjarak. Warna yang kusam secara keseluruhan juga paradoksnya, justru berarti lebih matang daripada yang terlihat bersinar terang (mengkilap pucat).
4. Bobot Selalu Berbanding Lurus dengan Kualitas Air
Entah semangka itu bundar atau lonjong, padatkan pilihan Anda dengan mengangkatnya langsung. Jika Anda menemukan buah semangka yang ukurannya tergolong sedang tetapi terasa sangat berat melebihi ekspektasi besarnya, segera bayar buah itu! Semakin penuh air yang diikat daging penyusun vitamin dan gizi kalorinya, bobotnya tentu semakin ekstrem berat.
5. Tangkai Kecil yang Kering
Bila lapak buah tempat Anda belanja menjual semangka bertangkai pusar yang masih utuh di pangkalnya, pilihlah tangkai yang mengkerut kering dan kecokelatan. Tangkai kering menandakan buah matang dengan laju waktunya sendiri di akar. Sebaliknya, potongan hijau segar mengisyaratkan petani memetik buah secara terburu sebelum waktu semestinya.
Kesimpulan
Sebagai buah yang kaya akan hidrasi dan antioksidan, jangan pelit meluangkan waktu satu atau dua menit saat menyasar rak di supermarket atau pasar buah. Mulai sekarang, praktikan panduan trik cara memilih semangka di atas yang dijamin tak lagi gagal, memuaskan tekak dan menyegarkan hawa dahagamu sekeluarga!