Scroll untuk baca artikel
Rupa

Model atau Pola Operasi Pemerintah Menurut Muchsan

Avatar
×

Model atau Pola Operasi Pemerintah Menurut Muchsan

Sebarkan artikel ini
Model atau Pola Operasi Pemerintah Menurut Muchsan

Dalam ilmu administrasi publik, terdapat berbagai model atau pola bagaimana pemerintah menjalankan operasinya untuk menyelenggarakan pelayanan publik dan mengatur kehidupan warganya. Salah satu pakar administrasi publik Indonesia, Muchsan, mengemukakan lima model atau pola operasi pemerintahan, yaitu:

  1. Operasi Langsung
  2. Pengendalian Langsung
  3. Pengendalian Tidak Langsung
  4. Pemengaruhan Langsung
  5. Pemengaruhan Tidak Langsung

Mari kita bahas satu per satu model operasi pemerintahan menurut Muchsan ini.

1. Operasi Langsung

Dalam model Operasi Langsung, pemerintah secara langsung terlibat dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan pelayanan publik tanpa melalui perantara. Pemerintah bertindak sebagai pelaksana langsung dengan memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya, seperti pegawai negeri, fasilitas dan peralatan, serta anggaran belanja.

Beberapa contoh Operasi Langsung oleh pemerintah antara lain:

  • Penyediaan fasilitas pendidikan negeri seperti sekolah dan universitas beserta guru/dosennya
  • Penyediaan fasilitas kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit, dan tenaga medisnya
  • Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur seperti jalan raya, jembatan, pelabuhan, dan bandara
  • Penyediaan transportasi publik seperti kereta api dan bus kota
  • Pelayanan administrasi publik di kantor pemerintahan
  • Pemeliharaan ketertiban dan keamanan oleh polisi
  • Pemadaman kebakaran oleh dinas pemadam kebakaran
  • dan lain-lain

Keuntungan model Operasi Langsung adalah pemerintah memiliki kendali penuh sehingga dapat menjamin kualitas dan standar pelayanan. Sedangkan kelemahannya antara lain pemerintah kurang fleksibel dan inovatif dalam menyelenggarakan layanan publik.

2. Pengendalian Langsung

Dalam model Pengendalian Langsung, pemerintah membuat berbagai peraturan yang mengharuskan masyarakat, swasta, atau lembaga lain untuk berperilaku atau melakukan kegiatan tertentu. Pemerintah menggunakan regulasi sebagai instrumen untuk mengendalikan secara langsung perilaku para pihak agar sejalan dengan kepentingan dan tujuan publik.

Baca Juga!  Kumpulan Sketsa Gambar Orang Kartun Terbaik untuk Mengasah Bakat Seni

Beberapa contoh penerapan model Pengendalian Langsung antara lain:

  • Peraturan lalu lintas dan transportasi, seperti batas kecepatan, helm standar, uji emisi kendaraan.
  • Peraturan tata ruang dan bangunan, seperti koefisien dasar bangunan, standar keamanan dan keselamatan bangunan.
  • Peraturan kesehatan dan kebersihan lingkungan seperti pengelolaan limbah B3, ambang baku pencemaran air/udara, higiene restoran/hotel.
  • Peraturan perpajakan yang mengatur kewajiban perpajakan warga negara dan badan usaha.
  • Peraturan ketenagakerjaan terkait upah minimum, jaminan sosial, keselamatan kerja.
  • Peraturan perlindungan konsumen terkait label produk, standar keamanan produk, garansi, dll.

Keuntungan model ini adalah pemerintah dapat secara efektif mengarahkan perilaku masyarakat dan pelaku ekonomi. Sedangkan kelemahannya jika terlalu banyak regulasi bisa menghambat inovasi dan kreativitas.

3. Pengendalian Tidak Langsung

Jika dalam model Pengendalian Langsung pemerintah menggunakan aturan-aturan yang mengikat dan memaksa, dalam model Pengendalian Tidak Langsung pemerintah berupaya memengaruhi perilaku masyarakat dan pelaku ekonomi dengan cara memberikan insentif/disinsentif.

Beberapa contoh penerapan model Pengendalian Tidak Langsung:

  • Pemberian subsidi untuk barang/jasa tertentu agar harganya terjangkau masyarakat, misalnya subsidi BBM, tarif listrik, pupuk, benih/bibit tanaman pangan.
  • Pemberian insentif/disinsentif fiskal seperti pajak untuk mengarahkan perilaku pelaku ekonomi. Misalnya pajak tinggi rokok untuk membatasi konsumsi rokok, insentif pajak untuk investor di sektor tertentu.
  • Pengenaan pajak progresif untuk redistribusi pendapatan, di mana kelompok berpenghasilan tinggi dikenai pajak lebih tinggi.
  • Program Cash Transfer Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk kelompok miskin agar daya belinya meningkat.
  • Pemberian keringanan pajak bagi wajib pajak patuh.
  • Pengenaan pajak tinggi untuk kendaraan dan BBM yang boros dan tinggi emisi.

Keuntungan model ini adalah pemerintah dapat secara halus memengaruhi perilaku tanpa harus memaksakan peraturan yang kaku. Sedangkan kelemahannya membutuhkan analisis dampak yang cermat agar insentif/disinsentif efektif mengarahkan perilaku yang dikehendaki.

Baca Juga!  Perbedaan Scott Emulsion Putih dan Orange: Pilih yang Sesuai untuk Kesehatan Anda

4. Pemengaruhan Langsung

Dalam model Pemengaruhan Langsung, pemerintah berupaya secara persuasif mempengaruhi masyarakat, swasta, ataupun lembaga lain untuk bertindak atau berperilaku tertentu sesuai kepentingan publik, tanpa menggunakan paksaan berupa regulasi.

Beberapa contoh penerapan model Pemengaruhan Langsung:

  • Kampanye dan edukasi publik oleh pemerintah di bidang kesehatan, seperti gaya hidup sehat, bahaya merokok, tips nutrisi seimbang, manfaat vaksinasi dan lain-lain.
  • Kampanye anti narkoba oleh BNN untuk memengaruhi anak muda menjauhi narkoba.
  • Kampanye literasi keuangan oleh OJK untuk meningkatkan edukasi masyarakat dalam manajemen keuangan.
  • Kampanye sadar pajak oleh Ditjen Pajak untuk memengaruhi kepatuhan pajak sukarela.
  • Kampanye wisata dalam negeri oleh Kemenparekraf untuk mendorong minat berwisata lokal.
  • Seruan atau imbauan dari pejabat publik kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, menjaga kebersihan lingkungan, hemat BBM, dan lain sebagainya.

Keuntungan model ini adalah bersifat persuasif sehingga lebih diterima masyarakat. Sedangkan kelemahannya tergantung kesadaran dan kepatuhan masyarakat itu sendiri.

5. Pemengaruhan Tidak Langsung

Dalam model Pemengaruhan Tidak Langsung, pemerintah berupaya menciptakan kondisi yang memungkinkan atau memfasilitasi masyarakat, swasta, dan lembaga lain untuk bertindak demi kepentingan publik atas kemauan dan kesadaran mereka sendiri.

Beberapa contoh implementasi model Pemengaruhan Tidak Langsung:

  • Penyediaan data terbuka atau open data oleh pemerintah sehingga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Misalnya data statistik pembangunan, data anggaran dan proyek pemerintah.
  • Transparansi informasi publik seperti anggaran pemerintah, proses pengadaan barang dan jasa, data perizinan, dan lain-lain untuk mendorong kontrol publik.
  • Pemberdayaan masyarakat desa lewat program seperti PNPM Mandiri, KUBE, lumbung pangan masyarakat.
  • Penyediaan fasilitas publik seperti taman kota, tempat pembuangan sampah, akses internet nirkabel, tempat penitipan anak agar dimanfaatkan masyarakat.
  • Deregulasi untuk memberi keleluasaan masyarakat dan pelaku usaha berkreasi tanpa banyak hambatan birokrasi.
  • Dan lain-lain.
Baca Juga!  Tekanan Ekologi: Panduan Praktis untuk Hidup Lebih Ramah Lingkungan

Keuntungan model ini adalah mendorong prakarsa dan partisipasi langsung masyarakat tanpa intervensi langsung pemerintah. Sedangkan tantangannya membutuhkan tingkat pendidikan dan kesadaran publik yang tinggi.

Penutup

Itulah uraian mengenai kelima model atau pola operasi pemerintahan menurut Muchsan beserta contoh-contoh implementasinya dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di Indonesia. Tiap model memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Pemerintah perlu menentukan kombinasi model operasi yang tepat disesuaikan konteks dan bidang pelayanan publiknya, agar implementasi kebijakan dan program pemerintah bisa berhasil efektif mencapai tujuannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *