Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Mengatasi Ketidaksiapan Siswa dalam Pembelajaran Inquiry

×

Mengatasi Ketidaksiapan Siswa dalam Pembelajaran Inquiry

Sebarkan artikel ini
Mengatasi Ketidaksiapan Siswa dalam Pembelajaran Inquiry

Ketidaksiapan siswa dalam pembelajaran inquiry di SD dapat menjadi tantangan bagi seorang guru. Beberapa hal yang dapat dilakukan guru untuk mengatasinya antara lain:

Cara Mengatasi Ketidaksiapan Siswa

1. Menciptakan Suasana Nyaman di Kelas

Guru perlu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan terbuka agar siswa tertarik untuk berdiskusi. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain:

  • Mengatur tempat duduk melingkar sehingga semua siswa saling bertatap muka
  • Mendekorasi ruangan dengan poster-poster edukatif
  • Memutar musik instrumental lembut di latar belakang
  • Memberikan pujian saat siswa memberikan pendapat

Dengan suasana nyaman, siswa akan lebih bersemangat mengikuti pembelajaran.

2. Melakukan Asesmen Awal

Lakukan asesmen awal untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan awal dan minat siswa terhadap topik pembelajaran. Hal ini penting agar guru bisa menyesuaikan rencana pembelajaran. Jika siswa memiliki pengetahuan awal yang minim, guru perlu memberikan penjelasan dasar terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke tahap inquiry.

Beberapa teknik asesmen yang bisa digunakan antara lain tanya jawab lisan, pemberian kuesioner, atau ice breaking game.

3. Memberikan Scaffolding

Scaffolding adalah pemberian bantuan secara bertahap kepada siswa selama proses inquiry sesuai dengan kebutuhannya. Bantuan ini bersifat sementara dan dikurangi secara bertahap saat siswa mulai bisa mandiri.

Beberapa contoh scaffolding yang bisa diberikan guru antara lain:

  • Memberikan pertanyaan penuntun saat siswa kesulitan merumuskan hipotesis
  • Menyediakan alat dan bahan praktikum lengkap dengan petunjuk penggunaan
  • Mendampingi setiap kelompok saat diskusi
Baca Juga!  Pengaruh Letak Geografis Indonesia terhadap Penjajahan Samudra

Dengan scaffolding, inquiry learning bisa berjalan lancar meski siswa belum sepenuhnya siap.

4. Menggunakan Media Pembelajaran

Media pembelajaran yang tepat dapat meningkatkan minat dan partisipasi siswa dalam inquiry learning. Beberapa media yang bisa digunakan guru SD antara lain:

  • Video edukatif
  • Gambar/poster yang sesuai topik
  • Alat peraga sederhana
  • Objek nyata yang ada di lingkungan sekitar

Penggunaan media yang kontekstual dan familiar bagi siswa akan sangat membantu proses inquiry learning.

5. Melibatkan Kerja Kelompok

Kerja kelompok memungkinkan siswa saling membantu teman lain yang kurang paham. Siswa yang sudah paham konsep dapat menjelaskan ke teman lainnya, sementara yang belum paham bisa bertanya.

Guru perlu membuat aturan diskusi kelompok yang jelas, misalnya setiap anggota kelompok wajib memberi kontribusi. Selain itu, tugaskan satu siswa sebagai moderator untuk memastikan diskusi berjalan lancar.

Dengan begitu, inquiry learning tetap bisa dilakukan meski beberapa siswa belum siap karena mendapat bantuan teman satu kelompok.

Pendekatan Kontekstual

Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang mengaitkan materi dengan dunia nyata siswa. Tujuannya agar siswa paham materi bukan hanya secara teoritis tapi juga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan Kontekstual

Beberapa cara menerapkan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran inquiry antara lain:

1. Menggunakan Masalah Dunia Nyata

Guru bisa menggunakan fenomena alam, peristiwa aktual, atau situasi kehidupan sehari-hari siswa sebagai masalah yang perlu diinquiry dalam pembelajaran.

Misalnya, saat mempelajari daur air, siswa bisa diminta menyelidiki mengapa sumur di desanya kering saat musim kemarau tiba.

2. Melibatkan Lingkungan Sekitar

Siswa diajak untuk mengumpulkan data atau melakukan eksperimen dengan memanfaatkan benda/situasi di lingkungan sekitar sekolah.

Misalnya, saat mempelajari sifat benda, siswa bisa melakukan penyelidikan terhadap benda-benda yang ada di halaman sekolah.

Baca Juga!  Analisis Pengetahuan Dasar dan Kreasi Musik dan Tari untuk PAUD

3. Mengaitkan Materi dengan Kehidupan Siswa

Guru mengaitkan setiap materi yang diajarkan dengan situasi kehidupan nyata siswa.

Mengaitkan Materi dengan Kehidupan Siswa

Misalnya, mengkaitkan pelajaran matematika pecahan dengan aktivitas memasak atau berbelanja di pasar tradisional.

Dengan pendekatan kontekstual, siswa diajak untuk menemukan makna materi pelajaran lewat penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kesimpulan

Ketidaksiapan siswa dalam inquiry learning memang bisa menjadi tantangan. Namun dengan persiapan matang dari guru dan dukungan pendekatan kontekstual, inquiry tetap bisa dilakukan dengan baik.

Kuncinya adalah guru harus peka terhadap kesulitan siswa dan memberikan scaffolding secara bertahap. Selain itu, libatkan media pembelajaran dan kerja kelompok agar siswa saling membantu.

Dengan usaha maksimal dari guru, inquiry learning tetap bisa memberikan pengalaman berharga bagi siswa meski mereka belum sepenuhnya siap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *