Mengapa Manusia Membentuk Kelompok Sosial?

Akbar Fauziah

Mengapa Manusia Membentuk Kelompok Sosial

Manusia merupakan makhluk sosial yang secara alami membutuhkan orang lain dalam kehidupannya. Sejak lahir, manusia telah bergantung pada orang tua dan lingkungan sekitarnya. Ketika dewasa, manusia tetap membutuhkan interaksi dengan orang lain untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya.

Menurut Aristoteles, manusia adalah “zoon politicon” yang berarti hewan politik. Ini mengindikasikan bahwa manusia memiliki naluri untuk hidup bermasyarakat sekalipun itu tidak selalu memberi manfaat bagi dirinya.

Jadi mengapa manusia membentuk kelompok sosial? Tulisan ini akan membahas berbagai alasan mengapa manusia memerlukan orang lain dalam membentuk kelompok sosial.

Manusia Memiliki Naluri untuk Hidup Berkelompok

Salah satu alasan utama manusia membentuk kelompok sosial adalah karena manusia memiliki naluri alami untuk hidup berkelompok. Hal ini sudah ada sejak zaman purba ketika manusia hidup secara berpindah-pindah. Mereka membentuk kelompok untuk berburu, mencari makanan, dan mempertahankan diri dari binatang buas maupun kelompok lain.

Sifat alami ini masih melekat hingga saat ini meskipun peradaban manusia sudah maju. Manusia masih merasa nyaman dan aman jika hidup bersama dengan orang-orang yang memiliki kesamaan, entah itu suku, agama, profesi, hobi, dan lainnya. Rasa memiliki dan solidaritas inilah yang mendorong manusia untuk membentuk kelompok sosial.

Memenuhi Kebutuhan Hidup

Alasan lainnya adalah karena manusia membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Sejak lahir, manusia sudah bergantung pada orang tua untuk mendapatkan makanan, pakaian, tempat tinggal, dan perlindungan.

Memenuhi Kebutuhan Hidup

Ketika dewasa, manusia masih perlu bekerja sama dengan orang lain untuk mencukupi kebutuhan sandang, pangan, papan, kesehatan, pendidikan, dan lainnya. Misalnya, petani membutuhkan tengkulak untuk menjual hasil panennya, dokter membutuhkan perawat untuk merawat pasien, dan sebagainya.

Baca Juga!
3 Bentuk Interaksi Sosial dalam Fenomena Tawuran Remaja di Indonesia

Dengan berkelompok, manusia dapat saling membantu untuk mencapai tujuan bersama secara lebih efisien. Banyak hal yang tidak dapat dicapai manusia secara individu dan memerlukan kerja sama dalam kelompok.

Memenuhi Kebutuhan Rasa Aman

Manusia membentuk kelompok sosial karena adanya kebutuhan akan rasa aman. Dalam kelompok, manusia merasa lebih terlindungi dari berbagai ancaman alam maupun sosial.

Misalnya, suku Indian di Amerika membentuk suku untuk saling melindungi dari serangan suku lain. Di perkotaan, warga membentuk ronda malam untuk menjaga keamanan lingkungan dari pencurian dan kejahatan.

Rasa aman juga diperoleh dari adanya ikatan emosional antar anggota kelompok. Manusia merasa nyaman karena hidup bersama orang-orang yang dipercaya dan dikenal dengan baik.

Memenuhi Kebutuhan Sosial

Manusia adalah makhluk sosial yang memiliki berbagai kebutuhan sosial, seperti rasa memiliki, dicintai, dihargai, dan aktualisasi diri. Kebutuhan-kebutuhan ini hanya dapat dipenuhi dengan berinteraksi dalam kelompok sosial.

Dalam kelompok, manusia dapat menemukan teman, pasangan hidup, mendapat dukungan emosional, rasa percaya diri, hingga aktualisasi diri. Tanpa kelompok sosial, manusia akan merasa kesepian dan terisolasi.

Memperoleh Perlindungan Hukum dan Politik

Dengan bergabung dalam kelompok sosial, manusia dapat memperoleh perlindungan baik secara hukum maupun politik. Misalnya, serikat pekerja dapat melindungi hak-hak pekerja dari kesewenang-wenangan perusahaan.

Partai politik dapat memperjuangkan kepentingan kelompok tertentu di pemerintahan. Organisasi profesi seperti ikatan dokter atau pengacara dapat memberi perlindungan hukum bagi anggotanya.

Mempermudah Pengawasan Sosial

Kelompok sosial memudahkan masyarakat untuk melakukan pengawasan sosial. Nilai dan norma dalam masyarakat lebih mudah diawasi dan ditegakkan jika manusia hidup dalam kelompok-kelompok sosial.

Mempermudah Pengawasan Sosial

Misalnya, norma kesopanan dan keramahan dapat diawasi dalam keluarga, sekolah, atau tempat kerja. Pelanggaran norma oleh anggota kelompok juga lebih mudah diketahui dan diberi sanksi sosial.

Baca Juga!
Apakah Ultraman Itu Nyata? Cek Penjelasan Lengkapnya di Sini

Sarana Kontrol Sosial

Melalui kelompok sosial, masyarakat dapat melakukan kontrol sosial agar perilaku anggotanya sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku. Kontrol sosial dilakukan dengan berbagai cara seperti himbauan, teguran, sanksi sosial, hingga pengucilan.

Misalnya, aparat desa dapat mengingatkan warganya untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. Pelanggaran norma seperti vandalisme dapat dikenai sanksi sosial dari warga setempat.

Memudahkan Sosialisasi

Kelompok sosial menjadi wahana sosialisasi yang penting bagi anggotanya. Dalam kelompok, manusia belajar nilai, norma, simbol, bahasa, dan berbagai hal yang diperlukan untuk menjadi anggota masyarakat.

Misalnya, anak belajar sopan santun dari orang tua dan guru di sekolah. Seorang karyawan baru belajar budaya organisasi dari rekan-rekan kerjanya. Proses sosialisasi ini penting agar manusia dapat diterima dalam kelompok.

Memungkinkan Spesialisasi

Hidup berkelompok memungkinkan manusia untuk mengembangkan spesialisasi dalam bidang pekerjaan dan keahlian tertentu.

Misalnya dalam suatu perusahaan, ada spesialisasi pekerjaan untuk manager, staf administrasi, teknisi, dan lain-lain. Masing-masing orang mengembangkan kemampuan spesifik yang dibutuhkan kelompok.

Spesialisasi ini meningkatkan efisiensi dan produktivitas kelompok dalam mencapai tujuan bersama. Tanpa pembagian kerja yang jelas, kelompok tidak dapat berkembang secara optimal.

Memungkinkan Pembagian Kerja

Hidup berkelompok memungkinkan pembagian kerja di antara anggota, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dan efisien.

Misalnya dalam membangun rumah, ada yang bertugas sebagai tukang kayu, tukang batu, tukang cat, dan sebagainya. Masing-masing orang mengerjakan pekerjaan sesuai kemampuan spesifiknya.

Tanpa pembagian kerja, seseorang harus mengerjakan semua pekerjaan sendirian yang tentu memakan waktu lama dan tenaga lebih banyak.

Mempercepat Perkembangan Individu

Dengan bergabung dalam kelompok sosial, perkembangan individu menjadi lebih cepat. Ia dapat belajar dari pengalaman orang lain tanpa harus mengalaminya sendiri.

Baca Juga!
Peran Mahasiswa dalam Merancang Penelitian Komunikasi Politik

Misalnya, seorang pemuda dapat belajar keterampilan berdagang dari seniornya di pasar. Seorang karyawan baru dapat mempelajari pekerjaannya dengan cepat dengan bimbingan rekan kerjanya.

Individu juga dapat mengembangkan bakat dan potensinya melalui kegiatan kelompok. Ia mendapat kesempatan untuk tampil dan diasah melalui organisasi, komunitas, maupun kelompok belajar.

Kesimpulan

Demikianlah beberapa alasan utama mengapa manusia membutuhkan kelompok sosial dalam kehidupannya. Secara alami manusia terdorong untuk berinteraksi dan bekerja sama guna memenuhi berbagai kebutuhan hidupnya.

Melalui kelompok sosial, manusia dapat saling membantu, melindungi, dan mengembangkan potensi masing-masing anggota. Kelompok sosial merupakan basis penting bagi keberlangsungan peradaban manusia.

Also Read

Bagikan:

Akbar Fauziah

Akbar Fauziah adalah seorang penulis lulusan sarjana komunikasi yang suka ngeblog dan menulis novel. Dia dikenal sebagai admin yang baik hati dan penulis kreatif. Akbar mampu menghasilkan tulisan-tulisan menarik dan berkualitas, serta memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan pembaca secara positif. Profilnya sebagai penulis yang berhati baik dan kreatif menjadikannya sosok yang dihormati dalam dunia tulis-menulis.

Tags

Tinggalkan komentar