Scroll untuk baca artikel
Fisika

Mengapa Air yang Dingin Dimasak Lama-Kelamaan Menjadi Panas?

Avatar
×

Mengapa Air yang Dingin Dimasak Lama-Kelamaan Menjadi Panas?

Sebarkan artikel ini

Hai teman-teman, pernahkah kamu bertanya-tanya mengapa air es atau air dingin yang kita masak di atas kompor dengan api menyala lama-kelamaan pasti akan terasa panas bahkan mendidih? Pertanyaan ini sepertinya sederhana tapi sebenarnya ada banyak proses ilmiah di balik fenomena ini.

Yuk kita coba pahami bersama proses perpindahan panas yang terjadi hingga air dingin berubah menjadi panas saat dimasak. Kita akan membahas 4 proses utama yaitu konduksi, konveksi, radiasi, dan perubahan wujud yang menyebabkan air dingin menjadi panas.

1. Konduksi Kalor dari Api Kompor ke Panci

Saat kita memasak air di atas kompor, yang pertama kali terjadi adalah konduksi atau perpindahan panas secara langsung dari api kompor ke bahan panci.

Panci umumnya terbuat dari logam seperti aluminium, besi, atau stainless steel. Logam merupakan konduktor atau penghantar panas yang sangat baik. Jadi, panas dari nyala api kompor akan dengan cepat merambat melalui dinding panci bagian bawah. Akibatnya, bagian panci yang kontak langsung dengan api kompor akan segera terasa panas.

Karena sifat konduktor logam yang baik, panas dengan cepat menjalar ke seluruh bagian panci, termasuk ke dasar panci yang berisi air dingin. Maka air yang bersentuhan langsung dengan dasar panci yang panas ini lambat laun juga ikut memanas.

2. Konveksi di Dalam Air Itu Sendiri

Setelah dasar panci panas dan memanaskan lapisan air paling bawah, apa yang terjadi pada air di dalam panci?

Baca Juga!  Gelombang Transversal dan Gelombang Longitudinal dalam Kehidupan Sehari-hari

Ternyata di dalam air itu sendiri terjadi proses perpindahan panas yang disebut konveksi. Air panas memiliki massa jenis lebih rendah dibanding air dingin. Jadi ketika lapisan paling bawah air mulai dipanaskan panci, air panas ini akan naik ke atas karena gaya apung, sementara air dingin yang lebih berat akan turun ke bawah menggantikan air panas.

Proses pertukaran massa air panas dan dingin ini terus berlangsung hingga seluruh air di dalam panci bercampur dan panasnya merata. Maka air di bagian atas panci yang tadinya dingin, lama-kelamaan juga akan terasa panas.

3. Radiasi Panas Api Kompor

Selain konduksi dan konveksi, ternyata api kompor juga memancarkan radiasi panas. Radiasi adalah pemancaran energi panas melalui gelombang elektromagnetik yang bisa merambat tanpa medium.

Ketika kita memasak dengan kompor, tubuh kita bisa merasakan panas meskipun tidak kontak langsung dengan api atau panci. Ini karena efek radiasi panas dari api kompor. Namun semakin jauh jaraknya, efek radiasi ini tentu semakin berkurang.

Jadi ketiga proses di atas yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi panas secara bersamaan memindahkan kalor dari api kompor untuk memanaskan air dingin di dalam panci. Makin lama dipanaskan, suhu air akan terus naik.

4. Mencapai Titik Didih dan Perubahan Wujud

Jika kalor terus ditambahkan pada air, maka suhunya akan terus meningkat hingga mencapai titik didih yaitu 100°C pada tekanan udara 1 atmosfer.

Di titik ini, air akan berubah wujud dari cair menjadi gas yang disebut uap air. Gelembung-gelembung uap air yang dihasilkan inilah yang kita kenal sebagai air mendidih. Titik didih air bergantung pada tekanan udara di sekitarnya.

Baca Juga!  Mengenal Perbedaan Besaran Pokok dan Besaran Turunan dalam Fisika

Makin tinggi tekanan udara, makin tinggi pula suhu yang dibutuhkan air untuk mendidih. Sebaliknya di daerah pegunungan dengan tekanan rendah, air lebih mudah mendidih pada suhu di bawah 100°C.

Nah itu dia 4 proses utama yang menjawab pertanyaan mengapa air es atau air dingin bisa berubah menjadi panas bahkan mendidih jika dipanaskan lama di atas kompor! Sekarang kita sudah paham kan bahwa perpindahan panas itu tidak sekedar sihir, tapi proses ilmiah yang menarik.

Sekian penjelasan panjang lebar dari saya. Semoga teman-teman semakin paham ya mengapa air yang dingin bisa menjadi panas saat dimasak. Jika ada pertanyaan silakan komentar di bawah ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *