Scroll untuk baca artikel
Rupa

Mengapa Tanah Podsolik Kurang Sesuai untuk Pertanian

×

Mengapa Tanah Podsolik Kurang Sesuai untuk Pertanian

Sebarkan artikel ini
Mengapa Tanah Podsolik Kurang Sesuai untuk Pertanian

Hai teman-teman, beberapa waktu lalu aku membaca tentang jenis tanah yang disebut tanah podsolik. Tanah ini ternyata kurang begitu sesuai untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian loh.

Jadi tanah podsolik ini memiliki beberapa sifat yang agak ekstrim dan kurang menguntungkan untuk pertumbuhan tanaman. Aku akan jelaskan satu per satu ya kenapa tanah ini kurang cocok untuk kegiatan pertanian.

1. Daya Simpan Air dan Unsur Hara Rendah

Salah satu syarat tanah yang baik untuk pertanian adalah mampu menyimpan air dan unsur hara yang cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Sayangnya, tanah podsolik tidak memenuhi kriteria ini.

Lapisan atas tanah podsolik umumnya tipis dan miskin akan bahan organik. Ini yang menyebabkan daya simpannya terhadap air dan unsur hara menjadi rendah.

Akibatnya, air dan unsur hara mudah tercuci saat terjadi hujan deras. Tanaman pun kekurangan asupan nutrisi dan air untuk bertahan hidup.

2. Tekstur Tanah yang Keras dan Berpasir

Selain miskin bahan organik, tanah podsolik juga didominasi oleh pasir kuarsa yang membuat teksturnya menjadi keras dan berpasir.

Tekstur semacam ini sangat sulit untuk diolah, baik menggunakan traktor ataupun secara manual. Akar tanaman pun akan kesulitan untuk menembus lapisan tanah yang padat dan keras tersebut.

Berikut adalah tabel perbandingan tekstur tanah podsolik dan tanah subur:

Jenis TanahTeksturKemudahan PengolahanPerkembangan Akar
PodsolikKeras, berpasirSulitTerhambat
SuburGembur, lempungMudahBaik

3. Kemasaman Tinggi dan Kandungan Hara Rendah

Sifat kimia tanah podsolik juga kurang menguntungkan untuk pertanian. Tanah ini memiliki tingkat kemasaman yang tinggi dengan pH rendah.

Baca Juga!  Etika Komunikasi dalam Perspektif Religius: Menyelami Nilai-Nilai Islam

Selain itu, kandungan unsur hara makro esensial seperti nitrogen, fosfor, kalium, kalsium dan magnesium juga rendah. Sementara kandungan aluminium dan besi yang bersifat racun bagi tanaman cukup tinggi.

Kondisi semacam ini jelas tidak ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tanpa adanya intervensi, tanaman akan kesulitan tumbuh dengan subur di tanah podsolik.

4. Rawan Erosi dan Longsor

Struktur tanah yang buruk pada tanah podsolik juga menyebabkannya rawan mengalami erosi dan longsor. Hujan deras atau aktivitas pengolahan tanah bisa memicu tergerus dan hanyutnya lapisan atas tanah.

Bencana alam seperti ini tentu sangat merugikan petani. Lahan pertanian bisa rusak parah dan sulit dipulihkan kembali jika terkena erosi atau longsor.

5. Kurang Responsif terhadap Pemupukan

Salah satu upaya untuk memperbaiki kesuburan tanah podsolik adalah dengan melakukan pemupukan. Sayangnya, sifat alami tanah ini yang masam dan miskin bahan organik mengurangi efektivitas pemupukan.

Unsur hara dari pupuk tidak dapat diserap secara optimal oleh tanaman. Sebagian besar bahkan terbuang atau terfiksasi oleh tanah. Jadi hasilnya kurang maksimal meskipun sudah dipupuk.

Nah, itu dia 5 alasan utama mengapa tanah podsolik kurang cocok untuk pengembangan lahan pertanian. Jadi memang diperlukan usaha ekstra untuk memperbaiki sifat kimia dan fisika tanahnya agar bisa digunakan untuk bercocok tanam.

Beberapa cara perbaikan tanah podsolik antara lain dengan pengapuran, pemupukan berimbang, atau penambahan bahan organik seperti pupuk kandang/kompos. Namun tetap saja ini membutuhkan biaya dan tenaga ekstra dari petani.

Mudah-mudahan artikel ini bisa menambah wawasan kita tentang jenis-jenis tanah di Indonesia teman-teman. Jika ada pertanyaan atau masukan, silakan tulis di kolom komentar ya. Terima kasih sudah membaca!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *