Scroll untuk baca artikel
Rupa

Model Operasi Langsung (Direct Operation) yang Dilakukan Pemerintah

Avatar
×

Model Operasi Langsung (Direct Operation) yang Dilakukan Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Model Operasi Langsung (Direct Operation) yang Dilakukan Pemerintah

Model operasi langsung (direct operation) adalah salah satu pola atau bentuk intervensi langsung yang dilakukan pemerintah dalam menyelenggarakan berbagai program dan layanan publik yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam model ini, pemerintah secara langsung terlibat dalam penyediaan layanan atau pengelolaan program tanpa melibatkan actor atau pihak ketiga. Jadi pemerintah bertindak sebagai leading sector yang mengambil peran utama dalam operasionalisasi program dan layanan yang ditujukan bagi kepentingan publik.

Berikut adalah ciri-ciri utama dari model operasi langsung:

  • Pemerintah secara langsung menyelenggarakan layanan atau program tanpa intermediary
  • Tidak melibatkan pihak swasta atau organisasi non-profit
  • Pemerintah menanggung seluruh biaya operasional
  • Contoh penerapannya: penyelenggaraan pendidikan, kesehatan, administrasi kependudukan, dan lain-lain oleh pemerintah

Latar Belakang Model Operasi Langsung

Model operasi langsung ini pada awalnya dilatarbelakangi oleh konsep negara kesejahteraan yang berkembang di Eropa pada abad 19. Negara dianggap memiliki tanggung jawab untuk turut campur tangan dalam meningkatkan kesejahteraan warganya.

Keterlibatan langsung pemerintah ini kemudian diterapkan dalam penyediaan berbagai layanan publik dan program perlindungan sosial guna memenuhi hak-hak dasar dan kebutuhan masyarakat luas. Layanan publik yang diselenggarakan antara lain pendidikan, kesehatan, perumahan, transportasi, dan utilitas publik.

Pemerintah dianggap sebagai aktor yang paling tepat untuk menyelenggarakan layanan-layanan tersebut mengingat sifatnya yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Selain itu juga karena pemerintah dipandang memiliki sumber daya dan skala ekonomis yang diperlukan untuk menjamin keterjangkauan dan ketersediaan layanan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baca Juga!  Pembentukan Sikap Melalui Pendekatan Motivasional: 3 Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Kelebihan Model Operasi Langsung

Terdapat beberapa kelebihan dari model operasi langsung ini, antara lain:

  • Pemerintah dapat mengendalikan kualitas layanan lebih baik
  • Biaya layanan relatif lebih terjangkau karena disubsidi pemerintah
  • Pemerataan akses layanan ke seluruh lapisan masyarakat
  • Terjaminnya hak-hak dasar warga negara
  • Pemerintah dapat mengumpulkan data dan statistik lebih akurat

Melalui penyelenggaraan langsung ini, pemerintah diharapkan dapat menjamin ketersediaan layanan yang berkualitas bagi seluruh warga negara tanpa memandang status sosial ekonominya. Layanan publik yang affordable dan accessible ini penting artinya untuk menciptakan keadilan sosial.

Contoh Penerapan Model Operasi Langsung

Beberapa contoh penerapan model operasi langsung oleh pemerintah antara lain:

1. Penyelenggaraan pendidikan

Pemerintah mendirikan dan mengelola berbagai sekolah negeri dari tingkat SD hingga perguruan tinggi negeri. Seluruh pendanaan berasal dari APBN dan APBD. Contohnya SDN, SMPN, SMA/SMK negeri, politeknik negeri, universitas negeri.

2. Pelayanan kesehatan di rumah sakit pemerintah

Pemerintah mendirikan rumah sakit umum dan rumah sakit khusus yang dikelola langsung oleh Kementerian Kesehatan maupun pemerintah daerah. Contohnya RSUD, RS Jiwa, RS Kanker, RS Mata, RS Paru, dan lain-lain.

3. Administrasi kependudukan

Pelayanan administrasi seperti KTP, akta kelahiran, akta kematian, akta nikah, dan dokumen kependudukan lainnya diselenggarakan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

4. Program keluarga berencana

Program penyuluhan dan pelayanan KB dilakukan oleh pemerintah melalui puskesmas dan bidan desa setempat.

Tantangan Model Operasi Langsung

Meski memiliki sejumlah kelebihan, model operasi langsung ini juga tidak luput dari berbagai tantangan, di antaranya:

  • Biaya operasional yang sangat besar menjadi beban APBN/APBD
  • Rawan inefisiensi dan pemborosan anggaran
  • Rentan mengalami masalah sumber daya manusia (brain drain, gap kompetensi)
  • Sulit melakukan inovasi karena terbentur birokrasi yang kaku
  • Cenderung lambat dalam merespons perubahan permintaan masyarakat
Baca Juga!  Cara Mudah Membatalkan Pesanan di TIX ID

Tantangan-tantangan tersebut yang kemudian melahirkan berbagai kritik dan menjadi alasan munculnya model-model penyelenggaraan layanan publik lainnya, seperti privatisasi, kerja sama pemerintah dan swasta (KPS), hingga mekanisme kontrak/outsourcing ke pihak ketiga.

Namun demikian, model operasi langsung oleh pemerintah hingga kini tetap menjadi pilihan yang paling banyak diterapkan di banyak negara. Hal ini mengingat peran vital layanan publik dalam menjamin hak-hak dasar dan keadilan sosial warga negara. Tantangannya kemudian terletak pada upaya reformasi birokrasi dan peningkatan kapasitas pemerintah itu sendiri.

Itulah pembahasan mengenai model operasi langsung beserta contoh penerapannya oleh pemerintah. Semoga artikel ini bermanfaat untuk menambah pemahaman kita tentang peran pemerintah dalam penyelenggaraan berbagai program dan layanan demi kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *