Scroll untuk baca artikel
Budaya

Mengapa Budaya Tiap Masyarakat Berbeda: Perspektif Kluckhohn dan Strodtbeck

Avatar
×

Mengapa Budaya Tiap Masyarakat Berbeda: Perspektif Kluckhohn dan Strodtbeck

Sebarkan artikel ini
Mengapa Budaya Tiap Masyarakat Berbeda

Budaya adalah cerminan dari nilai-nilai yang dianut oleh suatu masyarakat. Namun, mengapa nilai-nilai ini bisa berbeda antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya? Florence Kluckhohn dan Fred Strodtbeck, dua antropolog terkemuka, memberikan jawaban melalui teori orientasi nilai mereka. Teori ini menjelaskan bahwa setiap budaya harus menjawab sejumlah masalah universal yang sama, tetapi solusi yang dipilih bisa berbeda-beda. Artikel ini akan mengupas lebih dalam tentang teori orientasi nilai Kluckhohn dan Strodtbeck dan bagaimana teori ini membantu kita memahami perbedaan budaya.

Teori Orientasi Nilai Kluckhohn dan Strodtbeck

Lima Masalah Pokok dalam Orientasi Nilai

Menurut Kluckhohn dan Strodtbeck, ada lima masalah pokok yang dihadapi oleh semua budaya, yang mencerminkan kekhawatiran tentang:

  1. Hakikat Manusia (Human Nature)
    • Jahat (Evil): Beberapa budaya percaya bahwa manusia pada dasarnya jahat dan masyarakat harus mengambil langkah-langkah kuat untuk mengendalikan impuls jahat manusia.
    • Campuran (Mixed): Budaya lain melihat manusia memiliki potensi untuk menjadi baik atau jahat tergantung pada pengaruh yang mengelilinginya.
    • Baik (Good): Ada juga budaya yang percaya bahwa manusia pada dasarnya baik dan memiliki kecenderungan inheren menuju kebaikan.
  2. Hubungan Manusia dengan Alam (Relationship to Natural World)
    • Tunduk (Subordinate): Beberapa budaya percaya bahwa manusia harus tunduk pada kekuatan alam yang kuat.
    • Selaras (Harmony): Budaya lain percaya bahwa manusia harus hidup selaras dengan alam.
    • Menguasai (Dominant): Ada juga budaya yang percaya bahwa manusia dapat mengendalikan alam melalui kecerdasan dan penerapan pengetahuan.
  3. Waktu (Time)
    • Masa Lalu (Past): Beberapa budaya berorientasi pada masa lalu, menghargai tradisi dan sejarah.
    • Masa Kini (Present): Budaya lain lebih fokus pada masa kini, hidup untuk saat ini.
    • Masa Depan (Future): Ada juga budaya yang berorientasi pada masa depan, merencanakan dan menetapkan tujuan untuk masa depan.
  4. Aktivitas (Activity)
    • Menjadi (Being): Beberapa budaya menekankan pada eksistensi dan keberadaan.
    • Menjadi Sesuatu (Becoming): Budaya lain fokus pada proses menjadi sesuatu yang lebih baik.
    • Melakukan (Doing): Ada juga budaya yang menekankan pada tindakan dan pencapaian.
  5. Hubungan Sosial (Social Relations)
    • Hierarkis (Hierarchical): Beberapa budaya memiliki struktur sosial yang hierarkis.
    • Kolateral (Collateral): Budaya lain lebih kolektif dan menekankan hubungan horizontal.
    • Individual (Individual): Ada juga budaya yang menekankan pada individualisme dan pencapaian pribadi.
Baca Juga!  Simpang Lima Semarang: Tempat Wisata Budaya yang Unik

Tabel Orientasi Nilai Kluckhohn dan Strodtbeck

Masalah PokokOrientasi Nilai
Hakikat ManusiaJahat, Campuran, Baik
Hubungan dengan AlamTunduk, Selaras, Menguasai
WaktuMasa Lalu, Masa Kini, Masa Depan
AktivitasMenjadi, Menjadi Sesuatu, Melakukan
Hubungan SosialHierarkis, Kolateral, Individual

Contoh Penerapan Teori

Teori ini telah diuji di berbagai budaya dan digunakan untuk membantu kelompok etnis yang bernegosiasi memahami satu sama lain, serta untuk memeriksa perubahan nilai antar generasi yang disebabkan oleh migrasi. Misalnya, dalam penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat bagian barat daya, Kluckhohn dan Strodtbeck mengidentifikasi profil orientasi nilai dari lima kelompok budaya yang berbeda, termasuk Navajo, kolonialis Spanyol, dan orang Amerika Eropa.

Perbandingan dengan Teori Lain

Teori orientasi nilai Kluckhohn dan Strodtbeck sering dibandingkan dengan teori nilai universal lainnya seperti yang dikembangkan oleh Rokeach, Hofstede, dan Schwartz. Meskipun metode dan fokus mereka berbeda, ada kesamaan dalam konsep nilai yang diusulkan, yang menunjukkan kemungkinan adanya satu set nilai manusia universal yang benar-benar ada.

Kesimpulan

Teori Orientasi Nilai Kluckhohn dan Strodtbeck memberikan kerangka kerja yang berguna untuk memahami bagaimana budaya yang berbeda menjawab masalah universal yang sama dengan cara yang berbeda. Ini membantu menjelaskan mengapa budaya memiliki nilai dan preferensi yang berbeda, dan bagaimana nilai-nilai ini mempengaruhi sikap dan perilaku individu dalam masyarakat tersebut. Dengan memahami orientasi nilai ini, kita dapat lebih baik menghargai dan berinteraksi dengan berbagai budaya di dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *